Disclaimer by Mo Xiang Tong Xiu
Pair: All Cast in Mo Dao Zushi, OOC.
Genre: Friendship, Romance, Drama, Family .
Rate: T
Warning: Omegaverse 《ABO 【Alpha (α) Beta (β) dan Omega (Ω) 】》
.
Don't Like Don't Read
.
Counterattack
.
By: AiHaruka
.
.
Prolog: Qishan Wen
Qishan Wen, Qinghe Nie, Gusu Lan, Lanling Jin dan Yunmeng Jiang merupakan lima sekte besar di dunia kultivasi ini. Tiap sekte besar ini mempunyai ciri khas tersendiri yang berbeda dari sekte lain. Qishan Wen terkenal dengan sikap arogannya dan menganggap sekte mereka lebih tinggi dari sekte sekte lainnya. Qinghe Nie terkenal dengan kekuatan dan ketangkasannya. Gusu Lan terkenal akan kebijaksanaannya juga pendirian mereka akan kebenaran. Lanling Jin dikenal akan kekayaan wilayahnya juga kemakmuran rakyatnya. Sedangkan Yunmeng Jiang terkenal dengan kegigihan juga ketentraman wilahnya.
Namun yang menjadi ciri khas utama yang membedakan tiap sekte adalah kelahiran tiap generasi penerus sekte.
Sekte Qinghe Nie selalu berhasil mencetak penerus berbakat mereka tiap generasinya. Setiap penerus utama mereka selalu memiliki tingkat kultivasi tinggi meski cara berkultivasi dan kepribadiannya berbeda. Berbeda dengan sekte Lanling Jin yang meski penerusnya selalu bisa menduduki peringkat 3 teratas tuan muda segenerasinya, namun selalu saja penerus tiap generasi memiliki sifat yang bertentangan dengan generasi sebelumnya. Penerus selanjutnya dari Sekte Lanling Jin di gadang-gadang sebagai bentuk sempurna dari penerus sebelum-sebelumnya. Artinya, penerus kali ini mendapatkan semua bagian terbaik dari penerus sebelumnya dan akan membawa Lanling Jin ke puncak kekuasaannya. Sedangkan Yunmeng Jiang selalu melahirkan penerus sekte dengan status omega. Meski generasi sebelumnya berhasil membentuk penerus sekte dengan status aplha namun dia lebih tenang dan santai sebegai seorang alpha dan pemimpin sekte daripada pemimpin lain. Namun ini bukan berarti mereka sekte lemah. Meski sering dipimpin oleh omega tiap generasinya, sekte ini tetap mampu bersaing dan berhadapan dengan para alpha sekte lain. Terkadang mereka juga mampu menundukkan alpha bahkan penerus sekte lain di bawah kaki mereka. Bisa dikatakan Yunmeng Jiang selalu mencetak omega kuat yang sanggup bersaing dengan alpha.
Disaat sekte lain selalu berhasil mendidik penerus mereka, Qishan Wen justru memiliki ketimpangan dalam kelahiran penerusnya. Pemimpin Alpha mereka yang mempuni sangat jarang mereka dapatkan meski dilahirkan dengan energi spiritual yang besar. Kalaupun mereka berhasil mendapatkan pemimpinn yang mempuni, entah mengapa generasi setelahnya selalu terhambat dalam melakukan kultivasi. Banyak yang menduga ini karena penerus sekte Qishan tidak terlalu sering mendidik penerusnya dengan keras karena beranggapan tingkat kultivasi kultivator dibawa sejak lahir. Sehingga penerus sekte mereka meski selalu dilahirkan dengan energi spiritual besar, mereka sering dimanjakan dan terlambat saat harus membentuk pondasi kultivasinya. Jadi tingkat kultivasi mereka justru tergantung pada ego mereka saat memilih untuk mulai berlatih.
Para pemimpin sekte dalam generasi saat ini sudah mulai melatih penerusnya. Wen Rouhan sebagai pemimpin Qishan Wen juga melakukan hal sama. Namun seperti biasanya entah mengapa penerusnya malah terhambat dalam berkultivasi. Hal ini tentunya membuat Wen Rouhan semakin kalut mengingat putra-putra nya masih belum bisa mengukirkan namanya disaat para penerus sekte lain sudah mempunyai pondasi yang kuat sebagai pijakan mereka. Dia takut disaat Qishan Wen dipimpin oleh penerusnya nanti, sekte ini langsung tenggelam karena kehebatan para penerus sekte lain. Dia sudah bersusah payah untuk mencapai puncak kultivasinya sedang kemampuan putra-putranya ternyata tidak ada peningkatan berarti.
Qishan Wen memang terkenal karena pemimpinnya yang sekarang sangat kuat. Namun hal ini berbanding terbalik dengan calon penerusnya. Wen Xu, cukup kuat dalam hal kultivasi. Tapi tergolong biasa-biasa saja di bandingkan kultivator seusianya yang sudah di gadang-gadang menjadi kultivator kuat di generasinya.
Jika Wen Xu cukup kuat sebagai seorang kultivator meski belum cukup kuat untuk di sandingkan dengan kultivator dari sekte terkemuka lain di generasinya. Maka adiknya, Wen Chou justru lebih parah daripada dia. Disaat kultivator muda dari sekte lain yang segenerasi dengannya sibuk membuat pondasi yang kuat untuk kultivasi mereka, Wen Chou malah sibuk bermain-main dengan gadis-gadis cantik yang menarik perhatiannya karena terlalu menanggap tinggi dirinya sendiri. Hal ini mengakibatkan tingkat kultivasinya jauh lebih rendah dari kultivator sekte lain yang segenarasi dengannya. Bahkan jauh lebih buruk dari kultivator dibawah generasinya.
Wen Rouhan sudah berusaha agar penerusnya bisa menjadi penerus yang bisa diandalkan nantinya. Namun, hal ini sama sekali tidak membuat penerusnya mampu mencapai titik yang dia inginkan. Segala upaya dilakukannya untuk mencatatkan nama sektenya sebagai yang terkuat namun itu sepertinya tidak akan bertahan lama setelah dia turun tahta nantinya. Hal inilah yang membuat Wen Rouhan merasa tidak tenang dan mulai berusaha menjadikan sekte-sekte lain sebagai bawahannya agar mereka tidak akan berani melawan sektenya. Hanya ini yang bisa menjadi jaminan sementara agar sektenya tidak akan langsung tenggelam setelah dia menyerahkan kekuasaannya ada penerusnya. Setidaknya mereka masih akan berpikir dua kali untuk meletakan jari mereka pada sektenya meski dia turun tahta karena dia masih akan mengendalikan sektenya dari balik layar.
TBC
Hola.... Ai datang bawa cerita baru... Udah di publish kemaren tapi ternyata typo beredar... Jadi aku perbaiki dulu. Btw ini cerita udah lama jadi draft dan daripada menuh-menuhin draft jadinya di publish juga, kan sayang kalo di hapus😁
Last, Happy Reading dan kalau berkenan Vomment please😉
KAMU SEDANG MEMBACA
Counterattack 『Mo Dao Zushi』
RandomSummarry: Sekte Qishan Wen semakin merajalela dan bertindak semaunya setelah pemimpin mereka Wen Rouhan mencapai Puncak Kultivasinya. Wen RouHan merupakan alpha terkuat dari generasinya. Hal ini membuat Sekte Qishan Wen merasa mereka lebih tinggi d...
