We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Satu

35 4 2
                                        

Tin..

Pintu lift terbuka bersamaan dengan Karina yang keluar dari lift diikuti asisten sekaligus sekertaris pribadinya menuju ruang kerjanya Karina yang terletak di lantai sepuluh.

"Selamat pagi Nona Karina" sapa sebagian karyawan yang berpapasan dengan Karina.

Karina tersenyum hangat kepada mereka yang menyapanya.

"Selamat pagi juga" balasnya sambil melangkahkan kaki menuju ruangannya.

"Jam 10 nanti ada meeting bersama Mr. Adam, na" Ingat Daniel kepada Karina, atasan sekaligus saudara dari ibunya.

"Okay. Tolong ingatkan aku nanti, takut aku lupa atau lagi keluar dulu" jawabnya diangguki Daniel.

"Oh iya, jam sembilan juga ada pemotretan koleksi baru kamu. Jangan sampai kamu lupa juga setelah aku ingetin tadi malam" ingat Daniel kepada Karina.

Karina langsung nyengir begitu Daniel ingatkan lagi dia soal jadwal pemotretan yang telah ia dan potografer atur pekan lalu.

"Terima kasih telah meningatkanku, Daniel. I love you" bisik Karina diikuti kedipan sebelah matanya membuat Daniel menggelengkan kepala sambil tertawa.

"Laki-laki lain mungkin langsung sesak nafas saat kamu kedipkan mata seperti itu, na" sindir Daniel.

Karina mengangkat bahu sembari membuka pintu ruangan kerjanya.

"Memang susah jadi perempuan cantik" katanya penuh percaya diri.

"Memang, na. Aku juga bangga punya sepupu cantik sepertimu. Para laki-laki diluar sana sepertinya berpendapat sama sepertiku, buktinya mereka rela antri menunggu jawaban "ya" darimu saat mereka ajak kamu berkencan" Daniel menyetujui perkataan Karina.

"Tapi sayang hatinya cukup beku untuk diluluhkan" sindirnya lagi membuat Karina segera menatap Daniel dengan tajam.

"Shut up! Daniel!" Ucapnya dengan kesal.

Daniel tertawa pelan lantas sambil membiarkan Karina masuk ke dalam ruangannya.

"Masih pagi untuk marah-marah" jawab Daniel.

"Ishhh.. aku makin ingin memakanmu Daniel!" Jawabnya dari dalam ruangan yang terlebih dahulu Daniel tutup. Sengaja, untuk menjauhi ocehan Karina pagi-pagi.

"Danieell!!!" Teriak Karina dari dalam membuat Daniel kembali membuka pintu ruangannya.

"Bisa untuk tidak teriak-terian Karina?" Pinta Daniel dengan lembut begitu ia kembali membuka pintu ruangan Karina.

"Ini" Karina menunjukan sebuket bunga tulip kepada Daniel.

Daniel mengangkat bahunya. Ia tidak tahu tentang bunga yang berada di tangan Karina.

"Coba lihat-lihat, siapa tahu ada kartu ucapannya" suruh Daniel  segera dipatuhi Karina.

"Hanya ucapan saja. Gak ada nama pengirimnya"

"Coba lihat" Daniel mendekati Karina dan mengambil buket bunga yang tengah di pegang Kirana.

Sebuket bunga cantik untuk seseorang yang sangat cantik.

Happy great day, dear.

Tidak sabar untuk bertemu denganmu.

Secret admire


"Daniel"  panggil Karina dengan lirih.

Daniel menyentuh bahu Karina lalu mengusapnya dengan lembut.

Love Still Going OnStories to obsess over. Discover now