Antara aku senja dan pagi
Ada rindu yang terpendam
Yang tak sengaja tergoresi
Membuat jiwaku luka mendalam
Tak tahu harus bagaimana
Rinduku tak akan menepi
Menggelegar membela angkasa
Merasuk menembus Nadi
Rindu ini
Masih saja belum menepi
Rintiknya masih menetes rapuhkan hati
Membanjiri tubuh yang hampir hilang harapan
Tentang nada rintiknya
Aku ingin berbisik padanya
Kembalilah kepadaku
Aku sungguh mencintaimu
Karya : Desilya Herwawan
YOU ARE READING
Setapak Rindu
PoetryPuisi ini menceritakan tentang Rindu yang terus menggoreskan luka yang cukup sakit pada hatinya sehingga membuat dia hancur berkeping- berkeping
