Pagi ini Windy sedang bersantai di taman belakang rumahnya. Menikmati weekend dengan mendengarkan lagu dari Taeyeon sang idola dari Korea Selatan.
Sesekali Windy ikut bersenandung bersama suara indah milik Taeyeon. "When the weekend come...."
Bersender si bangku yg ada disana Windy mendengar lagu sembari mengerjakan tugas dari sang guru. Dengan buku di tangan dan laptop di atas meja Windy menikmati paginya.
Windy anak yg cukup berprestasi dia selalu mendapat peringkat 3 besar di sekolah.
"Shimi shimi kokobop.."
Dering telfon dari ponsel Windy terdengar tanda ada yg menelfonnya. Dengan cepat Windy mengambil ponsel dan melihat siapa yg menelfon. "Wihh... mas pacar nelfon." Dengan cekatan Windy mengangkat telfon yg ternyata dari mas pacar.
"Hallo.." ucap Windy setelah mengangkat telfonnya.
"Selamat pagi" jawab sang lawan bicara di sebrang sana.
"Pagi ay.. baru bangun ya??"
"Iya ini.. kamu udah sarapan?"
"Minum susu ini.."
"Makan nasi sayang jangan cuma susu."
"Iya nanti makan.. kamu hari ini ada acara?"
"Ngga aku dirumah aja. Kamu mau pergi?"
"Ngga juga.. berarti chatan ya seharian telfon kalo bisa okey"
"Haha.. iya sayang yaudah mandi dulu ya.. bye"
"Iya mandi gih biar gak bau haha"
"Tau aja aku bau... Yaudah aku matiin ya"
"Hmm"
Setelah melakukan panggilan Windy tersenyum bahagia mendapat telfon dari pacar dipagi hari.
Juanda Putra Jonathan adalah nama panjag dari kekasih Windy. Mereka menjalin kasih hampir satu tahun.
Awal mula mereka kenal melalui grup chat di telegram. Juanda yg satu grup chat dengan Windy memberanikan diri mengirim pesan secara pribadi.
Dengan respon baik dari Windy mereka saling bertukar nomor telfon sampai akhirnya saling suka dan menjalin hubungan LDR.
Ya mereka beda kota. Windy yg tinggal di salah satu daerah di ibu kota sedangkan Juan tinggal di jogjakarta.
Bertemu? Tentu saja mereka belum pernah bertemu. Selain jarak yg jauh mereka juga belum diperbolehkan orang tua mereka untuk berpergian jauh terlebih lagi sendiri atau hanya bersama teman saja.
Windy sering kali mengajak Juan bertemu. Contohnya saat liburan kenaikan kelas 2 bulan lalu saat itu Windy yg ingin ke Jogjakarta untuk menemui Juan tapi Juan melarang. Dengan alasan ongkos mahal, perjalanan jauh, dan lainnya.
Belum lagi orang tua Windy yg pasti tidak akan melepas anaknya pergi jauh diumur yg masih 16 tahun, terlebih lagi sendiri.
Akhirnya Windy mengerti dengan kekhawatiran Juan. Windy jarang mengajak Juan bertemu. Windy mulai mengerti jarak mereka yg jauh dan sulit ditempuh membuat Windy sedikit bersabar asalkan mereka terus bersama. Yg pasti Juan dan Windy tidak lost contacts.
YOU ARE READING
virtual boyfriend
FantasyWhat?? Pacaran tapi tidak pernah bertemu?? Belum pernah bertatap muka in real life? Virtual?? Bisa bayangkan tidak bagaimana hubungan ini terjadi? Ya.. ini cerita tentang hubungan virtual yg dialami oleh gadis cantik berumur 16 tahun yaitu Windy El...
