:)

305 14 1
                                        

Mentari telah bersinar, awan pun terus berpijar mencurahkan siang ini yang begitu terik membuat banyak orang hanya ingin bermalas-malasan.

Bukan dan iya mungkin untuk gadis satu ini,

"dua puluh...enam puluh..."

"aishh...kenapa tabunganku semakin menipis saja sih" kesalnya melempar beberapa uangnya.

Drt..drt

Relisa Monab kini membuka ponselnya yang tengah bergetar dihadapannya, ia lantas membuka untuk melihat apa pesan yang masuk dalam ponselnya.

"tagihan kartu kre..ashh sialan" ucapnya membuang ponselnya kasar, berdecak kesal dan menggaruk rambutnya kasar relisa kini hanya mengumpat pada dirinya sendiri.

Hari ini memang hari dimana dirinya dapat bersantai ria dimansion kecilnya, sesekali ia menikmati hidupnya dengan menonton drama sembari memakan ramyun kesukaannya sudah membuat dirinya berasa berada di surga pikirnya.

Sampai dimana... Tok tok tok,

Ada seseorang mengetuk pintu rumahnya, membuat relisa kini menegakan tubuhnya dan melihat siapa yang datang disiang bolong begini, sungguh ia sangat malas untuk berjalan kepintu yang hanya berjarak 3 meter dari tempat ia duduk.

"ya...siapa.." ucapnya sembari membuka pintu, "selamat siang...maaf menganggu waktunya," ucap pria muda didepannya dengan senyum yang dikembangkan menyapa relisa.

"ah ya" balas relisa menatap pria yang ada dihadapannya sedang membawa sebungkus kantong makanan.

"begini saya penghuni kamar baru di sana, tadi aku baru saja selesai pindahan dan aku terlalu banyak membeli makanan jadi aku ingin membagikannya padamu dan penghuni lantai ini" ucapnya menjelaskan pada relisa.

"ah.." relisa menatap kamar yang sedari kemarin kosong kini sudah terisi oleh pemuda dihadapannya, "kalau begitu ini terimalah" ucap pemuda itu memberikan pada relisa.

"tunggu...aku tidak harus membalas makanan ini bukan" ucap relisa tiba-tiba, "apa?" pemuda itu yang bingung.

"ck..aku kembalikan," relisa mengembalikan dengan paksa, "tunggu bukan beg.."

Brak

Relisa menutup pintu dengan kasar memasang wajah kesal dan badmoodnya sedari tadi, sungguh hari minggu ini ia sangat sensi untuk bertemu orang, mungkin.

Sampai dimana ia mengotak ngatik ponsel miliknya membuka room chat dan kosong, tidak ada siapapun disana yang mengiriminya pesan layaknya tak berpenghuni relisa hanya menghela ingin menutup ponselnya saja namun...

Ting

Tiba-tiba saja relisa mendapatkan notifikasi baru,

Class Sastra inggris
Seseorang tak dikenal telah mengundang anda

Untuk besok kita akan mulai kelas lebih awal jadi jangan sampai terlambat -dosen

Yahh ma'am :( -siswa

Okey ma'am -siswi

Relisa yang hanya membaca menghela lagi dan lagi, ya dirinya memang baru saja menambahkan kelas untuk dirinya sendiri bukan karena ia ingin terlihat pintar hanya saja ia tidak punya pilihan lain karena memang ia mempunyai cukup waktu untuk menambah kelas dalam jadwalnya.

Walau begitu relisa cukup senang menambah wawasan yang ia tak pernah eksplor lebih dalam, itung-itung menambah pengalamannya.

***

Unlikely Love SparksHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora