Prolog

2 1 0
                                        


" Kringg, kringg, kringg " alarm berbunyi seperti alarm pada umumnya.

" Emmm, huaaaaaaa " dua kata yang dikeluarkan seseorang saat bangun tidur.

" Sial, gue lupa lagi " umpatnya kesal.

Waktu menunjukkan pukul 07.00, sangat pagi bukan? Ya, itu cukup pagi buat seorang Kiara Zunaita abila untuk membuka matanya menandakan ia bangun tidur. Byurrrr!! Suara seseorang sedang mandi , dengan tergesa-gesa Kiara turun kebawah setelah memakai seragam sekolahnya.

" Eh sayang sarapan dulu sini " ujar wanita cantik paru baya itu.

" Nggak keburu ma " lanjut sesorang yang diajak bicara.

Tanpa Ba Bi Bu Kiara langsung meminum segelas susu hangat dan membawa satu buah roti selai coklat ditangan kirinya. Dilanjut dengan cipika-cipiki dengan seorang wanita paru baya yang tak lain lagi adalah mamanya sendiri. Waktu menunjukkan pukul 07.30 dan Kiara masih berada setengah jalan kearah SMA tercintanya itu.

" Aduh pakek macet segala, mati gue diomelin buaya nanti " umpatnya kesal, sekedar info buaya tak lain dan tak bukan adalah Bu Ayani. Aneh tapi memang ada nyatanya!. Setelah setengah jam perjalanan dari kemacetan yang melanda dirinya dari pukul 07.30 tibalah Kiara disekolah tercintanya tepat pukul 08.00.

" Sialan tau gitu gue naik motor " kesalnya dengan nada ngos-ngosan akibat hawa panas didalam angkutan umum yang ia tumpangi.

" Aduh gue lupa lagi, sekarang kan jamnya Buaya, mampus gue " lanjutnya lagi tetapi dengan tindakan tak lain dan tak bukan adalah Lari!!.

Lorong demi lorong telah Kiara lewati, tentunya Sambil berlari demi mempersingkat waktu walaupun sia - sia toh Kiara juga pada dasarnya sudah terlambat, tetapi Kiara tetap lari perjuangan katanya hehehe. Tibalah Kiara didepan ruangan bertuliskan XII IPS 1 diatas pintu ruangan itu, mengintip kedalam lewat jendela adalah jalan ninjanya supaya tidak ketahuan oleh guru kalau dirinya terlambat, dilihatnya tidak ada seorang guru pun akhirnya Kiara masuk dengan lega.

" Kemana aja si Lo jam segini baru Dateng ? " kata - kata yang diucapkan Melin hampir setiap hari.

" Bi.. "

" Biasa gua mah orangnya sibuk " jawab Melin atas pertanyaannya pada Kiara, tetapi dirinya tau bahwa sahabatnya pasti menjawab seperti itu. Salahnya juga bertanya padahal dirinya sudah pasti tau jawaban dari sahabatnya itu.

" Itu tau kenapa masih nanya ? " Giliran Kiara yang bertanya kepada sahabatnya itu.

" Mastiin aja kalo jawaban lo itu ada perkembangan" ujarnya sambil mengejek lawan bicaranya itu.

" Besok gue ganti deh " ucapnya sedikit sombong.

" Gimana ? Palingan gak jauh-jauh dari kata sibuk " dijawab Melin dengan angkuhnya berharap kata yang dirinya ucapkan memang benar.

" Sok tau Lo " elak sang Kiara seolah kata yang Milan ucapkan salah, padahal memang kenyataannya benar yang diucapkan oleh Milan sahabatnya. Heheh sekali-kali ngelak sama temen sendiri gapapa kan.

Tak selang beberapa lama guru yang tidak dinanti-nanti oleh seluruh kelas Kiara karna terkenal akan kekillerannya  akhirnya datang siapa lagi kalau bukan Buaya. Tak seperti biasanya guru killer itu menunjukkan ekspresi senyum, membuat seisi kelas bergididk ngeri olehnya.

" Silahkan masukkan buku kalian kedalam tas, tak ada yang lain diatas meja selain alat tulis. Hari ini kita test harian Ekonomi ". Ujar pemilik suara yang terkenal killer.

Kini terjawab sudah apa yang membuat guru killer itu senyum-senyum menatap muridnya, ternyata melihat murid tersiksa akan tugas adalah suatu kebahagiaan tersendiri untuk Buaya.

" Aduh mana gue bingung banget pelajaran ekonomi " gerutu sang pemilik suara alias Melin.

" Nay contekin gue dong Ra, gue tau Lo orangnya baik jadi bagi ya.." pinta Milan sambil berbisik kepada kiara, ia tau bahwa sahabatnya itu biarpun sedikit badgirl tetapi soal pelajaran dia memang jagonya. Menunggu beberapa detik tak ada sahutan dari Kiara membuat seorang melin kesal.

" Pelit banget si Lo " kesalnya sedikit berteriak, untung saja tak terdengar oleh Buaya, bisa-bisa nanti kena mental hahaha

" Mangkanya kalo punya buku itu dibuat belajar, bukan buat bantal " akhirnya dijawab oleh sang lawan bicara walaupun bukan itu yang ia harapkan keluar dari mulut Kiara alias sahabatnya itu.

" Yes.. selesai " ujar Kiara bangga.

" Lama banget si Lo, mangkanya jangan tidur mulu kalo disekolah " lanjutnya.

" Udah ah gue laper gue tinggal ke kantin duluan ya, Selamat mengerjakan sahabatku tercinta " lanjutnya sekali lagi diselingi tawa mengejek.

Setelah selesai mengerjakan tes dadakan dari Buaya guru killer itu membuat cacing-cacing diperut Kiara berdemo ria membuat sang empu tidak tahan lagi dan segera bergegas ke arah kantin.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 06, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

PERBEDAANWhere stories live. Discover now