1. Horor

9 4 0
                                        

Di malam ini,

Terdengar suara rintik hujan dan angin yang berhembus, seakan menambah hawa dingin yang menembus kulitku.
Relesting jaket kunaikkan, serta tangan yang kumasukkan dalam saku membuatku sedikit lebih hangat.

Sehabis pulang dari toko buku tadi, mendadak hujan membasahi bumi,
aku memang bersyukur, tapi aku juga khawatir.
Aku tidak membawa payung maupun jas hujan, hanya jaket yang kusampirkan ke pundak dengan masker yang bertengger dileherku.

Sesegera mungkin aku menembus hujan dan mencari beberapa kendaraan yang bisa mengantarkanku pulang.
Entah angkot, bis, becak atau apapun lah.
Kakiku sudah pegal berlari-lari ditengah dinginnya malam ini.

"Disa...."
Kurasa ada seseorang yang memanggilku,

Sesegera mungkin kukencangkan langkah seribu ku.
Dadaku berdebar sangat kencang, ku takut ada makhluk tak kasat mata yang memanggilku, aku menoleh kearah kiri maupun kanan begitu sepi,
Hanya suara rintik hujan dan beberapa jangkrik yang membuat suasana agak sedikit ramai walau tiada kendaraan pun yang lewat.

Tiba-tiba ada yang memegang pundak ku.
Sontak aku berteriak,
"Aaaaaa...."
Terkejut dan menoleh ke belakang.

"Disa.... Kamu daritadi saya panggil kenapa malah lari? Larimu seakan bisa lebih cepat dari sepeda gunung milik saya"

Loh....
Itukan Mister.


Aku masih tidak menyadari bahwa aku sedang bersamanya saat ini, kukira tadi adalah sejenis makhluk tak kasat mata.

"Heh! Saya bicara malah bengong" kata Mister

"Eh, iya Sir. Habis dari toko buku" suaraku terdengar gugup karena efek terkejutku masih terasa saat ini

"And then..?"

"Welcome home, sir hehe" sambil nyengir aku menjawab, tapi kurasa dia tidak menyadari, karena mulutku tertutup masker.

"Okeh, mau saya antar?"

"No, gapapa kok sir. Habis ini saya akan segera sampai"

"Baiklah, see you next time, hati-hati disini banyak bahaya yang mengintai"

Lah kok gitu,
Tidak berperikemanusiaan...

Mr. MisterDove le storie prendono vita. Scoprilo ora