Hai aku sipenulis pemula.. Yuk follow biar penulis makin semangat ● ● ● SELAMAT MEMBACA
------
" Senang rasanya remaja masjid kita berhasil dibentuk"
"Alhamdulillah, tapi anggotanya masih sangat kurang!..."
"Tidak masalah, kita jalan saja dulu cari anggotanya belakangan"
" Ok, kita buat grub dan masing-masing orang rekrut anggota sebanyak banyaknya"
"Bisa juga"
"Mungkin hanya itu pembahasan kita siang hari ini, ingat teman teman hari minggu kita membersihkan masjid jam 8 pagi"
Itulah percakapan musyawarah pertama setelah remaja masjid berhasil dibentuk.
------
Chat grub
"Assalamualaikum, guys membersihkan udah jam 8" pesan pertama dari Aan ketua remaja masjid
"Waalaikukussalam siap"
"Waalaikum salam, izin telat"
"Waalaikumussalam, izin ngga hadir mau les disekolah"
"Waalaikumussalam, tunggu nyuci baju dulu"
" waalaikumussalam, tuggu yah siap siap" pesan dari Taresa
------
"Aan nyalain radio masjid dulu gih, putar sholawat biar yang lain denger dan segera kemasjid membersihkan, udah jam 8 lewat nih masih dikit yang datang" dengus mia sang bendahara remas, dengan tekanan nada bicara yg kesal
"Siap bubendum, jangan marah.hhhh" kekehan aan yang nyindir mia
Dengan muka judes mia tak menanggapi omongan aan dan langsung beranjak keluar masjid
"Kayla gulung karpet dong, biar gue yg nyapu dan bersihin langit langit masjid" dengan santai taresa menyuruh kayla
"Siap" omongan singkat kayla tanpa ngeluh
Dengan santainya Taresa membersihkan langit langit masjid yang penuh sarang laba laba, sesekali ia tunduk karena lehernya yang pegal
Tanpa membalas omongan akram Abi langsung mendekat menuju taresa
" Sini gantian" Abi yg langsung menarik sapu yang dipake taresa
"Mm iya iya ini" Dengan kagetnya taresa langsung melepas genggamannya dari gagang sapu itu dan langsung beranjak mencari pekerjaan lain.
Suasana masjid sangatlah ramai, ada yang kejar kejaran karena rebutan sapu, ada yang manjat jendela buat ngebershin jendela yang tinggi, ada yang main siram siraman karen ngebersihin toilet masjid.
"Setelah membersihkan kita ngumpul duluya, untuk ngebahas masalah galdan buat beli baju PDH remas kita" teriak Aan agar suaranya terdengar oleh teman temannya
Membersihkan masjid pun selesai, semua berkumpul didalam masjid membentuk lingkaran dan aan pun membuka pembicaraan tersebut
"Gimananih teman teman masalah galdannya, apa kira kira yg bagus kita jual" ucap aan menatap 1 per 1 temannya
"Mungkin bagusnya kita galdan makanan aja, kan untungnya banyak tuh, dan masalah lokasinya ngga usah khawatir, dirumah aku aja" ucap mia menjawab pertanyaan aan.
"Nah ide bagus tuh, lagiankan masa pandemi nih. Pasti semuanya pada bisa kok karena kan lagi libur sekolah tuh. Tapi ingat kita harus tetap patuhi protkes" potong taresa pada mia
Setelah pembicaraan yg panjang lebar aanpun menyimpulkan semuanya
"Jadi teman teman minggu depan kita adain galdan dirumah mia, jadi kelompok yang sudah dibagi, setiap kordinator mengarahkan aggotanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.