1

12.6K 554 313
                                        

Alina menatapnya tajam. Matanya menelusuri Anand dari atas sampai bawah. "Aku pikir, kamu akan setampan apa saat menikah, tapi rupanya kamu terlihat biasa saja."

"Apakah tujuanmu kemari hanya untuk menghinaku?"

"Tanpa kulakukan kamu sudah hina, kok." Senyum Alina semakin melebar. Dia mengeluarkan tiga testpacks dari tas kecilnya. Diletakkannya di meja dekat Anand berdiri. "Aku ke sini untuk memberitahumu bahwa aku hamil. Kalau kamu tidak percaya ini anakmu, aku setuju kalau kamu mengajukan tes DNA."

Wajah Anand berubah menjadi pucat pasi. Dia menatap Alina tak percaya.

"Kamu pasti senang, akan punya anak dari dua perempuan yang berbeda. Tenang saja, aku tidak meminta pertanggungjawabanmu. Aku akan membesarkan anak ini sendiri, atau dengan bantuan pria lain. Aku rasa tidak masalah, kan? Kamu kan juga bernasib begitu dulu, dan masa depanmu baik-baik saja sejauh ini kulihat."

"Kamu ingin menikah dengan laki-laki lain?" Rahang Anand mengeras. "Kamu pikir, aku akan membiarkanmu membesarkan anak ini dengan laki-laki itu? Jangan harap demikian, Alina. Semua laki-laki yang dekat denganmu akan habis denganku!"

Alina hanya tertawa mendengar ancaman itu. "Aku rasa, kamu yang habis duluan sebab ayah kandungku adalah calon ayah mertuamu. Dia tidak akan membiarkan laki-laki bajingan sepertimu dekat denganku. Cukup anaknya yang lain saja yang jadi korban."

"Kamu... kamu sudah tahu kamu anak kandung Pak Doni?"

Jadi rupanya Anand sudah tahu ayah kandungku, pikir Alina masam.

"Kamu tidak bisa semena-mena lagi padaku, Anand," jawab Alina, tetap bersikap tegas di hadapan Anand. "Aku akan membuatmu menderita."

"Apa maumu sebenarnya?!" bentak Anand murka. "Kamu mau harta Pak Ivan? Kamu mau memperoleh kembali rumahmu ini? Kamu tahu kan, aku ini anak kandung Pak Ivan! Aku yang berhak atas semua harta yang kamu nikmati selama ini. Kalau hanya harta yang kamu inginkan, aku bisa mengusahakan memberimu saham..."

"Aku ingin melihatmu menderita," tandas Alina dingin. "Aku ingin kamu merasakan semua sakit yang kamu torehkan padaku."

Setelah kepergian ayahnya, Alina diterpa cobaan lain. Tunangannya, Anand, meninggalkannya demi menikahi wanita lain.

Alina bertekad untuk membalas dendam. Dia tidak peduli sekalipun dia harus menikah dengan Topan, pria yang jauh lebih tua darinya.



───── ✦ ─────


Rini Suryaatmadja has requested to follow you.

Request denied.

Denting notifikasi ponsel Anand berulang kali berbunyi. Hidupnya berubah drastis sejak dua tahun lalu, lebih tepatnya saat hubungan asmaranya dengan Alina si sutradara kondang tercium publik.

Wajah Anand kerap terpampang di berbagai media. Konsekuensi dari popularitas kekasihnya itu mengundang banyak wanita mengusik kehidupan pribadinya.

Setiap hari Anand mendapat pesan-pesan penuh godaan, dari sekadar sapaan manja hingga tawaran yang tidak masuk akal, membanjiri kotak masuk Instagr*m miliknya setiap hari.

Dari sekian banyak nama yang berusaha menarik perhatiannya, ada satu yang paling berbahaya yaitu Rini, si putri tunggal dari pemilik rumah produksi raksasa tempat Alina bernaung dan mendedikasikan seluruh karya penyutradaraannya. Sudah terhitung belasan kali Anand menolak permintaan pertemanan dari akun pribadi Rini. Dia sama sekali tidak ingin berurusan dengan perempuan itu.

Sayangnya penolakan diam-diam tersebut tampaknya justru membuatnya semakin nekat. Anand terbelalak saat tiba-tiba melihat rentetan foto yang baru saja dikirimkan oleh wanita itu.

Foto-foto dengan pose provokatif dan pakaian yang sangat tidak pantas terpampang jelas di layar. Darah Anand berdesir cepat. Ada ketakutan mendalam yang tiba-tiba menyergap sanubarinya.

Pria itu ahu jika dia lepas kendali sedikit saja, dia bisa menghancurkan hubungannya dengan Alina.

Rini begitu cantik, terlalu cantik malah. Alina juga cantik, tapi sikapnya yang anggun dan menjaga kehormatannya, membuat Anand enggan untuk berbuat yang tidak-tidak dengannya.

"Sayang? Fokus banget sama handphone-nya," tegur Alina, cemberut tidak diperhatikan oleh tunangannya. "Gimana? Bagus nggak? Eh.... Sayang?"

Sebisa Dirimu Mengkhianati #CompletedStories to obsess over. Discover now