Misi Pertama
"Lawan dari penjahat bukan hanya pahlawan, namun juga penjahat yang lain." Kalimat itu sangat terkenal di dunia para penjahat, karena hubungan yang tercipta dari sesuatu yang buruk tidak akan pernah berjalan dengan baik. Tapi saat ini, kami mencoba mengubahnya.
Di sebuah forum penjahat paling populer, Niallivera.onion, ada sebuah ajakan untuk berkolaborasi membentuk kelompok penjahat baru. Ajakan itu ditanggapi oleh beberapa orang, dan karena terdengar menarik, aku pun ikut bergabung. Kami menamai kelompok kami Sudden Squad, walaupun sebenarnya itu usulanku sendiri, dan tidak semua orang setuju dengan nama itu.
Singkat cerita, sebagai acara perkenalan, kami memutuskan untuk langsung menjalankan misi pertama: merampok kediaman seorang bos perusahaan transportasi bernama Michael. Rumahnya dikelilingi penjaga bersenjata dan kamera pengawas di segala penjuru, mirip rumah bos mafia ketimbang rumah pengusaha biasa.
Kami berkumpul di luar gerbang, memulai tahap awal rencana kami.
"Baiklah, tunjukkan kekuatanmu, pria kunang-kunang!" seru salah satu dari kami.
"Namaku Lights Out, dasar preman kampung," jawab si paman kunang-kunang dengan nada datar.
Lights Out adalah seorang paman-paman tua berbadan kurus, memakai kacamata bulat, dengan pakaian ketat berwarna hitam yang dihiasi lampu berkelap-kelip di sekujur tubuhnya. Aku sendiri tidak tahu kenapa dia tidak malu berpakaian seperti itu. Orang yang tadi memanggilnya "pria kunang-kunang" adalah Switch, orang yang mengajak kami membentuk kelompok ini. Ia pria brewokan berbadan tegap, memakai jaket hitam, dengan penampilan yang memang persis preman kampung.
Lights Out memiliki kekuatan mengganggu aliran listrik di sekitarnya. Kekuatan itu kami gunakan untuk memadamkan listrik rumah Michael agar kami bisa menyusup, bahkan generator cadangan pun tidak sanggup mengatasi kekuatannya. Seketika seluruh rumah gelap gulita, bersamaan dengan lampu-lampu di tubuh Lights Out yang ikut padam.
"Lihat! Misi ini tidak akan berjalan tanpa kekuatanku," katanya, dengan nada bangga yang berlebihan.
"Kerja bagus, pria kunang-kunang. Sekarang aku tidak perlu melihatmu," balas Switch. "Baiklah, langkah kedua!"
Giliran selanjutnya adalah Hidden, pria botak bertubuh serba hitam, berbadan kekar, memakai jubah robek-robek berwarna ungu. Ia memiliki kekuatan menyerap cahaya, membuatnya sama sekali tidak terlihat dalam kondisi gelap seperti sekarang. Hidden mengendap-endap ke arah penjaga gerbang, menghajar mereka satu per satu, mengambil kunci, dan membuka gerbang.
"Lihat, dia lebih berguna darimu," sindir Switch ke Lights Out.
"Aku tidak melihat apa-apa. Aku bahkan tidak yakin dia masih di sini," jawab Lights Out.
"Kalau kita tidak bisa melihatnya, berarti mereka juga tidak bisa. Ayo lanjutkan!"
Halaman rumah Michael luas, dengan penjaga yang mondar-mandir ke sana kemari. Hidden membersihkan jalan kami dari para penjaga, dan yang perlu kami lakukan hanyalah mengikuti jejak tubuh-tubuh yang bergelimpangan pingsan hingga sampai ke pintu depan.
"Baiklah, langkah ketiga!" seru Switch.
Kini giliran Sexy, seorang wanita berambut pirang dengan tubuh seindah namanya, memakai pakaian ketat berwarna merah yang cukup terbuka. Ia punya kemampuan mengubah bentuk tubuhnya. Ia mengubah dirinya menjadi sangat tipis untuk menyelip masuk lewat celah bawah pintu, lalu membuka pintu dari dalam. Aku baru sadar bagaimana ia bisa memiliki tubuh seindah itu.
"Wow, aku suka wanita. Mereka hebat," celetuk Switch.
"Dan kau seorang pecundang," sahut Lights Out.
"Jangan iri, pria kunang-kunang. Dia satu-satunya anggota kelompok kita yang enak dipandang."
YOU ARE READING
Sudden Squad
ActionSekelompok penjahat super membentuk tim dadakan untuk melakukan operasi pencurian. Cerita ini kutulis saat aku masih kecil. Dipublikasikan karena sayang untuk terus mengendap selamanya sebagai draf. Ditulis oleh Arial, 10 September 2021
