HAPPY READING!!!!
Matahari pagi ini sangat cerah, secerah senyuman Daisy Collins, gadis yang sedang membaca novel dikursi kelasnya itu terlihat sangat manis ketika wajahnya terkena sinar Matahari yang masuk melalui sela-sela jendela kelas.
Daisy adalah gadis yang ceria, tetapi kadang menjadi gadis yang menyebalkan saat dirinya merasa kepedasan, ia akan marah-marah tidak jelas pada orang yang berada disekitarnya. Seperti Lily contohnya teman sekaligus sahabat yang selalu menjadi sasaran marahnya Daisy saat merasa dirinya kepedasan. Aneh memang.
Merasa bosan dengan apa yang sedang ia baca, Daisy beranjak dari kursi kelas, melangkahkan kakinya kekursi yang berada didepan kelas, ia meninggalkan novel yang sedang dibacanya begitu saja, Kelasnya memang dekat dengan gerbang sekolah, jadi ia bisa melihat siapa saja yang baru memasuki area sekolah.
"Dor"
Daisy menoleh saat merasa pundaknya ditepuk oleh seseorang yang bukan lain adalah sahabatnya sendiri, siapa lagi kalau bukan Lili Emily.
"Tumben udah dateng?" Ucap Lily seraya duduk disamping Daisy tanpa menaruh dahulu tasnya kedalam kelas.
"Gue bukan lo" Daisy menjawab sambil memeletkan lidahnya pada Lily
"Eits gasalah ngomong tuh?, Lo kan biasanya dateng pas mendekati bel bunyi day"
Daisy diam tak menanggapi ucapan yang Lily lontarkan, karna apa yang Lily ucapkan benar, ia selalu datang kesekolah saat mendekati bel berbunyi.
Disaat yang bersamaan ia melihat sekumpulan murid laki-laki yang baru saja memasuki area sekolah, Daisy merasa tidak asing dengan salah satu dari mereka, ia seperti pernah bertemu tetapi entah dimana.
Daisy terus saja memperhatikan cowo itu, ia terlihat lebih tampan dari teman-temannya yang lain.
Lily menoleh kesampingnya, karena ia merasa aneh biasanya mahluk yang disampingnya ini tidak bisa diam, kok sekarang malah diam.
"Day, lo lagi liatin apa sih" merasa jengkel tidak ditanggapin oleh Daisy, Lily mengikuti arah pandang Temannya itu.
"Eh dayday, kalo soal cogan no.1 lo ya" ucapnya seraya memukul pundak Daisy pelan.
"Sirik aja anda"
****
"Day, ayo kantin"
"Kuy"
Saat menuju kantin, mereka sibuk gibahin cowo-cowo yang pagi tadi mereka lihat. Salah satu dari mereka sangat menonjol dengan menunjukan sikap coolnya. Membuat siapa saja penasaran akan cowo itu.
"Ly, lo liat ga sih tadi yang paling depan?"
"Iya liat, kenapa?"
"Gue kaya pernah ketemu ly, tapi gatau dimana lupa" Daisy berbicara dengan serius menghadap Lily, tetapi Lily menanggapi dengan santai.
"Dijalan kali" ucap Lily sambil terus berjalan.
Sesampainya dikantin mereka memilih tempat duduk bagian pojok, Daisy dan Lily duduk berhadapan dengan Lily yang menghadap tembok dan Daisy menghadap depan, dimana siswa-siswa lain yang sedang berlalu lalang untuk memesan makanan, adapun yang sedang makan sambil membaca buku.
Cowo itu, lagi?
Daisy kembali mengingat dimana dirinya bertemu dengan cowo itu, dan yaa ia ingat di mimpinya malam itu. Ia tidak ingat apa yang terjadi dimimpinya itu tetapi ia sedikit mengingat cowo yang ada dimimpinya.
Kok bisa-bisanya ia memimpikan orang yang sama sekali tidak dikenalnya.
Mungkin nanti.
"Day, lo mau pesan apa?" Tawaran Lily mampu membuatnya mengalihkan pandangan dari beberapa cowo didepan sana.
YOU ARE READING
DANDELION
Teen Fiction"Ngapain?" Ia bertanya dengan santai. "Buta?" "Oh" "Oh doang? Untuk apa lo tanya anj-" .
