"LO BISA KERJA NGGAK SIH? PUNYA OTAK NGGAK!"
"maaf gw udah berusaha sebisa gw, dan gw rasa ini nggak salah kok"
yang ngebentak gw tadi namanya Dara. Dia orang yang nggak baik. Setiap hari gw dicaci maki sama dia dan teman-teman sircle nya. Sircle nya beranggotakan 5 orang, Dara, Fara, Fira, Vivi,dan Putri.
Ini udah jadi makanan gw sehari-hari di sekolah.
"Nggak usah sok-sok an pinter deh lo" kata Fara
"Delya tuh emang pinter ya, buktinya dia jadi ketua kelas sama waketos" ujar Diana sahabat gw
"Lo nggak usah ikut-ikut ya, gue nggak ada urusan sama lo" Dara
"Lo ngusik Delya berarti lo juga ngusik gue, Delya sahabat gw" Diana
"Oh sahabat ya, gue nggak peduli lo siapanya dia. Yang jelas gue nggak ada urusan sama lo" Dara
"Udah-udah nggak usah berantem. Iya gw emang gk punya otak gw juga nggak pinter" lerai gw
"Nah itu lo sadar" Fara
"Apa-apaan sih Del, lo itu direndahin sama mereka kok lo pasrah gitu aja sih?!" Diana
"Ssttt udah-udah Na gw nggak papa" gw
"Udah deh gw males ngeladenin kalian, gw mau pergi ke kantin" ajak Dara ke teman-temannya
"Yuk, bye para sampah" Vivi
"Heh jaga mulut lo ya!"
"Diana udah, biarin aja. Lagian mereka juga udah pergi" gw
"Iya deh"
"Mending kita ke kantin aja yuk Na" ajak gw
"Ayo gas ke kantin" jawab Diana dengan penuh semangat.
Skip kantin
"Del lo mau beli apa?" tanya Diana
"beli siomay sama jus alpukat aja deh" Delya
"Tunggu bentar ya gw pesenin dulu" Diana
"Iya" Delya
Diana pun pergi memesan pesanan tersebut. Sembari menunggu Diana, Delya duduk di kursi kantin yang kosong. Tiba-tiba ada seorang cowok menghampirinya.
"Permisi gw boleh duduk sini nggak? Semua bangku udah penuh" tanya cowok itu
"Iya silahkan, ini tempat umum jadi lo boleh duduk sini" Delya
"Oh iya kenalin gw Rangga anak MIPA 4" Rangga
"Iya" Delya
"Btw nama lo siapa?" Rangga
"Nama gw Delya dari MIPA 2" Delya
Tiba-tiba Diana datang membawa pesanan mereka.
"Loh Rangga ngapain lo disini?" tanya Diana
"Numpang duduk, gk liat lo semua bangku udah penuh" jawab Rangga
"Santai doang Ngga" Diana
"Sttt udah diem, gw laper mau makan" Delya
"Iya-iya gw diem" Diana
"Enak ya kalian makan nggak nawarin gw" Rangga
"lo mau Ngga?" Delya
"Klo ditawarin sih mau" Rangga
"beli sendiri sana" Delya
"Buahahaha gw kira lo mau ngasih dia Del" Diana
"Jahat banget sih Del" Rangga
"Bodo" Delya
"Gw denger-denger lo ada masalah ya sama Dara dkk?" tanya Rangga
"ya gitu deh Ngga, mereka cari masalah sama gw. Udah biasa itu Ngga" Delya
"Lo nggak papa kan Del?" Rangga
"gw nggak papa Ngga, biarin aja ntar juga mereka capek sendiri" Delya
"Nah iya pasti klo kita ladenin tuh bocah malah tambah jadi" Diana
"sebenernya gw capek ditindas terus sama merek, tp ya gimana lagi gw nggak dibolehin pindah sama ortu" jujur Delya
"Tenang aja Del ada gue yang selalu ada buat lo" Diana
"Gue juga selalu ada buat lo juga Del" Rangga
"gw kan baru kena lo Ngga, apa iya lo bisa gw percaya?" Delya
"Tanya aja tuh sama sahabat lo gw bisa dipercaya apa nggak" titah Rangga
"Dia bisa dipercaya kok Del. Gue udah kenal dia bertahun-tahun" jawab Diana
"loh kok sampe bertahun-tahun Na?" Delya
"Ya iya lah orang gue sepupuan sama nih setan" Diana
"Enak aja gue setan, lo tuh yang setan" Rangga
"Nyenyenye bacot lo keong racun" Diana
"udah ih Na, buruan dihabisin makanannya bentar lagi bel" Delya
"Iya Del" Diana
————***————
Skip pulang sekolah
"Del pulang sama siapa lo?" Diana
"naik angkot mungkin Na" Delya
"Kakak lo nggak jemput?" Diana
"nggak Na dia ada kelas" Delya
"Yaudah gue duluan ya, bokap udah nunggu di depan" Pamit Diana
"iya hati-hati ya!" Delya
"Yoi" Diana
Diana meninggalkan Delya sendirian di koridor sekolah. Suara canda tawa adik kelas menjadi pemecah kesepian sekolahnya. Entah kenapa Delya muram dari tadi. Apa karna dia nggak dijemput? atau dia sakit? Dia muram karna memikirkan masa depannya nanti. Dia sedang bertanya-tanya apakah kelak masa depannya akan indah atau sebaliknya.
"huft dari pada mikir panjang mending gw buru-buru pulang aja" batinnya
Tiba-tiba.....
"DORR!!"
"astaghfirullah!"
"Hahaha kaget kan lo"
"gila lo Ngga untung jantung gw nggak copot"
Yap itu Rangga. Lelaki menyebalkan yang baru saja Delya kenal.
"Lebay lo, orang nggak copot kok" Rangga
"ck gw kaget Ngga" Delya
"Iya-iya gw minta maaf" Rangga
"Ya" jawab Delya singkat
"BTW lo pulang sendiri?" Rangga
"iya, kenapa?" Delya
"Bareng gw aja yuk! Gratis" Ajaknya
"beneran Ngga?" tanya Delya untuk memastikan
"Beneran, Yuk!" Rangga
"ayo" Delya
Akhirnya Delya pulang bersama Rangga menggunakan motor kesayangan Rangga.
HAIII BESTIEE!!!!
Maap pren ceritanya nggak nyambung. Maklum pren baru pertama kali buat cerita.
BYE PREN!!
KASIH BINTANG SABI LAH
WKWK
SEE U!!
YOU ARE READING
Dandelions
Short StoryHai ini cerita dimana gw jatuh dan bangkit lagi. Gw emang terlahir tidak sesempurna kalian dan gak se bahagia kalian. Bahkan gw berkali-kali tanya ke Tuhan, Tuhan kenapa aku lahir? Tuhan kenapa aku tidak sebahagia mereka. Dan sekarang gw sadar bahwa...
