Ganjil

11 1 0
                                        





Wira pernah sekali bertanya soal namanya. Dari sekian banyak frasa dan pilihan kata, mengapa namanya harus Perwira?

Garda Perwiratama.

Tanpa diartikan juga siapapun akan tau sebesar apa doa dan harapan yang ditaruh di sana. Karena itu, mungkin sikap khasnya ada sebab namanya yang sedemikan tercipta.

"Wira." Satu suara merusak konsentrasinya.

"Kenapa harus lagi?"

Sebab aku adalah Prajurit dengan persentase mati paling banyak.

"Sampai kapan mau begini?"

Sampai perangnya berhenti.

"Wira."

Jujur saja,

Wira muak dengan kata itu.

"Wira."

Ditengah keheningan malam, disudut gang di kota kecil Finlandia, dibawah terkulainya salju, Wira bisa melihat napasnya keluar berlalu. "Agar semuanya aman, mengubah strategi itu bukan masalah, kan."

Lagi, ia berucap seolah dirinya adalah prajurit perang. Kasa menggeram, giginya menggertak.

"Karena semuanya aman!"

Suaranya terputus. Salivanya terteguk. Mata mereka bertemu.

Vokalnya merintih. Untuk pertama kalinya Wira melihat bibir seseorang bergetar karena alasan lain. "Karena semuanya aman, jadi semakin sakit, kan."

Baik Wira maupun Kasa tau bahwa itu adalah hamparan nyata.





BerantakanStories to obsess over. Discover now