Part 01

8.2K 406 36
                                        

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


Suara gemuruh tepuk tangan menyambut datangnya seorang pemuda yang kini telah berdiri di panggung dengan piala yang ia pegang dengan kedua tangannya. Senyum tampannya mampu membuat teriakan para siswi ikut menyatu dengan tepuk tangan yang kian membanyak.

Sosok kecil yang terhimpit di antara kerumunan orang-orang lainnya hanya bisa menghela nafas saat tubuhnya di hempit siswa dengan badan yang lebih besar. Tangan mungilnya ikut bertepuk tangan saat pemuda yang baru saja memenangkan perlombaan itu turun dari atas panggung.

Pemuda bertubuh kecil itu berlari menghampiri sang kekasih. Memeluknya senang karena lagi, lelakinya itu bisa mendapat juara. Entah untuk yang ke berapa kalinya.

"Selamat ya, Minho."

"Hadiah apa yang akan kau berikan padaku setelah kemenangan ini, hm?"

"Kenapa kau selalu meminta hadiah dari ku, huh!"

Bibir yang tertekuk itu sukses membuat pemuda yang ada di depannya tertawa gemas. Melihat wajah manis kekasihnya yang merengut lucu adalah keseruan tersendiri untuknya.

Akhirnya ia mengalah, meminta maaf dengan lembut seraya mencubit gemas pipi sang kekasih. Keduanya tertawa bersama. Tak memperdulikan banyaknya tatapan iri dan kesal yang orang-orang tujukan, lebih tepatnya pada Han Jisung.

Lelaki dengan paras cantik itu menggandeng lengan sang kekasih, berjalan menjauhi lapangan setelah mendengar intruksi bahwa acara akan segera di tutup.

***

Decitan ranjang tak ter elakan. Desahan keras yang mengalun indah dari bibir merah si manis membuat pemuda yang tengah menggerakan pinggulnya itu menggeram pelan. Memuja setiap sisi menggoda dari kekasihnya.

Jisung mengalungkan lengannya, mengelus rambut Minho sedikit kasar. Mulutnya yang terbuka tak mampu lagi bersuara. Pemuda di atasnya ini bermain dengan di penuhi nafus besar.

"Kau belum puas? Ini sudah untuk ke tiga kalinya."

Pemuda tampan itu terkekeh. "Kenapa? Aku hanya mengambil hadiahku."

[✔︎] Full Of Pain || MinsungStories to obsess over. Discover now