1. Kenyataan atau kebohongan?

23 5 1
                                        

Hembusan angin menggerakan rerumputan ditanah Beschermer yang dingin nan agung. Daun-daun pepohonan seakan menari mengantarkan sebarisan pasukan berkuda dengan kaki-kaki logam yang kokoh membawa panji-panji kebesaran, kegagahan dan kekesatriaan Beschermer. Para penunggangnya duduk tegak agak mendongak diatas kuda-kuda yang berkecipak berlari membuat daun dan ranting terkoyak, serta menandai tanah bersalju yang dilaluinya dengan jejak. Jumlah mereka tidak banyak, paling tidak hanya 50-an orang saja. Kesemuanya dipersenjatai dengan pedang dipinggang dan perisai yang dikaitkan dipunggung. Beberapa membawa tombak dan kapak, yang turut menghiasi pergerakan bagai ombak pasukan ini. dan tampak jelas terlihat kemudian dari panji dan bendera mereka, pasukan berkuda itu dari satuan Kavaleri khusus ibukota yang dipimpin langsung oleh putra mahkota kerajaan Beschermer.

Pasukan Kavaleri ini tidak berderap secepat tadi, langkah mereka dilambatkan untuk mengambil nafas sejenak... Ya, nafas bagi mereka dan kuda mereka.

"Oi oi oi Gustav, kau yakin apa yang dikatakan Intelijen kita benar? Akan tidak lucu bila Kavaleri khusus ibukota disuruh bertempur jauh dari kawasan nya."

pertanyaan yang bernada tuduhan dari seorang Prajurit... Tidak, dia bukan Prajurit Kavaleri biasa. Kokoh duduk diatas kuda cokelat nya dengan tangan memegang tali kekang, baju zirah dan helm Ispata nya termandikan cahaya matahari yang cukup membuat hangat di pagi musim dingin ini. Otot dan lekuk tangan disertai Panah yang terselempang di punggung nya menjelaskan bahwa dia adalah pmanah handal. Dari jubah nya pun dapat diketahui, dia salah satu pentolan dari pasukan ini.

"Tentu Tuan, Intelijen kita selalu akurat memberikan informasi." yang ditanya menjawab gagah di mulutnya, dengan setitik kecil keraguan dihatinya. Untungnya, keraguan itu tersembunyi dibalik baju zirah dan anyaman logam standar yang dipakainya.

"Masalahnya yang kita hadapi menurut laporan mereka tak lain adalah bukan manusia, BIKER (Badan Intelijen KERajaan) tak punya pengalaman untuk itu. Aku tak punya alasan untuk mempercayai bajingan-bajingan bodoh itu."

"Tahan mulutmu tuan Jack Artashir, bahkan pasukan khusus seperti kita pun baru menghadapi hal seperti ini. Serangan terakhir makhluk-makhluk durjana ini bila tak salah 600 tahunan yang lalu." 

Prajurit lain ikut menimpali. Dia jelas berbeda dari yang lainnya, dengan helm ispata berhias emas bertengger kokoh dikepala nya, Zirah yang melekat dan melindungi tubuhnya ditambah jubah bergambar elang berkepala dua dililit ular dan buaya bersayap dengan latar berwarna emas yang menghiasi punggungnya nampak berkibar serentak dengan tapak-tapak, lambang kebesaran Beschermer. Jelas, dialah orang yang memimpin segerombolan pasukan yang bergerak menerobos hutan ini.

"Tepatnya serangan terakhir mereka 695 tahun yang lalu. Aku lebih suka menyebutnya 700 tahun yang lalu pangeran Peter Espada." jawab Jack Artashir sambil tersenyum manis dibalik garangnya helm Ispata yang menutup hampir semua wajahnya, kecuali mata, hidung dan sebagian mulut.

Yang diajak bicara diam saja, mata nya tajam menyorot ke arah depan. Seakan menantang siapa saja yang berani muncul dari ujung pandangan.

"Kita istirahat sejenak disini, Gustav, Edder dan Hermann lakukan pemeriksaan dengan radius 300 M dari sini. Jack dan tuan Gunther Vialiki ikut bersamaku. Sisanya beristirahat!"

"SIAP"

perintah itu datang dari pemimpin pasukan, Peter Espada. Satu dari sekian banyak anak Raja Espada IV, penguasa Kerajaan Beschermer. Peter membuka Helm Ispata berhias emas yang bertengger dikepala dan memeluk helm itu di dada, sehingga terlihat lah seorang Pria berwajah ksatria yang terlihat masih muda : kulit nya putih bersih, dihiasi hidung mancung dan rambut pirang nya yang gondrong, disisir rapih sehingga membelah ke kanan, menciptakan suatu sekat antar rambut nya. Kumis-kumis dan brewok nya yang tipis membuat nya semakin terlihat berwibawa.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 18, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

TEROR MONDURJAStories to obsess over. Discover now