Kawaki menatap datar ke arah hamparan gedung pencakar langit yang terlihat memancarkan cahayanya , langit senja dengan warna emasnya menyelimuti langit sore yang membuat suasana menjadi semangkin tenang .
Pria berusia 28 tahun itu beranjak dari kursi kebesarannya , membuka jas dan juga dasi yang ia kenakan dan kemudian melemparkannya ke atas sofa yang berada di sudut ruangan .
Manik grey itu menatap lamat pada tumpukan dokumen yang telah selesai ia periksa setelah 2 hari tak tidur , masalah di perusahaannya membuat para petinggi dan juga karyawan harus berusaha lebih keras untuk mengembalikan keadaan perusahaan ke dalam keadaan norma setelah terjadi krisis ekonomi yang melanda negara ini .
Tak terhitung berapa kali ia terbang melintasi negara hanya dalam waktu sepekan , tubuhnya memang selalu menolak jika ia terlalu memaksakan diri tetapi mengingat kondisi saat ini , ia tak bisa beristirahat dan membuang buang waktu ketika 120.000.00 orang dari berbagai negara menggantung kan hidup di perusahaan nya .
Kawaki meraih ponselnya yang sejak semalam belum ia sentuh sama sekali ,dan benar saja saat ia menghidupkan ponselnya ratusan pesan masuk .
Meskipun rata rata pesan itu sama sekali tidak penting , seperti boruto yang memintanya untuk tidak terlalu memaksakan diri , Naruto yang memintanya untuk istirahat , Hinata yang memintanya untuk pulang sampai Himawari yang mengantarkan makanan ketika ia berada di negara ini .
Dan saat saat itu telah berlalu, kini perusahaan mulai kembali normal setelah Naruto berhasil mendapatkan investor dari perusahaan negara lain yang membuat perusahaan raksasa itu bisa bertahan untuk yang kesekian kalinya .
UZ Corporation adalah sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang otomotif , perusahaan ini pertama kali di dirikan oleh Namikaze Minato yaitu kakek dari kawaki dan juga boruto .
Hal inilah yang membuat mereka mati Matian harus menjaga nya sebaik karena mereka tau mendirikan bisnis di negara maju seperti Jepang sangatlah sulit.
Lamunan kawaki buyar ketika sebuah panggilan suara masuk ke alam ponselnya , dengan malas kawaki meraih ponsel yang sebelumnya telah ia letakkan di meja ketika ia merebahkan tubuhnya di atas sofa .
Dengan malas pria bersurai hitam itu menggeser ikon yang ada untuk menjawab panggilan itu , dan benar saja baru saja ia akan membuka suara .
" Kawaki cepat pulang , ibu sudah masak makanan kesukaan kalian , bawa pulang juga adik dan ayah mu , ini perintah kakek .. kawaki berdecak kesal ketika Hinata dengan santainya berucap tanpa kawaki sempat membalas ucapannya .
Dengan langkah malasnya kawaki mulai berusaha menarik satu persatu kakinya agar tetap melangkah keluar , sebenarnya ia telah berencana untuk tidur di kantornya karena memang ruangan nya ini memiliki kamar yang telah memiliki fasilitas lengkap seperti tempat tidur , dapur hingga shower ..
.
.
.
Sarada uchiha , sosok gadis bersurai hitam panjang yang sangat mempesona, itulah yang akan di ucapan orang jika melihat paras nya yang cantik.
Tetapi sayang sekali , dengan reputasi keluarga nya yang sangat sangat wah .. banyak pria yang jika mendengar nama belakangnya akan takut dan memilih untuk pergi bahkan sebelum sarada menyadarinya ..
Dan hal itu kah yang membuat gadis yang telah berusia 25 tahun itu masih tetap sendiri meskipun teman temannya kebanyakan telah menikah dan memiliki keluarga sendiri .
Sarada terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga ia selalu lupa dengan masa depannya , terkadang ia selalu berfikir untuk melajang seumur hidupnya karena ia merasa tak satu pria pun yang membuat nya tertarik kecuali pria boruto .
YOU ARE READING
REGRET
Teen FictionOnyx sarada menatap lamat ke arah leher Kawaki , hingga pada akhirnya pandangannya terkunci pada jakun kawaki yang terlihat naik turn ketika pria itu kembali menegak minumannya . " Inojin , kenapa kau bisa dengan mudahnya mendapatkan adik cantik ku...
