000

1.2K 101 32
                                        

Berisikan cerita dewasa yang mengandung unsur kekerasan motif terhadap pembunuhan dan lain sebagainya!

🕯️Happy reading🕯️

Rintik-rintik air berjatuhan dari langit yang gelap, angin kencang ikut serta dalam derasnya hujan yang semakin besar seiringnya berjalan waktu. Malam yang gelap, tidak ada bintang dan nampaknya hanya terlihat bulan indah di langit yang kelam.

Pemuda tinggi terus menatap wanita yang berbaring tepat berada di mata tajamnya seperti belati. Bibir tipis merapat lurus, tidak adanya ekspresi pada wajah tegasnya yang terkesan tampan.

Pembohong

"Kau berkata namaku akan selalu berada di hatimu... tapi saat aku melihatnya namaku tidak ada dihatimu."

Ucapnya pelan terdengar berbisik.
Kaki jenjangnya berjalan melewati wanita berparas cantik itu meninggalkan nya sendirian. Kedua tangan mengambil sebotol air minum untuk membersihkan sel merah yang berceceran pada lengan kekarnya.

Setelah membersihkan, pemuda tinggi dengan rambut panjang nya yang diikat itu tidak lupa memisahkan bagian-bagian tubuh indah sang kekasih yang akan dibawanya nanti.

"Aku pernah bilang padamu... jangan pernah tebar pesona didepan semua orang. Sayangnya kau tidak menuruti permintaan ku."

Tersenyum tipis ia kembali membawa kekasihnya yang diam membisu untuk keluar pada malam hari yang dingin.

"Namun, karena terlanjur cinta maka aku putuskan untuk membantumu sayang."

_ _ _ 🖤 _ _ _

"Berita pada siang ini, terjadi dan terjadi kembali. Seorang wanita yang diketahui berusia 26 tahun ditemukan dengan keadaan yang mengenaskan.
Aparat kepolisian mengatakan jika sang korban adalah kekasih dari sang pelaku."

"Warga setempat menjadi saksi, tak sengaja melihat tubuh dan beberapa organ sang korban berserakan di berbagai tempat."

"Uhh itu sangat mengerikan, benar kan
Cebol"

Ujar seorang manusia yang tidak diketahui gendernya pasti, ia kembali mengambil makanan cemilan yang sudah disediakan dari pemilik rumah tersebut.

Ia mengangguk.

Balas pemuda dengan tingginya dibawah rata-rata seorang pria. Rambut hitam seperti gagak dengan manik biru tua-nya, tak lupa kulit putih seperti susu menambahkan nilai plus pada kecan-tampanan nya.

Saat ini mereka hanya berdua, duduk manis sambil menonton sebuah berita yang membuat sebagian penduduk
Jepang takut untuk keluar pada malam hari. Manusia yang tidak diketahui gendernya pasti, asik dengan cemilan kesukaan-nya, sedangkan sang pemilik rumah mengerjakan sebuah cerita yang akan dipublikasikan nya nanti.

Pemuda bermanik biru tua memegang pundak makhluk didepannya.

("Kau sudah selesai?")

Yang dipegang menoleh kan kepalanya. "Sebentar lagi, mumpung banyak cemilan yang kau sediakan. Sangat disayangkan jika tidak dihabiskan, bukan?" Balas waria itu meminum teh yang dibuatkan dari pemilik rumah.

Sang pemilik rumah hanya menatap-nya datar.

"Levi. Apa kau hari ini akan pergi kerumah sakit? Aku sarankan untuk tidak pergi terlebih dahulu."

PenulisHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora