Awal

10 1 0
                                        

Suara sirine ambulans, mobil polisi beradu di jalan raya menuju sebuah apartemen mewah nan elit di tengah ibu kota. Suara tembakan yang terdengar di lantai 5 gedung mewah itu baru saja terdengar. Dan mengakibatkan seseorang di sana kritis.

Pecahan kaca gedung yang sudah mengotori area apartemen, dan berbagai kerusakan yang disebabkan adu tembakan yang tadi sempat pecah. Warga di dalam apartemen yang berjumlah 13 lantai itu pun berhamburan keluar gedung dan mencari area aman, setelah mendengar tembakan itu.

____

"Unit apartemen milik siapa ini angel?" Tanya Elma kepada temannya Angel.

"Kau tidak tau? Ayah angkat mu itu sangat amat kaya. Entah dari mana saja sumber hartanya itu... AHAHAH kuharap kau tidak penasaran dari mana saja hartanya." Ucap Angel sambil menggelengkan kepalanya, Mengetahui Elma belum tau seberapa banyak harta dari bos nya itu.

"Ini sangat mewah tapi tidak ada yang istimewa di sini. Kenapa kau ajak aku kesini? Ini sangat membosankan untuk ku berlibur di Indonesia."

"Lebih baik aku bersama pacarku yang tampan itu untuk pergi berlibur, ya Tuhan bahkan aku belum menemui nya setelah aku kembali ke sini"
Lanjut Elma, sambil menghela nafas nya.

"Kau tidak tau seberapa bahayanya jika kau terus bersamanya"
Tegas Angel kepada Elma entahlah walaupun Angel tau Elma sudah mengetahui yang ia tengah hadapi, Elma masih juga mempertahan pacarnya yang seorang abdi negara itu. Bukan apa, Angel juga tidak mengetahui pangkat sebenarnya dari pacar temannya itu. Bisa jadi malah membahayakan pekerjaan nya, dan juga bosnya yang seorang ayah angkat Elma.

"Aku tidak peduli, aku sangat menyayanginya. Oh iya ada yang aneh dengan lukisan ini" Elma menyadari ada yang aneh pada salah satu lukisan bangunan di belakang sofa lebar itu.

"Angkat saja lukisan nya tidak terlalu besar juga. Dan liat apa di dalamnya." Dan Elma pun menuruti apa perkataan Angel. Ketika dia mengangkat lukisan tersebut dan menaruhnya di sofa. Elma terkejut ada sebuat pintu seperti lemari. Elma menatap Angel penuh tanya, tak ada jawaban. Ketika Angel mengucapkan beberapa kata seperti simbol tertentu. Mendadak pintu kecil itu terbuka, melihatkan sebuat tombol yang berbentuk seperti knop pintu. Ketika Elma pencet, betapa terkejutnya dia melihat tembok tadi ternyata bergeser menampilkan ruang yang terdapat berbagai emas batangan dan beberapa benda mewah yang tak tertaksir harganya itu.

Elma pun berjalan ke dalam ruangan itu, masih tertegun dengan isi ruangan di balik tembok itu. Ada beberapa patung-patung hewan yang di lapisi emas, beserta emas batangan. Dan ada satu yang menarik perhatian nya, sebuah berlian yang seukuran buah ceri dengan warna merah muda bening bersinar. Berlian itu tergeletak mewah di balik kotak kaca yang sangat tebal.

"Itu salah satu curian paling bersejarah bagi kami. Itu sebuah berlian dari museum terkenal di Prancis. Berlian itu sangat berharga dinilai dari kayanya sejarah yang terkandung dibalik terciptanya. Itu mungkin tidak terlalu besar dibanding banyaknya berlian terkenal di museum yang sama, tapi mengingat bagaimana itu adalah berlian yang sangat di inginkan mendiang istri bos." Jelas Angel sedikit penuh haru. Bos nya bisa saja membeli berlian dengan ciri khas yang sama, namun ia memilih untuk mencurinya.

"Aku sedikit terharu mendengar nya, tapi mengapa barang ini ada di tempat seperti ini. Apa tidak ada yang curiga?" Tanya Elma mengingat apartemen ini terletak di tengah ibukota.

"Tentu saja tidak, pihak keamanan Prancis mungkin akan mengira pencurinya adalah mafia Mexico. Mengingat mereka cukup mencurigakan karena di anggap sering mencuri koleksi di museum terkenal."

"Dan mereka juga berfikir kalo Mafia Mexico itu akan menyimpannya di daerah timur tengah, karena itu bisa dianggap gudang harta mereka. Dan yang kau tau, mana berani mereka terhadap mafia murahan seperti mereka." Jelas Angel panjang lebar, yang hanya diangguki Elma yang kurang mengerti.

"Oiya kau tidak bilang kan ke pacarmu kalau kau tidak ada di Indonesia bersamaku?" Tanya Angel, ia tau Elma cukup bodoh mengingat siapa Elma sekarang.

"Tentu saja aku bilang aku ke Indonesia bersamamu, dan aku juga bilang aku sedang di sini." Jawab Elma yang cukup senang. Tadi baru saja Elma mengabari pacarnya yang sedang bertugas itu.

"Sialan... Kau ini bodoh atau bagaimana sih. Bisa mati di sini aku."
Ucap Angel khawatir, ia langsung menyeret Elma keluar dari ruangan itu. Kemudian Angel menutup semua pintu rahasia tersebut. Elma yang masih bingung hanya melihat temannya yang sibuk menelepon sana sini. Lalu Elma melihat temannya itu mengeluarkan pistol dari sebuah laci di bawah meja dapur.

"Kau ini ken-" belum selesai Elma berucap, sebuah pintu terbuka dengan kasar. Terlihat beberapa orang berpakaian serba hitam dan beberapa baju loreng hijau sudah menodongkan sebuah senjata yaitu senapan api laras panjang ke arah mereka berdua. Elma yang melihat mereka spontan mengangkat tangan. Elma tidak mengenali mereka karena muka mereka tertutup masker dan helm semua.

"Kalian siapa, Angel apa yang sedang terjadi? Angel kamu dimana?" Elma masih kebingungan dan takut. Ketika sedang mencari temannya itu. Tiba- tiba Angel menodongkan pistolnya ke pelipisnya.

"JIKA KALIAN INGIN GADIS TAK BERSALAH INI MATI MUNDUR KALIAN. JIKA TIDAK DIA AKAN MATI SEKARANG" teriak Angel kepada orang orang bersenjata lengkap itu. Elma pun hanya menenggup ludahnya. Orang-orang yang di ketahui adalah tentara bersenjata lengkap itu menuruti Angel dan mereka semua mundur dan berusaha menenangkan Angel.

"Angel apa yang kau laku-"

"Diamlah" belum selesai lagi elma berbicara Angel sudah memotong nya.

Tak lama ada sebuah helikopter tiba di balkon apartemen itu. Angel pun sambil memeluk leher Elma dan menodongkan revolver milik nya berjalan mundur menuju balkon. Tentara-tentara tadi pun terkejut dan segera mencegat Angel agar tidak kabur melihat itu, Angel langsung berteriak.

"JANGAN MENDEKAT AKU BILANG ATAU GADIS INI BISA SAJA MATI. DAN TERJATUH KE BAWAH SANA"

Elma mencoba untuk tidak mengeluarkan air matanya karena sekarang ia terlalu takut. Dan para tentara itu pun lagi lagi menuruti perkataan Angel. Sedetik kemudian Elma melompat dari balkon menerima seutas tali dari helikopter tersebut. Dan baku tembak pun tak terhindarkan. Orang orang di dalam helikopter itu pun tak kalah lengkapnya dengan tentara tadi. Berbagai jenis senapan api itu pun beradu. Elma pun mencoba untuk menghindari tembakan mereka. Namun sayang, belum sempat menghindar betis dan punggung kanan nya tertembak salah satu peluru dari kawanan Angel. Elma pun jatuh dan tak sepenuhnya sadar.

Elma mendengar tembakan itu sudah mulai berhenti. Dan ada sebuah tangan yang membenarkan posisi badannya dan membenarkan kepala nya. Elma membuka matanya, dan dengan badan lemas ia tersadar kekasih yang ia sayangi itu adalah salah satu tentara-tentara dengan senjata lengkap tadi.

"El, kamu denger suara aku kan. Aku Alfi, tahan ya el sebentar lagi. Aku mohon" laki laki berbadan kekar yang di baluti seragam hitam lengkap itu pun sedikit menepuk nepuk pipi Elma agar tetap tersadar.

"Alfi kamu ada disini, Fi sakit.." Elma menggantung kata-katanya.

"Fi maafin a-aku" Elma pun benar-benar kehilangan kesadaran nya. Dengan cepat Alfian langsung membawa tubuh kekasihnya itu agar cepat ditangani.

___

Fate!Where stories live. Discover now