Gadis kecil berusia 5 tahun yang sedang duduk di halaman rumahnya dengan wajah yang murung dan sesekali mengeluarkan air mata, ya dia adalah Binar Kezia Berlin yang sebentar lagi akan pindah rumah dan meninggalkan rumah lamanya itu yang penuh dengan kenangan dan ia juga akan meninggalkan teman-teman dekatnya disana karena ayahnya dipindahkan tugas dan mau tidak mau semua keluarganya harus ikut pindah bersama ayahnya.
"Sayang, jangan sedih terus dong nanti kalau kamu sakit ibu yang sedih, kamu nanti disana juga punya temen baru, kamu gak akan sendirian sayang, Ibu janji sama kamu" ucap Kirana Ibu dari Binar dengan lembut sambil mengusap kepala anak gadisnya.
"Tapi bu, Nay gabisa berhenti sedihnya" sejak ia bisa bicara Binar menyebut dirinya sendiri dengan nama Nay/Binay dan semua orang yang berada disekitarnya memanggil ia dengan nama Nay.
Kirana langsung memeluk putrinya dengan lembut "Gapapa Nay, nangis aja Ibu ga larang Nay nangis" Kirana mengusap kepala putrinya yang terdengar semakin mengencangkan tangisannya "kalau Nay sedih bilang Ibu ya, biar Ibu peluk Nay kayak gini" lanjut kirana seraya mengecup puncak kepala Binar.
✨✨✨
Setelah semua barang di masukan ke mobil pick up yang sudah di sewa ayah Binar, semua keluarga binar Richard Berlin Ayah Binar, Kirana dan Bryan Marcellino Berlin Kakak Binar, langsung bergegas masuk kedalam mobil pribadi milik Richard dan segera meninggalkan rumah lama yang penuh kenangan itu.
Binar yang duduk di kursi belakang terus melihat keluar jendela dengan tatapan sedihnya. Ia terus saja memikirkan sahabatnya yang tadi ia temui terakhir kali, saat ia masuk ke dalam mobil ia menangis begitu juga dengan Jasmin ia juga menangis, Asa sahabat laki-lakinya itu hanya diam menatap kepergian Binar. Meteka sama-sama merasa kehilangan.
Kirana melihat Binar dari kaca spion yang ada di atasnya. Ia sedikit tersenyum, namun ia juga sedih tidak tega melihat Binar yang biasanya ceria jadi murung seperti itu. Sebenarnya ia tidak masalah jika suaminya saja yang pindah, namun Richard memaksa karena ia tidak ingin berjauhan dengan anak-anak dan istrinya ini.
Disisi lain Richard juga terus memperhatikan Binar lewat cara yang sama seperti yang Kirana lakukan. Richard juga sama seperti Kirana tidak tega melihat Binar yang terus saja murung. sudah seminggu Richard melihat Binar sedih dan ia merasa kehilangan Binar yang selalu mengganggunya kerja, selalu minta gendong padanya.
flashback on
malam hari ketika Richard berada di ruang kerjanya Binar mendatanginya tidak seperti biasanya, Binar selalu minta menggendongnya sampai tidur. Binar datang kepadanya untuk membujuknya agar tidak pindah.
"Ayah, Nay malem ini ga minta gendong. Nay mau dipangku Ayah aja boleh?" tanya Nay polos.
"boleh banget sayang, sini anak Ayah" ucap Richard yang langsung menghentikan kegiatannya.
Binar duduk di pangkuan ayahnya dengan mulut yang sedikit tersenyum. Hening beberapa detik sampai akhirnya Binar berbicara "Ayah bole nda Nay ga pinda ruma, Nay gamau pisah sama Jasmin dan Asa" ucap nay sambil menahan tangisannya yang sudah menggenang di pelupuk matanya.
"Nay, ayah tau Nay sedih tapi Ayah janji sama Nay kalo nanti di tempat baru Nqy ga akan kesepian, kalo Nay ga ikut Ayah, Ayah yang sedih karena ayah gabisa jauh dari Nay dan kak Biyan" ucap Richard seraya memeluk hangat Putri kecilnya.
flashback off
✨✨✨
Setelah menempuh perjalanan 2 jam Jakarta-Bandung. Ya Binar dan keluarganya pindah ke Bandung.
Semua kuli yang disewa Ayah Binar mulai menurunkan barang-barang berat yang dibawa dari rumah lama. Setelah hampir 4 jam semuanya sudah beres dan para kuli yang sudah beristirahat berpamitan pulang.
Pukul 4 Kirana ke dapur dan memasak makanan untuk makan malam yang di bantu oleh asisten rumah tangga yang ikut pindah ke rumah baru.
Waktu menunjukan pukul 7 malam semua keluarga Binar sudah kumpul di meja makan. Bryan bingung melihat makanan yang ada di meja "Bu, kok banyak banget makanannya, Biyan gabisa juga habisin makanan sebanyak ini" kata Bryan dengan muka polosnya.
"Ini bukan buat kita aja, Yan. Tapi nanti ada temen Ibu dan Ayah"
Di tengah perbincangan keluarga ini tiba-tiba ada suara bel berbunyi, pintu langsung di buka oleh bi Aam. Tidak lama kemudian 3 orang atau keluarga kecilnyang tadi memencet bel itu masuk ke ruang makan yang langsung di sambut gembira oleh Kirana dan Richard.
"Ya ampun Mira sini sini duduk, apa kabar? Masih cantik aja lo" kata kirana.
"Baik, Na. Lo juga masih cantik ah. Eh ini Binar sama Bryan ya aduh cantik ganteng banget Na anak lo, dulu masih kecil banget terakhir kita ketemu" ucap Mahira perempuan yang biasa di panggil Mira.
"Bisa aja lo ah, eh Bintang mana ra? Ko ga keliatan?" Kata Kirana.
"Loh iya mana Bintang ya, tadi ada di sebelah gue, Na" kata Mira yang panik mencari anaknya.
"Bintang disini Bunda" anak laki laki berusia 7 tahun itu menyahut dia Bintang Kenzi Carrsen. Entah sejak kapan dia sudah berdiri dibelakang kursi Binar yang ketutupan oleh Richard dan Ronas Carrsen Papanya Bintang yang sedang asik berbincang.
"Ya ampun Bin kamu bikin Bunda panik aja" kata Mira khawatir.
Acara makan malam pun dimulai. Meja makan yang cukup besar sehingga mampu ditempati oleh 10 orang. mereka makan dengan tenang, suasana tenang hanya terdengar sentuhan sendok dengan piring.
Bintang anak laki-laki ini memilih duduk disebelah Binar, entah apa alasannya tidak ada yang tahu, dia hanya ingin disebelah Binar walau tadi Bryan mengajak duduk disebelahnya. Sesekali Bintang melihat Binar.
Cantik.
✨✨✨
Setelah makan malam selesai dan keluarga Bintang sudah pulang, Binar yang sudah tidur setelah di gendong ayahnya sambil melihat pemandangan malam dari jendela kamarnya, itu adalah kebiasaan Binar sebelum tidur, jika kebanyakan anak kecil minta di dongengi berbeda dengan Binar yang setiap tidur ingin melihat bintang. Lalu bagaimana jika tidak ada bintang di langit? Ayahnya hanya akan menyanyikan lagu tentang bintang sampai ia tertidur.
Disisi lain Bintang yang berada di sebrang rumah Binar dan kamarnya yang berhadapan dengan Binar melihat Binar yang sedang di gendong ayahnya, ia tersenyum melihat Binar. Sepertinya anak laki-laki ini ingin mengetahui banyak hal tentang gadis kecil yang baru beberapa jam lalu ia temui.
Sama aku, kamu bisa melihat Bintang setiap hari.
✨✨✨
to be continue
Ini cerita pertama ku maaf ya kalo banyak salah penulisan atau kata-kata yang kurang bagus. Masih belajar hehehe
Salam Mbiiii ❤️
YOU ARE READING
Reason Star
Teen FictionIni cerita tentang seorang anak gadis yang bernama Binar merupakan alasan hidup anak laki-laki yang bernama Bintang. Bintang tau semua sudah diatur oleh Tuhan tapi Bintang tidak akan pernah berhenti meminta kepada Tuhan untuk tetap hidup untuk Binar...
