PERTEMUAN TAK TERDUGA

23 1 0
                                        

Renata berjalan cepat menuju kamarnya. Ia seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Dulu ia mengira hal indah akan terjadi jika ia dapat mengenal seniornya itu. Ternyata semua salah besar, melihat sikapnya tadi saja membuatnya begitu kesal. Rasanya ia menyesali karena selama ini telah mengagumi orang yang salah.

"Yang benar saja, kenapa aku sebodoh ini..." rutuknya kesal.

Flashback

Seorang pria terlihat berjalan cepat lalu berdiri tepat di hadapan Renata. Renata begitu terkejut hingga seketika menghentikan langkahnya. Matanya membulat sempurna saat melihat ke arah pria tersebut.

"Apa kau mau jadi kekasihku?" tanya pria itu tanpa basa - basi.

Renata mematung sesaat setelah mendengar ucapan pria itu. Ia kebingungan dengan situasi saat ini. Ia termenung sambil bertanya pada dirinya sendiri. Bagaimana caranya pria yang tidak mengenalnya atau bahkan mungkin tidak mengetahui namanya ini tiba-tiba memintanya untuk menjadi kekasihnya.

"Apakah ini nyata?" gumamnya dalam hati.

Renata kembali menatap pria tersebut. Apakah pria berhati es ini menyadari perasaannya. Karena memang sudah sejak lama Renata mengagumi seniornya ini. Tapi seingatnya ia tidak pernah memperlihatkan perasaannya. Bahkan ini untuk pertama kalinya mereka berbicara.

"Kau menyukaiku?" tanya pria itu membuat pipi Renata merona.

"I- Itu.. " seketika Renata jadi gugup. Ia seakan tidak bisa berkata-kata.

"Mimpi indah macam apa ini, Ya Tuhan tolong jangan bangunkan aku?"

"Sepertinya tidak. Ya sudahlah." ucapnya tiba-tiba nembuat Renata menatap kaget. Ia terlihat membalikan badannya dan hendak melangkah pergi.

"Nata, hal bodoh apa yang kau lakukan. Cepat jawaban YA sebelum ia benar-benar pergi." rutuknya pada dirinya sendiri.

"Tunggu senior," panggil Renata cepat membuat pria itu berhenti dan menoleh padanya." .. aku menyukaimu." jawaban pelan Renata membuat pria itu berjalan kembali menghampirinya. "Ya, aku menyukaimu, senior." Renata kembali mempertegas ucapannya. Pria itu terlihat tersenyum miring.

"Jadi kau mau menjadi kekasihku?" tanyanya membuat Renata mengangguk pelan dan tersenyum tersipu. "..walaupun hanya satu hari saja?" lanjutnya datar. Seketika senyuman di wajah Renata hilang.

"Hah.."

"Aku hanya ingin kau menjadi kekasih sehariku, kalau tidak berpura-puralah berpacaran denganku. Bagaimana?" Jelasnya.

Renata serasa mendapat tamparan keras mendengar ucapan pria tersebut.

"Apa maksudnya ini. Apa dia ingin mempermainkanku." gumam Renata seketika menatap sinis padanya.

Pria itu masih terdiam menunggu jawaban dari Renata namun tak lama ponselnya pun berdering. Ia melirik sesaat pada Renata.

"Baiklah. Besok jam 9, aku akan menjemputmu di sini!" ucapnya tegas dan tergesa-gesa, lalu ia terlihat sibuk dengan ponselnya sambil berlalu pergi.

Renata terlihat masih terkejut dengan situasi yang ada hingga ia tidak bisa berkata-kata. Ia menatap pria itu yang mulai berjalan menjauh. Sesaat ia memalingkan wajahnya lalu membuang nafas kasar.

"HEI.." Teriaknya kencang membuat orang di sekitar menatap ke arahnya. "Apa-apaan ini. Apa maksudnya tadi, kekasih sehari? Apa dia ingin mempermainkanku. Hah, Reynand Andrean! KAMU PIKIR SIAPA DIRIMU!" Renata kembali berteriak dengan kesalnya tapi sayangnya orang yang ia maksud sudah menghilang pergi.

Flashback off.

.

"Dulu aku kira sikap dinginnya itu membuatnya terlihat keren. Tapi sekarang aku tahu, dia itu sangat MENYEBAL.KA...N!" ucapnya kesal sambil melempar tasnya ke atas kasur.

BEAUTIFUL MISTAKEStories to obsess over. Discover now