Brukk!!!
Untuk sekian kali kejadian ini terulang lagi, Mega tak sengaja menabrak seseorang yang berdiri didepannya. Salahkan dirinya yang terlalu sering melihat kearah jam ditangannya hingga tak menyadari ada seorang laki-laki didepannya. Surya Arundaya, si kutu buku langganan juara. Sama halnya seperti Mega, ia tak mengenakan kacamata bulat dengan lensa yang tebal. Ya, tentu saja dialah "the most wanted crazy wild handsome boy" primadona se-Cipta Bangsa. Surya membalikkan badan melihat siapa yang dengan entengnya menabrakkan diri ke punggungnya yang kokoh. Mega mengusap-usap dahinya lantas menengadah melihat sosok didepannya.
"Surya, eh maaf ini tadi Mega ga sengaja," Mega menundukan kepala gugup.
"It's okay, gapapa. Lain kali hati-hati," jawab laki-laki didepannya sambil melenggang pergi dengan sebuah buku kecil ditangannya.
"Eh tadi beneran Surya yang ngomong?" Tanya Mega pada dirinya sendiri.
Selama hampir tiga tahun menjadi siswa disini baru kali ini Mega mendapat balasan dari seorang Surya Arundaya. Biasanya Surya akan melenggang pergi setiap kali Mega kebablasan menabraknya, tentu saja insiden ini merupakan yang ketiga kalinya dan akhirnya Surya berbicara dengannya. Bukan rahasia lagi jika Surya dikenal karena otak encer, tampang bak dewa, dan yang paling membuat seorang Mega penasaran yaitu aura dingin yang ia pancarkan membuatnya sangat-sangat jarang berbicara dengan orang-orang disekitarnya.
"Alright my brain, we have a new target to chase!" Gumam Mega antusias pada dirinya sendiri.
Dan disinilah kegilaan seorang Mega kambuh, mencoba peruntungannya mendekati pentolan sekolah. Jangan salahkan Mega yang bertindak nekat, salahkan saja otak ajaibnya yang selalu ingin diberi tantangan "mengerikan" dan tidak manusiawi.
"Aku hanya ingin mencoba. Kalo berhasil ya syukur, kalo ga yaudah. Hitung-hitung pengalaman gratis."
-Rara Mega-
YOU ARE READING
Mega Mendung
Teen FictionSeorang gadis berusia tujuh belas tahun berlari kecil melewati koridor sekolah yang nampak sepi. Sesekali ia mengecek jam berwarna hitam yang melingkar sempurna di pergelangan kirinya. Ia tahu ini sudah lewat sepuluh menit dari kegiatan bimbingan un...
