#Ini Jevano

574 143 88
                                        

Asal kamu tau
Aku juga ingin bahagia
Layaknya anak-anak lain
Hidup di keluarga harmonis tanpa perselisihan
Aku juga menginginkannya

°°°¶¶¶°°°

Jevano Devandra lahir di keluarga yang bisa di bilang cukup terpandang, hidupnya tercukupi, ayahnya bekerja sebagai  pengusaha kaya dan bundanya seorang desainer terkenal di kotanya. Namun karena kegilaan akan pekerjaan mereka melupakan Jevano.

Jevano hidup tanpa kasih sayang sedikit pun dari ayah dan bunda. Ia
bahkan di rawat sejak bayi oleh baby sitter, segitu tak pedulinya orang tuanya-??

Terkadang Jevano takut saat ia tidak bisa melakukan apa yang di perintahkan oleh kedua orang tuanya. Karena apa-??ya mungkin kalian tau lah. Jevano tak pernah merasa bahagia. Kadang sarapan saja terasa seperti pertemuan tanpa sengaja, atau canggung.

Bundanya pernah sesekali memarahi Jevano kalau kapan saja Jevano pergi bermain bersama anak-anak lain. Bunda mengatakan bahwa mereka bukanlah teman yang baik untuk pergaulan Jevano. Tidak baik katanya-??itu keterlaluan.

Ayahnya terlalu cuek dengan kehidupan putranya. Dia tak pernah membuka suaranya dengan sang putra. Terkadang ayah juga marah, tetapi berbeda dengan bunda. Pernah suatu hari itu, Jevano mendapat ranking 6 di kelasnya. Namun ayahnya malah memukuli Jevano karena menurut ayahnya itu adalah ranking yang rendah. Tapi bukankah Jevano sudah berusaha-??

Jevano terlahir sebagai anak tunggal. Jadi bisa dikatakan bahwa Jevano tidak memiliki teman sama sekali. Jevano selalu berdiam diri di jembatan dekat pantai sambil menikmati angin sepoi-sepoi. Terkadang hal itu membuat Jevano sedikit lebih tenang.

Lewatkan Jevano sekarang tentang Rindu Chiara Maudya anak perempuan cantik yang memiliki rambut sebahu yang menjadi teman Jevano. Yah mereka bertemu bukan karena alasan yang jelas. Rindu bertemu Jevano yang tengah menangis di jembatan dekat pantai. Saat itu Rindu sedang menikmati pemandangan matahari terbenam. Namun semua itu batal karena Jevano. Dia memang anak yang baik bukan-??

Rindu lahir di keluarga sederhana namun harmonis. Kasih sayang dari sang papa dan mamanya menciptakan sebuah kepribadian Rindu yang bisa di bilang penyayang. Rindu lahir tiga bersaudara. Tepatnya ia anak tengah. Dia punya kakak perempuan namanya Embun, dan adik laki-laki bernama Tian.

Mereka memiliki hubungan yang baik. Keluarganya selalu menampakkan kebahagiaan. Tidak seperti keluarga Jevano.

Hal yang paling Rindu sukai adalah matahari terbenam atau kalau dalam bahasa Inggrisnya adalah sunset. Kalau Jevano lebih menyukai suara ombak, katanya suaranya menenangkan.

Mereka sama-sama duduk di bangku 1 SMA sekarang. Sekolah mereka juga tidak berbeda. Namun Rindu baru mengenalinya.

.

Cahaya matahari pagi memancar dari sela-sela jendela kamar Jevano. Jevano terbangun dari tidurnya. Jevano menggosok-gosok matanya yang mungkin ada tai mata bekas semalam. Jevano bergegas mandi dan membersihkan tubuhnya.

"Pagi ayah bunda," Sapa Jevano kepada kedua orang tuanya. Namun tak ada respon di Keduanya. Keduanya terlihat sibuk. Ayahnya sibuk dengan laptop yang terpajang di depannya dan bundanya sibuk dengan benda elektronik pipih di tangannya.

"Ya Tuhan padahal Jevan ingin mengajak ayah dan bunda berbicara," Batin Jevano.

"Ini sarapannya," Ujar sang pelayan sambil meletakkan sarapan di mereka masing-masing.

Mimpi Jevano [HIATUS SEMENTARA]Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora