Welcome, Bestie👋
Hope you enjoy this, thanks for come in💘
✨✨✨
°
°
[My baby❤️]
[Anak ini bikin nggak bisa tidur, sumpah.]
[Kenapa lo ganteng sih, Ar?]
[Arka alumni mana, sih?]
[Anak tekhnik ni Bos😎]
Disha mendengkus, berhenti menscrool chat whatsap dari grup camaba yang tengah ramai-ramainya membicarakan sosok pemuda yang katanya tampan bernama Arka.
Ceritanya tadi siang ada webinar lewat zoom. Zoom umum untuk semua maba part dua setelah kemarin sempat zoom online juga untuk pembukaan General English (Salah satu program kampus untuk maba).
Bisa ditebak, situasi serupa seperti zoom part satu kemarin, Arka kembali jadi perbincangan hangat karena parasnya yang luar biasa menarik perhatian.
Arka Widjaya si anak TI.
Namun, bukan itu yang membuat sosok Disha merasa kesal. Ia pun mengakui kalau Arka memang tampan. Apalagi untuknya yang memang sering melihat pemuda itu secara langsung. Wajah Arka memang termasuk sempurna untuk ukuran manusia, tapi yang mengesalkannya adalah dia cemburu! Udah gitu tidak bisa apa-apa karena Arka masih belum terikat hati dengannya.
"Dia punya gue!" Disha menyuarakan kekesalan, ingin meneriakkan kalimat tersebut di depan dunia.
Berkali-kali Disha ketik kalimat tersebut dan langsung dihapus karena tak berani mengirimnya.
Benar, Arka memang miliknya. Itulah alasan kenapa ia merasa panas saat beberapa gadis secara terang-terangan mengaku suka pada pemuda tersebut.
Tidakkah mereka berpikir kalau orang setampan Arka tak mungkin single? Tapi ya itu tadi, hanya status saja yang ada. Sementara hati masih belum terikat dengan cinta.
"Kenapa, sih, Sha?"
Cukup terkejut, Disha secara refleks menutup layar ponsel. Persis seorang istri yang kepergok selingkuh. Ditatapnya Arka yang tampak bingung menatapnya. Alis tebal miliknya terangkat sebelah.
Gadis itu menggeleng. Tidak ada apa-apa, maksudnya.
Memutar bola mata, Arka lanjut berjalan mendekati kulkas, membuka lemari es tersebut guna mengambil air kemudian menenggaknya.
Disha terus memerhatikan. Ikut menelan ludah kala melirik jakun pemuda itu yang naik turun.
Bolehkah Disha mengucapkan kata-kata kasar sekarang? Pemuda itu terlihat sangat sexy!
Damn shit!
Cepat-cepat Disha menggeleng, mengalihkan pandang.
"Mau masak apa lo?" Terdengar suara Arka bertanya dari belakang. Masih dari depan kulkas.
Disha meraih wortel, buncis, dan tempe.
"Sambel tempe. Lo nggak keberatan, 'kan?" tanyanya. Takut Arka tidak suka.
Arka menggeleng, pertanda kalau ia tak masalah dengan itu. "Gue ada online class, jangan berisik kalau masuk kamar."
Disha mengangguk, terlihat tak acuh dan mulai sibuk membersihkan wortel dan buncis di westafel.
Arka yang merasa sudah selesai urusan pun memilih meninggalkan dapur untuk kembali ke kamar. Memulai kelas online untuk General English yang masih berlaku sampai tiga minggu ke depan.
YOU ARE READING
Sorry, He's Mine!
General FictionBangun tidur langsung bangun rumah tangga, siapa? Ya Arka sama Disha nih! ~ Hai^^ Welcome^^
