Suara rintik hujan mengelilingi kota malam ini. Tapi seseorang sedang menangis ketakutan melihat kekanan kekiri berharap bertemu seseorang digang sempit ini.
Berusaha menelpon nomor orang yang berada dilayar handphone genggamnya.
"Kak.. bisa minta tolong jemput aku nggak? aku takut banget nih sekarang lagi dikejar orang anehh digang sempit!!" sambil menangis ia berusaha meyakinkan saudara lelakinya yang satu ini agar mendengarnya sekali saja.
"Gakk!! bisa lagi sama Nikita nih kita lagi diner berdua! lagian cengeng banget sih pulang sendiri aja gk bisa! udah ya?!" mematikan sambungan teleponnya.
"Hiks.. hiks..aku takut banget hiks.. disini gk ada orangnya.. Sepi banget"
Sambil berusaha menelpon seseorang lagi dia berharap orang itu mau mendengar permintaannya.
"Felix.. bantu akuu!! sekarang aku dikejar orang aneh bermantel hitam!! dia sambil bawa pisau keaku.. hiks..hiks"
"aku minta tolonggg banget.. bisa ya?"
Kata Ara dengan nada memelas agar permintaan tolongnya di dengar.
"Ara!!?? lo dimana kik busa kayak gitu sih?! jangan bercanda"
"Aku lagi gk bercanda.. sekarang aku lagi digang sempit dan ada papan nama kompleks dibangunan tulisan Geyx"
YOU ARE READING
Arabella
Teen Fiction"Arabella laurens khayl" Remaja perempuan yang selalu ceria dan tersenyum setiap saat terpaksa menjadi anak tiri dari keluarga Dergiantara karena kejadian naas yang terjadi kepada kedua orangtuanya saat dia berumur 12tahun. Tidak disangka hari-hari...
