Virtual : O7

354 58 10
                                        

"YA ALLAH, JISOO! AKHIRNYA COWOK LO MUNCUL JUGA PENAMPAKAN NYA!"

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"YA ALLAH, JISOO! AKHIRNYA COWOK LO
MUNCUL JUGA PENAMPAKAN NYA!"

"Sst! Na, lo apaan sih? Biasanya aja dong. Nggak usah teriak-teriak gitu kalo ada yang denger gimana?" Sungut Jisoo. Ia sedang menahan kesal pada tingkah sahabatnya. Mereka berdua bukan berada di tempat sepi, tetapi mereka sedang ada di kantin.

Jika yang lain mendengar bagaimana?──tetapi sebagian dari mereka sudah tahu sih. Ah, sudahlah! Jisoo tidak peduli selama mereka tidak mengenal nya secara baik. Yang ia takutkan adalah ketika salah satu teman nya mendengar.

Jisoo menoleh ke belakang, kedepan, ke kanan dan kiri untuk memastikan dan untungnya memang tidak ada teman nya yang berada disana. Sekarang, ia dapat bernafas lega.

"Cowok? Jisoo? Gue ketinggalan kabar apa lagi ini?"

Nama orang itu Jimin. Ia tiba-tiba mengejutkan Jisoo dan membuatnya merasa kembali tertekan.

Laki-laki dengan setelan kaos hitam menghampiri Jisoo dan Bona. Jimin biasa nya selalu ketinggalan berita. Selalu saja menjadi yang terakhir disaat semuanya sudah tahu. Tapi sepertinya ia akan menjadi yang pertama tahu soal hal ini.

"Jimin, kelompok lo udah belom tugas yang disuruh sama Pak Eko? Itu gimana sih cara ngerjain nya. Jujur aja, gue bingung banget. Di kelompok gue gak ada yang ngerti. Cuma gue sama Sowon aja yang mikirin nih tugas kalo yang lain pada pasrah aja. Biasalah, mereka tau kalo Pak Eko gak pelit ngasih nilai." Keluh Bona. Bahkan Taeyong sekalipun. Andai saja Jisoo peka, kira-kira apa dia mau dengan manusia bentukan Taeyong? Secara, Jisoo ini anak nya ambis plus pinter.

"Gak usah ngalihin topik deh, Bon. Gue mau tanya ini. Beneran kagak sih apa yang gue denger barusan?" Jimin tahu Bona bagaimana. Makanya ia tahu maksud terselubung Bona. Sok tahu sekali kamu Jimin.

"Sape yang ngalihin topik, bego! Gue beneran nanya, njir!" Pekik nya. Bona mendelik kesal pada Jimin. Padahal ia sedang serius-serius nya. Kepala nya penting memikirkan tugas Pak Eko yang tenggat nya sebentar lagi.

"Sabar, Bon." Ujar Jisoo. "Tarik nafas, buang." Bona mengikuti perintah dari Jisoo dan kini bisa menjadi tenang kembali.

"Tahan aja selama nya." Tahu-tahu Jimin bercetus begitu dan membuat Bona kembali naik pitam.

Bona berdiri. Jisoo ikut berdiri. "Sabar, Bon. Disini banyak orang. Eksekusi nya entar aja pas udah sepi." Ucap Jisoo dengan lembut.

Sontak Jimin agak terkejut pada penuturan Jisoo. "Ya Tuhan, Jisoo. Gak nyangka gue." Sambil menutup mulut nya yang menganga kecil, Jimin sok dramatis. Dia ketularan Johnny.

Atensi Jisoo beralih kepada Jimin. "Jimin, mending lo pergi aj──"

"Gak." Potong Bona. "Gue lagi serius, Jim. Tugas Pak Eko gimana cara ngerjain nya? Bingung bener gue. Mana tenggat nya tujuh hari lagi alias seminggu lagi."

VirtualWhere stories live. Discover now