Bagaimana sih rasanya lahir di keluarga kaya raya?
Bagaimana rasanya banyak teman, jadi orang tercantik di sekolah, terus banyak yang suka?
Apapun keinginan pasti bisa di penuhi tanpa harus berpikir dua kali, bahkan bisa mendapat kasih sayang dari mana saja, kehidupannya bakalan terjamin.
Karena jaman sekarang yang goodlooking lebih beruntung.
Siswi perempuan yang tengah menyantap mie ayam dengan susu pisang sebagai minumannya itu adalah salah satu orang dari sekian banyak orang yang berhalu.
Menatap iri ke arah sang Queen sekolah yang sedang menggoda salah satu most wanted di sekolah elit ini, ingin rasanya dia berada di posisi sang queen, tapi itu sepertinya tidak mungkin.
"Woy bulan, tumben lo lama makannya, biasanya sekali suap langsung abis tuh mie ayam"
Siswi bernama bulan itu menunduk menatap mie ayam nya yang masih banyak, lalu menatap ke arah temannya yang duduk di sampingnya.
"Gak tau, lagi gak mood makan" ujar bulan lesu, teman bulan satu-satunya itu menatap bulan kasihan.
"Lo kepikiran soal spp yang belum lo lunasin?" tebak tiya yang sepertinya tepat sasaran, terlihat dari wajah bulan yang semakin muram.
"Iya, minggu depan kalo gak di lunasin, gue bakalan di kasih surat peringatan"
"Maaf ya gue gak bisa bantu, gue lagi gak punya uang" ucap tiya merasa tidak enak, bulan menatap temannya itu dengan senyum tipisnya.
"Gak papa" ucap bulan lesu.
Gadis bernama bulan itu masuk ke sekolah elit ini bukan melalui beasiswa, gadis itu bisa masuk karena merengek pada ibunya, ibunya yang hanya bekerja sebagai pelayan di toko kue itu bekerja keras supaya bisa memasukan bulan ke dalam sekolah impian bulan,
Ayah bulan sudah meninggal beberapa tahun yang lalu akibat serangan jantung, bulan tinggal berdua dengan ibunya di rumah reyot yang sebentar lagi terlihat akan runtuh,
Bulan juga bukan gadis pintar, dia malahan sangat bodoh dalam pelajaran apapun, nilai selalu di bawah rata-rata, omelan para guru adalah makanan sehari-harinya di sekolah.
Tapi bulan tetap bersyukur dengan keadaannya yang seperti ini, karena bulan tau tuhan lebih tau mana yang baik dan buruk untuk dirinya.
"Enak yah hidup kayak kak Cyra" ucap bulan tiba-tiba membuat tiya menoleh ke arahnya.
"Iya, gue juga pengen banget seberuntung kak cyra" tiya menatap queen sekolah yang duduk jauh di meja kantin di sana, yah queen sekolah itu adalah Cyra Alyza.
Cyra Alyza adalah anak dari seorang konglomerat, ayahnya pengusaha sukses dan ibunya merupakan seorang model terkenal, menjadi anak satu-satunya di keluarga itu, membuat Cyra mudah mendapatkan segalanya.
Punya wajah yang cantik, badannya bagus, nilai akademik maupun non akademik nya juga bagus-bagus, benar-benar kebanggaan sekolah, tapi ada satu hal yang membuat Cyra jelek di beberapa mata orang lain, yah sifatnya yang sombong dan menggunakan kekuasaannya untuk menindas orang lain.
Cyra bahkan di beri julukan queen bullying, siapapun yang berani mengusiknya, maka hidupnya kelar di tangan cyra si iblis cantik.
"Udahlah jangan iri sama kehidupan orang lain, lo mau ikut ke perpustakaan gak? Gue mau minjem buku" ucap tiya yang di balas anggukan semangat oleh bulan,
"Ayo, gue juga mau pinjem novel lagi! "
♥♥♥
"Grab nya udah sampe, gue pulang duluan yah bul! "
Bulan mengangguk pada temannya, bel pulang sudah berbunyi dari tadi, dan kelas sudah kosong, tinggal dirinya sendiri yang ada di kelas itu,
Bulan betah di sekolah soalnya lagi ngewifi, dia sedang mendownload beberapa episode drakor yang akan dirinya tonton di rumah nanti.
Saat sedang menunggu, tiba-tiba saja bulan di kejutkan dengan teriakan seseorang yang menggelegar di lorong sekolah dekat kelasnya.
"Tolong!! Siapapun tolongin gue!! "
Bulan bergidik ngeri mendengarnya, sekolah kan sudah sepi, bulan yakin hanya dirinya dan penjaga sekolah yang masih berada di sekolah ini, bulan melihat jam yang berada di dinding kelasnya,
17:15
Memberanikan diri, bulan mengintip pada jendela kelasnya yang terbuka, mata bulan melotot saat melihat Cyra tengah di seret seseorang dengan topeng hitam di wajahnya, Cyra terlihat memberontak tapi kekuatannya tidak sebanding dengan laki-laki yang tengah menyeretnya itu,
Ingin menolong tapi bulan takut, dirinya berpikir keras, bagaimana caranya dia menolong kakak kelasnya itu, setelah memantapkan niatnya, bulan keluar dari kelas dengan tas di pundaknya, dirinya mencari keberadaan cyra yang tiba-tiba menghilang,
"Eh Neng, kok belum pulang? "
Bulan terlonjak kaget saat pundaknya di tepuk pak penjaga sekolah itu, bulan mengusap dadanya menormalkan detak jantungnya yang berpacu cepat, bulan kira tadi setan.
"Ini mau pulang kok pak"
"Kebiasaan neng bulan mah, betah banget kayaknya yah di sekolah, sampe mau malam gini"
"Hehehe, iya pak soalnya wifi sekolah gratis pak, mana kenceng lagi, kan jadi enak"
Pak penjaga sekolah itu geleng-geleng kepala melihat bulan cengengesan.
"Yasudah, cepat kamu pulang sana, nanti orang tua kamu nyari"
Mengangguk patuh, bulan berjalan santai menuju gerbang depan sekolah, saat sudah sampai di depan gerbang sekolah, langkah bulan tiba-tiba terhenti saat dirinya merasa melupakan sesuatu.
"Eh, kan gue mau bantu kak cyra tadi, aduh kenapa gue bisa lupa di keadaan gawat kayak gini"
Bulan berlari kembali masuk ke area sekolah, dirinya mengelilingi sekolah dari kantin, taman belakang, lapangan, bahkan setiap kelas dirinya cari tapi tak kunjung melihat ujung batang hidungnya Cyra,
"Kemana sih, kok tiba-tiba ngilang"
Bulan ingat, dirinya belum memeriksa gudang sekolah, dengan cepat bulan berlari menuju ke tempat gudang sekolah berada.
Saat sudah sampai di gudang sekolah, bulan dapat melihat Cyra yang sedang menangis ketakutan, di depannya ada laki-laki bertopeng yang sedang memainkan pistol di depan Cyra.
Katakanlah pada bulan kalau pistol itu cuma pistol mainan, dengan kaki gemetar ketakutan, bulan berjalan perlahan ke arah laki-laki itu dengan tongkat bisbol di tangannya.
Bugh!
"Argh, anjing! "umpat laki-laki itu kesakitan saat bulan nemukulnya tepat di belakang kepalanya.
"Kak cyra ayo kabur!!" pekik bulan, cyra dengan segera berlari kabur dari sana tanpa mengatakan apapun, saat bulan akan menyusul cyra, kaki bulan di cekal laki-laki itu.
"Eh lepasin!! Kak cyra bantu aku!! " teriak bulan panik, bukannya membantu, cyra terlihat berlari semakin cepat meninggalkan bulan yang sudah ketar ketir.
"Ini balasan pada orang yang ikut campur urusan orang lain" ucap laki-laki itu dingin sambil mengarahkan pistol itu pada bulan yang sudah menangis ketakutan.
"Baru kali ini gue nyesel udah nolongin orang" batin bulan pasrah.
Dor!
Tbc💜
NiCha
YOU ARE READING
Moon Transmigration [SELESAI]
RandomBulan Najma Anka, seorang gadis yang hidup serba pas-pasan, wajah pas-pasan Otak pas-pasan Pokoknya semuanya pas-pasan... Hingga suatu kejadian terjadi membuat bulan harus kehilangan nyawanya, tapi bulan terbangun kembali di tubuh seorang gadis ber...
![Moon Transmigration [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/290024007-64-k389985.jpg)