ketua Araster itu berwajah sangat amat sempurna dan dia terkenal karna wajah dan sifat dingin nya, tetapi ketika dia marah maka dia tidak memandang bulu sekalipun,
Banyak kejadian² yang mengganggu pikiran nya tapi bagaimana jika ada gadis lugu dan...
Hai gaess ini cerita pertama aku Semoga dengan cerita pertama aku ini bisa Ngebuat kalian terhibur...
Maap aja ya kalo cerita ini banyak typo Maklum baru nyoba hehe
HAPPY READING 🌛
Segerombolan lelaki dengan jaket kebanggan nya "Araster" ya, itu nama geng yang ditakuti para warga sekolah SMA pelita termasuk orang² diluar sana yang juga mengetahui tentang kejam nya geng Araster.
Segerombolan lelaki tersebut memarkirkan motor mereka didepan SMA pelita. Geng tersebut diketuai oleh seorang cowok yang memiliki kepribadian yang sangat kejam terutama kepada orang² yang berani mengusiknya, cowok itu adalah...
"Milan Argasa! Dari tadi gue panggilin ga nyaut² lo" Yup sahabat Milan lah yang memanggilnya karna kalo orang lain mana berani mereka. Ia sahabat Milan sejak meninjak kelas 8 SMP yang bernama Dito yaa walopun kelakuanya yang konyol namun itu adalah daya tarik nya tersendiri yang mampu membuat orang² disekeliling nya tertawa dengan tingkahnya.
Cowok yang tingginya melebihi Dito pun menaiki sebelah alisnya ketika Dito terus memanggil nya, Milan selalu dingin dan datar pada semua orang kecuali ketika sedang dengan keluarga nya yang 1 tahun lalu semua meninggal karna aksi pembunuhan,
tetapi ia hanya memberi berita kepada semua orang bahwa keluarganya meninggal karna tragedi kecelakaan beruntun, ia sudah mencari tahu siapa yang telah tega membunuh kedua orang tuanya dan adiknya, adik Milan berumur 15 tahun ia adalah gadis yang paling dijaga oleh Milan tapi naas kejadian itu menimpa nya.
Sejak itu lah sifat kejam, dingin dan tidak berperasaan muncul pada Milan. Yang anehnya adalah Milan tidak menemukan bukti² tentang si pembunuh, entahlah mungkin suatu saat ia bisa membalaskan dendam nya kepada orang tersebut
"lo ye maen pergi aja ninggalin kita, kebiasaan lo lan" kesal Dito pada sahabat nya yang hanya mengangkat bahu nya acuh dan jangan lupa wajah datarnya yang selalu menghiasi wajahnya
Milan memiliki 5 sahabat yang pastinya mereka anggota inti dari Araster, mereka bernama Dito, Ilyas, Daniel, Marko, Mail. Dari kelima sahabat nya hanya Dito dan Daniel yang No have akhlak.
Mereka berenam pergi kekelas masing², yang sekelas dengan Milan hanya Marko dan Ilyas, yang berada dikelas 11 MIPA 3 lain hal nya dengan ketiga sahabat nya yang berada di kelas 11 IPS 3
*****
disuatu tempat yang berbeda seorang Gadis dengan nyenyak nya tidur dan seorang wanita paruh baya menggelengkan kepalanya ketika melihat anaknya yang masih enak tidur dengan gaya yang tidak ada cantiknya, kepala menggelantung dibawah sedangkan badanya berada diatas kasur nya.
"berlin anak mamah yang dosa nya udah numpuk! CEPET BANGUN!! KAN KAMU MAU KE SEKOLAH BARU!!" Perempuan yang diteriakinya itu replek terjatuh dari tempat tidurnya membuat sang empu meringis kesakitan.
"MAMPUS! suruh siapa dari tadi belum bangun, sana mandi sekarang udah jam 7!" dengan tega sang ibu pun menyeret kaki sang anak, pemilik kaki tersebut pun yang sedang mengumpulkan nyawa terlonjak kaget ketika kakinya diseret ke arah kamar mandi.
"Ish, iya iya ini Berlin mau mandi" gerutunya kesal ketika badan nya masih merasakan nyeri. Ibu nya yang bernama citra pun terkikik geli melihat anaknya yang terlihat kesal.
Ia pun akhirnya menyiap kan sarapan untuk nya dan putrinya. citra hanya tinggal bersama Berlin karna 2 tahun yang lalu suaminya meninggalkanya demi wanita ular yang make up nya lebih terlihat seperti badut.
Gadis itu pun menghampiri ibunya dengan rambut yang tergerai indah, mata coklat indahnya yang selalu memancarkan kebahagiaan nya. Kaki mungilnya berlari menuruni anak tangga dan berlari ke arah ibu nya dan langsung memeluknya.
"mah, Berlin bawa bekal makan aja yaa soalnya sekarang udah telat" Berlin tersenyum ketika sang ibu mengusap pelan kepalanya dengan sayang.
"iya sayang hati², mamah sekarang libur kerja jadi nanti pulang sekolah mamah jemput" ia pun hanya mengiyakan ucapan mamahnya dan mencium pipi tirus citra lalu pergi bersama supirnya.
Bersambung....
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
MILAN ARGASA
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.