Sekarang Sya sedang berada di toko mainan terkenal di jakarta. Karena ia melihat berita di instagram ada produk Barbie terbaru mambuatnya semangat untuk membeli Barbie itu.
"Yaampun!!! Lucu banget barbienya!!! Bener bener lucu! Fix. Sya beli barbie yang ini sama ini." Ucap Sya sambil mengambil barbie yang ada di rak.
"Tapi yang ini juga lucuuuu!!!" Ucap gadis itu sambil mengambil salah saty barbie yang ada di rak.
"Udah deh beli dulu dua duanya aja!" Ucap gadis itu. Kemudian ia berjalan menuju rak berisi dream catcer.
"Aduhh pengen borong semuanya deh!!" Ucapnya heboh.
"Gak! Gak boleh! Kata bunda, Sya gk boleh terlalu banyak ngoleksi barbie sama dream catcher! Sya udah mu SMA, udah besar." Ucap gadis bernama Sya itu. Kemudian ia berjalan menuju kasir dengan membawa dua buah boneka dan tiga buah dream catcher.
"Ada tambahan dek." Tanya kasir itu sambil tersenyum.
"Totalnya jadi tiga ratus ribu dek." Ucapnya sambil memberikan barangnya kepada Sya. Sya mencari cari dompetnya di dalam tasnya, namun ia tidak menemukan keberadaan dompet itu membuat Sya khawatir setengah mati.
"Dek? Totalnya tiga ratus ribu." Ucap kasir itu mengigatkan.
Wajah Sya berkeringat dingin, sial! Ia baru mengigat bahwa dompetnya ia taruh di meja makan. Dasar ceroboh!
"Ma-maf mbak. Sya lupa bawa dompet. Boleh ga barangnya Sya baw dulu? Sya janji bakal kesini kagi buat kasih uangnya." Ucap Sya sambil mengacungkan dua jarinya keatas.
"Maaf ya dek. Orang yang sepertu kamu itu banyak. Itu modus untuk tidak bayar kan." Ucap kasir itu dengan sedikit ketus.
"Tapi Sya bukan orang yang kayak gitu. Tolong mbak, Sya pengen banget barbienya sama dream catcher nya." Ucap Sya memohon.
"Gak bisa mbak." Sya ingin menangis sekarang juga. Masalah nya barbienya lucu sekali, Klo Sya pulang dlterlebih dahulu ia takut barbienya di beli oleh orng lain.
"Nanti mbak kesini lagi aja untuk beli barbienya." Ucap kasir itu.
"Mas silahkan maju." Ucap kasir itu kepada seseorang di belakang sya.
Cowok itu maju dan membawa sambil membawa barang belanjaannya ke meja kasir. Sya masih diam di tempat, tidak rela jika barbie dan dream catcher itu jadi miliknya orang lain.
"Semuanya jadi seratus ribu mas." Ucap kasir itu sambil tersenyum.
"Sekalian bayar sama punya cewek ini ya mbak." Ucap cowok itu sambil menunjuk Sya dengan dagunya.
Sya mendongkak dan pandangannya bertemu dengan cowok itu. Demi apapun Sya seakan akan melihat pangeran di film barbie yang sering ia tonton! Sungguh, wajahnya sangat tampan.
"Ya Tuhan,, kenapa pangeran yang sering Sya tonton di filem barbie ada di dunia nyata ya? Tapi ini lebih ganteng." Ucapan itu keluar dari bibir Sya dengan sempurna. Cowok itu menatap Sya aneh, karena dari tadi cewek itu menatapnya dan berbicara aneh.
Sya menghampiri cowok itu saat sudah keluar dari toko mainan itu dengan senyuman yang mengembang sempurna.
"Tunggu!!!" Uap sya sambil menggenggam tangan cowok itu tapi langsung di tepis olehnya.
"Makasih ya!!! Sya berhutang budi sama kakak." Ucap sya sambil tersenyum.
"Hmm."
"Kenalin nama aku Syasa Yovanka Gavina. Panggilannya sya, suka sama barbie dan dream catcher. Tapi sekarang kesukaan sya bertambah satu, jadi kakak pangeran!!!" Ucap sya sambil tersenyum dan menjulurkan tangannya.
"Kakak pangeran." Tanya nya heran.
"Iya kakak." Ucap Sya sambil menunjuk cowok di hadapannya.
"Gua bukan pangeran!!!" Ucapnya cowok itu sambil berjalan menuju mobilnya.
"Iya sya tau, kakak pasti rajanya pangeran kan?" Tanya Sya.
"Bodoh!" Celetuk cowok itu pedas.
"Dari mana kakak tau klo Sya bodoh? Sya gk bodog loh kak, sya selalau juara kelas asal kakak pangeran tau." Ucap Sya sambil tersenyum.
"Jangan panggil gue kakak pangeran!" Titahnya sambil menatap Sya tajam.
"Tapi kenapa kakak ganteng banget." Tanya Sya.
"Gua gk ganteng."
"Kak, aku suka kakak." Ucap Sya terang terangan.
"Gua gk suka. Apalagi sama cewek cengeng kayak lo." Ucapnya tajam membuat Sya cemberut. Tapi ia merubah rautnya jadi tersenyum.
"Semoga kita ketemu lagi yah kak! Dan semoga kita berjodoh kak." Ucap Sya tersenyum. Cowok itu pergi ke dalam mobilnya meninggalkan Sya sendirian.
"Fix!!! Sya suka sama kakak pangeran." Ucap Sya kegirangan sambil masuk kedalam mobilnya.
********
Cowok itu tak habis pikir dengan cewek tadi. Kalau dilihat, umurnya gk jauh beda dengan nya. Tapi kenapa sikapnya seperti anak berumur lima tahun! Kekanakan sekali.
Deringan telpon membuat cowok itu mengangkatnya. Sebelum itu ia melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
"Halo vin! lo dimana bego!? Lama banget! Adek lo udah nangis kejer nih, gua yang jadi sasaran."
"Bacot! Gua di jalan."
"Heh!! Kevin putra mahendra anaknya bapak iyan mahendra, pliss deh!! Jangan jutek kegua bisa gk sih!! Gau uadh baik jagain adek lo yang rewel plus nakal ini, gua sahabat lo sahabat yang paling se-"
Tuut......Tuut.......Tuut
Panggilan dimatikan sepihak oleh cowok itu. Terlalau malas untuk mendengar ocehan sahabatanya itu.
Ya. Dia adalah KEVIN PUTRA MAHENDRA. Cowok dengan ketampanan yang setingkat dengan arjuna. Cowok dengan kepintaran seperti Albert Einstein. Cowok dengan sifatnya yang dingin sedingin es di kutub.
Cowok dengan kedisiplinan seperti angkatan militer. Cowok dengan mata tajamnya seperti samurai.
********
Sya masuk kedalam rumahnya dengan senyuman yang masih bertenggar di wajahya. Ia tidak akan bisa melupakan wajah pangeran tampan itu.
"Assalamu'alaikum bunda!!!" Ucap Sya sambil berteriak sehingga membuat rumah yang tadinya tenang menajdi berisik.
"Waalaikum'salam Sya. jangan teriak teriak berisik." Ucap mirna sambil menyiapkan makanan di meja makan.
"Hehe, Maafin Sya bunda cantik!" Uap Sya sambil memeluk bundanya dari belakang.
"Loh kok, kamh bisa belanja?Dompetnya kan ketinggalan!" Ucap mirna yang melihat paper bag berisi mainannya Sya.
"Hehe, soalnya tadi ada pangeran tampan dari film barbie yang sering Sya tonton bayarin belanjaannya Sya bund. Dia ada di dunia nyat lih bund. Bahkan lebih ganteng dari yang Sya lihat di film barbie loh bund." Ucap Sya sambil bercerita dengan Expresi yang menggemaskan menurut mirna.
"Wah bunda jadi penasaran setampan apa si pangerannya." Ucap mirna penasaran.
"Yah, klo ketemu lagi aku ajak bunda ketemu pangeran itu ya." Uap Sya, mirna hanya mengangguk saja.
"Ouh iya, lusa kamu masuk sekolah loh." Ucap mirna mengigatkan.
"Siap bundaa!!!" Ucap Sya.
"Sa, kamu kan udah mau masuk SMA, klo bisa kurangin main, nonton, atau apapun yang berhubungan dengan barbie." Ucap mirna sontak membuat Sya cemberut.
"Gak bisa bund!!! Barbie itu udah setengah dari hidup Sya. Sya gk bisa klo gk main barbie." Ucap Sya keukeuh sedangkan mirna hanya menghela nafasnya.
Ya. Perkenalkan dia adalah SYASA YOVANKA GAVINA. Gadis penyuka barbie dan dream catcher. Tapi kini, kesukaannya bertambah satu lagi. Yaitu pangeran tampan dari negri fairytopia. Pangeran tampan yang tidak pernah menghargai perjuangannay Sya.
*******
Hai ketemu lagi sama aku!!!
Gimana part awalnya? Seru gk?
Jangan lupa tinggalin jejek ya:)
Klo ada ketypoan dalam katanya mohon maaf ya🙏??
Jangan lupa komen and vote nya tnks gaes😊😊
YOU ARE READING
SYASA
Teen Fiction~ Tentang Rasa Yang Menjadi Asa ~ Dia, Syasa. Gadis yang sulit ditebak. Dia, Syasa. Gadis yang ramah namun berbahaya. Dia, Syasa. Gadis kekanakan namun mengerikan. Dia, Syasa. Gadis polos namun kejam. Dia, Syasa. Gadis mempesona namun mematikan. Dia...
