1. Sakit Terdalam

3 2 0
                                    

Disepanjang jalan yang aku lalui, aku tidak bisa menahan tetesan air mata ku. Rasanya begitu sakit, sangat sakit dan begitu dalam. Bukan hanya hatiku tetapi seluruh yang ada di diriku ikut sakit.

Aku melajukan motor ku dengan secepatnya untuk sampai rumah. Kepala ku sudah berdenyut, tangan dan kaki ku penuh dengan luka. Luka jahitan di perutku terasa sangat sakit. Aku merasakan ada darah di dalam mulut ku.

Sesampai nya aku di depan gerbang rumah ku. Aku melihat Keke adik perempuanku membuka pintu rumah ku dari dalam. Segera aku masukan motor ku ke dalam rumah dan aku kunci seluruh pintu di rumah ku.

"Kak, kamu tidak apa apa?" Tanya Keke kepadaku dengan pandangan curiga.
Belum sempat aku menjawab pertanyaan adik ku. Hp ku bergetar tanda ada panggilan masuk. Aku angkat telepon tersebut dengan waspada dan cemas lalu terdengar suara dari sebrang
"Kamu meremehkan Saya?!"
"Kamu berani sama Saya?!"
"Kamu tidak menganggap saya orang?!"
"Urusanmu dengan saya belum selesai!"
Lalu aku mendengar dia menyumpah serapah aku dengan berbagai kata.
Sampai panggilan masuk itu terputus.
Dengan cepat aku menonaktifkan Hp ku.

Aku duduk sambil meringis menahan segala sakit. Lalu aku baru menjawab pertanyaan Keke. Sambil melepas sarung tangan dan masker pengganti cadar ku yang sudah sobek tidak karuan.
"Aku mendapatkan pukulan di bagian kepala sebelah kanan, rahang, mulutku, pinggang kanan, kaki kanan ku di injak."
"Dia juga menyodok perutku dengan sikut tangan kirinya saat aku dibonceng motor oleh nya, sampai aku terjatuh dari atas motorku."
Aku bercerita sambil mengecek luka lecet di tangan dan kaki ku.

"Tinggalkan saja, Tidak usah lagi bersamanya. Orang tidak mau mengerti dan berterimakasih. Dia hanya memikirkan dirinya sendiri. Saat kesulitan modal usaha kamu yang harus cari, saat usaha itu berhasil dia tidak ingin kamu juga merasakan hasilnya, hanya istri tuanya yang boleh menikmati hasil itu, dengan alasan kakak tidak ikut memasak dan mengelola. Alasan macam apa itu." Kata Keke dengan wajah menahan emosi.

Akhirnya aku membersihkan badanku. Mengobati lukaku.
Keke mengajakku keluar dengan mobilnya, membelikan aku Hp baru, nomer baru, membelikan aku obat anti nyeri. Setelah kembali sampai rumah Keke memijat ku sebentar sebelum dia pulang ke rumah nya.

Sepulang Keke dari rumah ku, aku merebahkan badanku yang terasa sakit dan panas. Sambil aku menerawang awal dari ini semua bisa terjadi di dalam hidup ku.

Flas back......

Gimana menurut kalian cerita pertama saya?
Terimakasih sudah membaca, komentarnya dan Vote nya.
Selalu sehat dan bahagia.....

KEHIDUPAN ABU ABUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang