"Cinta tak mungkin berhenti, secepat aku jatuh hati"
Tangga
Happy reading....
Seperti bintang yang lebih indah jika disertai dengan sinar bulan pada malam hari. Seperti Cinta Arsa dan Aksara yang melengkapi, Arsa seorang bintang dan Aksara Bulan, lalu bagaimana jika bulan pergi selamanya? Tenang bintang tetap bersinar seperti biasa, tapi kepergian Aksara juga membuat luka dalam bagi Arsa.
Janji yang diucapkan Aksara terganti dengan suara kumandang tahlil ditelinga Arsa. Rasanya seperti dihujam benda tajam dihati Arsa atas kepergian Aksara.
"Kenapa kamu menyerah, Aksara? Padahal Bintang selalu ada buat kamu. Kenapa harus milih nyerah ninggalin aku Aksa." Arsa susah payah tidak menangis di depan jenazah Aksara namu akhirnya pertahanannyabluruh juga.
"Aksa bangun, ini aku Arsa ada buat kamu."
"Bangun Aksa, katanya bulan selalu ada buat bintang. Tapi kamu bohong kamu pergi."
"Aksa," teriak pilu Arsa.
Cerita Aksara dan Arsa sudah berakhir. Untuk menerima kenyataan bahwa Aksa sudah pergi selamanya membuat Arsa sedikit tergucang.
Pindah dari Jakarta ke Bandung dengan alasan dekat dengan Aksara membuat Keluarga Arsa sekarang berada di Bandung.
Arsa sadar bahwa kepergian Aksara tak membuat kehidupannya berhenti. Sampai di mana Arsa masuk universitas tenama di Bandung. Seseorang masuk dalam kehidupan Arsa dengan kondisi yang sama dengan Aksa. Apakah Arsa harus menerima meski ia tau akan berakhir sama.
°°°°°
Saya bersumpah akan menekan bintang.
ESTÁS LEYENDO
N A D I R
Novela JuvenilAda apa dengan hati yang selalu mencintai jiwa yang telah pergi. (Arsa) Aku tidak bisa menjamin kebahagiaan mu, tapi tolong tetap di sisi ku, aku berjanji tidak akan menyakiti mu. (Kaivan) Jangan terlalu banyak membenci, kenangan itu bagian dari hi...
