Hay readers.
Semoga di cerita aku kali ini
Dapat menghibur kalian ya.
Happy Reading........
"BANGUN,AYO BANGUN
SEMUANYA,AYO BERSIH-BERSIH!"
Setiap pagi kalimat itu yang pertama ku dengar.Sekelompok kakak kelas membangunkan asrama wanita dengan toanya.Rasanya aku sangat prustasi mendengar suaranya.Tapi, mau bagai mana lagi?aku harus mematuhi peraturan di sekolah ini.Tepat satu minggu aku berada di sini,setelah orang tua ku memindahkan ku di sekolah yang di sebut Haig school,dengan alasan,Sekolah ini sangat bagus dan terkenal berperestasi.Namun,Aku tidak suka tempat ini,kalian akan tau sendiri nantinya ,kenapa aku tidak suka di sini.
"Heh!ayok siap-siap,malah ngelamun!.
Kulihat kakak kelas berambut panjang itu berdiri di depan ku,seraya memegang sebuah sapu.
"Ini kan hari minggu,emang gak libur?"tanya ku padanya.
"Lo pikir ini di rumah lo?" jawabnya melotot padaku,tidak bisakah dia santai sedikit?.
Demi apa dia seperti nenek lampir,dengan tongkat sapu di tangannya.Aku tak membalas ucapannya,tak inginku membuang energi hanya untuk berdebat dengan kakak kelas jelmaan setan itu.
Aku keluar dari asrama ku.Lalu, bergabung dengan yang lain untuk mengikuti kegiatan hari ini.
Aku berjalan di lorong asrama,semua mata tertuju padaku,mereka tertawa melihat ku,padahal tidak ada yang lucu,aku pikir mereka sudah gila,ternyata aku lah yang terlihat seperti orang gila.
"Joe,nih"seorang cewe dengan kacamata yang bertengger di hidungnya menyodorkan sebuah kertas yang bertuliskan "SAYA GILA".
"Lo gila?"tanya ku masih tidak mengerti apa maksudnya.
"Ada yang jahil sama lo,dia nempelin ini di belakang lo"jelasnya dengan senyum namun tak berseri.
Aku tersenyum getir,ternyata ini alasan mereka mentertawakan ku,tidak salah lagi,ini pasti kerjaan kakak kelas sialan itu.
Eh bentar,dari mana dia tau nama ku?,Apa aku sudah berkenalan?berbicara dengannya saja aku tidak pernah!.
Ku lihat dia berjalan menjauh,oh tidak! aku belum berterima kasih padanya.
Ku kejar dia,namun secepat kilat dia menghilang,aku mengedar kan pandangan ku berharap menemukan sosok wanita itu.
"Hey,kamu ngapain di sini?"
Aku membalikkan badan ku ,telah berdiri sosok wanita cantik sebaya ku,ku pikir dia teman sekelas ku,aku pernah melihatnya di kelas.
"Lo anak baru kan?" dia bertanya padaku.
"Iya"jawab ku datar.
"Gue Airish,kelas 11 A,"Airish memberi tahu namanya.
"Gue Aera Joe"ucap ku balik memperkenal kan diri.
Setelah seminggu aku berada di tempat ini,hanya dia yang mengajak ku berkenalan,lebih tepatnya,tidak ada yang mau berbicara dengan ku.
"Lo ngapain di sini?,tempat ini terlarang!"ucap Arisha dengan wajah serius.
"Masa sih?,tadi gue liat ada cewe yang lari ke arah sini kok!" ucap ku kepada nya.
"Hah? gak mungkin,lo gak liat tulisan itu?" ujarnya sambil menunjuk papan yang tertulis sebuah kalimat forbidden to this area.
"Jadi cewe tadi si-
"Yaudah yuk pergi,sebelum ada yang liat kita di sini,nanti kita bisa kena hukum" Airish memotong ucapan ku,dan menyeret ku pergi dari tempat itu.
"Lo,kok bisa ada di tempat itu sih,lo ke sasar?" Airish bertanya padaku,aku hanya mengangguk.
"Yaudah gimana kalo kita,keliling,biar lo hafal dan gak kesasar lagi" kata Airish menawar kan untuk berkeliling di area asrama.
"Boleh" jawab ku ,sambil berjalan mengikuti langkah kakinya
Dia memberi tau ku,lokasi di area asrama wanita,kini dia mengajak ku untuk ke area kelas,sebuah kelas kosong menyambut kami,ruangan itu tampak tidak terpakai,hanya ada sebuah meja dan kursi di bagian pojok,aku merasa aneh dengan ruangan itu,auranya sangat beda,tidak seperti ruangan lainnya.
"Joe, ngapain berdiri di situ!" ucap Airish,kini jaraknya dengan ku berjauhan,aku berlari m enghampirinya.
"Rish,kok ruangan yang pertama itu,kosong yah?" tanyaku pada Airish,yang sedang membuka pintu perpustakaan.
"Setahun yang lalu ruangan itu masih di pakai,namun pihak sekolah mengosong kannya tanpa sebab".
Jawabnya terasa gantung menurut ku,tidak mungkin ruangan itu di kosongkan tanpa sebab.
"Ayo masuk" Airish mengajak ku memasuki perpustakaan.
Aku mengedarkan pandangan ku,suasana sangat hening ,buku-buku yang tertata rapi,itu tampak berdebu,aku berfikir ,apa kah pelajar di sini tidak pernah membaca buku.
"Joe" panggil Airish dengan nada tinggi membuat ku,terpelonjak kaget.
"Lo ngelamun?" tanyanya.
"Enga, gue heran aja,emang perpustakaan ini gak di gunakan juga? tanya ku pada Airish.
"Di gunakan,tapi emang gak pernah ada yang berani ke sini" jawabnya membuat ku semakin bingung.
"Gue tau,lo pasti bertanya -,tanya tentang sekolah ini,lo pasti merasa ada yang aneh di sekolah ini,lama kelamaan pertanyaan-pertanyaan di hati lo bakalan kejabab".
Ucapannya mewakili perasaan ku,bagai mana dia tau apa yang ku pikir kan,apa dia seseorang yang bisa membaca pikiran orang lain?,
Itu tidak mungkin.
"Yaudah,lo udah tau kan lokasi area sekolah ini,sebaiknya lo,balik ke asrama,bentar lagi jam makan siang".
"Emang lo mau kemana?,bukannya kita satu asrama ya?" tanya ku ,namun Airish tak menjawab,dia hanya tersenyum dan berlalu pergi dari hadapan ku.
Bersambung......
Buat yang mampir kecerita ini
Thanks banget .
Tetep stey ya.
Jangan lupa vote.
YOU ARE READING
Beyond Logic
Mystery / ThrillerSEBELUM MEMBACA FOLLOW DULU YA>< ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Semua ini berawal saat aku mulai menginjakkan kaki ku di sekolah ternama SMA VICTORIUS. Sekolah yang amat terkenal dengan segala bidang. Sekolah ini amat tetata rapi,sampai bangkai-bangkai yan...
