Awal mula

8 1 0
                                        

The Ghost of a Child, Prologue.

     Disuatu jalanan sepi terlihat seorang pemuda melangkahkan kakinya dengan langkah mantap, wajahnya menunduk menatap jalan dengan jaket hoodienya yang menutupi kepala. Malam ini jalanan cukup sepi karena jam sudah menunjukan pukul satu dini hari, ditambah juga cuaca mendung membuat suasana jalanan sedikit mencekap.

“Haahhh....” pemuda itu menghela nafasnya sambil menatap jalan gang didepannya yang gelap karena lampu jalanannya rusak. “Semoga saja anjing pak Burhan sudah tidur.” Sambungnya dan kembali melangkahkan kakinya memasuki jalanan yang gelap tersebut.

PLANG...

Pemuda tersebut menendang sembarang kaleng minuman soda yang ada didepannya. Sedetik ia melupakan sesuatu atas apa yang baru saja ia lakukan sampai akhirnya sebuah suara mengingatkannya.

“GUK!”

“Mampus....” lirih pemuda tersebut dengan sedikit perasaan takut. Ia terdiam seolah-olah suara tadi telah menghipnotisnya. “Kabur nggak yaaa...” sambungnya sembari menoleh kearah suara gong-gongan tadi.

“GUK... GUK....”

“KABORRRRR....” teriak pemuda tersebut setelah gong-gongan anjing tersebut terdengar untuk kedua kalinya.

“GUK! GUK! GUK!”

Pemuda tersebut berlari dengan kekuatan penuh, tapi anjing yang mengejarnya terlihat lebih bernafsu untuk menangkap pemuda yang berlari didepannya.

“Ya tuhan, hamba sih senang kalau yang mengejar ini adalah wanita cantik, tapii ....” pemuda itu melirik ke belakang dan melihat seekor anjing American Pitbull tengah bernafsu mengejarnya.

Saat asik main kejar-kejaran mengelilingi gang tersebut, terlihat langkah pemuda itu mulai melambat dengan nafas yang memburu.

“GUK! GUK!”

Tiba-tiba saja anjing tersebut berlari melewatinya begitu saja, merasa anjing itu membalap dirinya, pemuda ini kembali mempercepat larinya untuk bisa mengejar anjing tersebut hingga akhirnya terjadilah lomba lari antara manusia bodoh satu ini dengan anjing penjaga.

“BOGIII!” suara besar dan serak terdengar oleh telinga pemuda tersebut, ia meoleh kearah anjing yang berlari disampingnya menghentikan langkahnya dan berbalik arah dan menuju seseorang yang berada dibalik pagar.

“Haahh... Hahhh... Haahh...” pemuda ini terkulai lemas diatas trotoar dengan keringat yang sudah membasahi tubuhnya. “Lama amat, pak. Haaahhh....” sambung pemuda itu sambil berusaha mengontrol nafasnya yang memburu.

“Loh? Nak Rama? Ngapain malam-malam disini?”

“Pake nanya lagi...” batin pemuda tersebut yang diketahui bernama Rama. “Dikejar anjing bapak noh, galak bener. Haahh... Hahhh....” ucap Rama yang sedang duduk sambil menyandarkan tubuhnya ke pagar.

“Dikejar? Kok tadi bapak liat kalian larinya jejer gitu?”

“Ng?” tiba-tiba ia tersadar akan kebodohannya tadi, itu semua karena ia tak terima karena telah dibalap oleh anjing galak tersebut. “Ya tuhaannnn ...” kini Rama benar-benar terkulai lemas karena sadar kebodohannya sendiri.

Pak Burhan selaku pemilik anjing tertawa melihat tingkah pemuda tersebut.

“Mau masuk dulu, nak Rama?” tawar pak Burhan.

“Eh? Gak usah, pak. Duduk disini aja udah cukup.” Jawab Rama sopan.

“Udahh, gapapa. Masuk dulu, bapak ambilin minum dulu.” Pak Burhan tanpa permisi langsung masuk kedalam rumah, sedangkan Rama hanya mendumel-dumel karena sebenarnya ia ingin segera pulang. Tapi mau tidak mau akhirnya ia terpaksa melangkahkan kakinya memasuki pekarangan rumah pak Burhan.

“GUK!” anjing pitbull menggonggong kearah Rama yang lewat didepannya.

“Wasu! Bikin kaget aje lu!” omel Rama kearah anjing tersebut sambil mengelus dadanya

“GUK! GUK!” mendengar gong-gongan itu membuat Rama langsung ngacir masuk kedalam rumah pak Burhan tanpa permisi.

Setelah masuk ke ruang tamu, Rama langsung memberatkan tubuhnya di sofa milik pak Burhan. Seraya menunggu pak Burhan, pemuda ini sekarang sibuk mengipasi dirinya dengan tangannya karena merasa panas didalam rumah tersebut. Tak berapa lama kemudian terlihat seorang gadis dari arah dapur menuju ketempat Rama sambil membawa nampan yang diatasnya terdapat segelas jus dingin.

“Loh? Geby, belum tidur?” tanya Rama kepada gadis yang bernama Geby tersebut.

“Belum, kak. Tadi lagi ngerjain tugas sambil telponan.” Mendengar itu Rama hanya menganggukan kepalanya.

“Kakak kenapa tadi? Kata ayah tadi kakak lomba lari ya sama Bogi?” tanya Geby sambil berusaha menahan tawanya.

“Dahlah, gausah nanya.” Sahut Rama malas. “Itu buat aku, Geb?” tanya Rama sambil menunjuk kearah jus yang masih dipegang Geby.

“Oh, iya. Minum dulu, kak.”

“Oke, tanpa perlu disuruh.”

Rama langsung meminum jus tersebut sampai habis tanpa tersisa, Geby yang melihat itu melongo karena jus dingin tersebut habis dalam satu kali tegukan.

“PUAAHH...” terlihat Rama yang kini mulai segar kembali.

“Gak ngilu, kak? Itukan dingin.”

“Ngilu sih.” Jawab Rama dengan wajah polos dan itu membuat Geby tak kuasa menahan tawanya. “Malah ketawa nih bocil.” Sambung Rama keki karena ditertawakan gadis didepannya itu.

“Aku bukan bocil yaaa, udah kelas tiga SMA loh.” Protes Geby kearah Rama sambil mengambil ancang-ancang ingin memukul Rama menggunakan nampan ditangannya.

“Eit, galak amat, bu. Kayak Bogi aje.” Balas Rama sambil menutupi wajahnya menggunakan tangannya.

Dua puluh menit berlalu begitu saja, Rama yang sudah merasa mendingan izin pamit untuk pulang. Setelah berpamitan dengan pak Burhan yang saat itubsedang menonton berita, Geby mengantar Rama sampai kedepan pagar. Saat melewati Bogi, Rama menghentakkan kakinya tepat didepan wajah anjing pitbull tersebut.

“GUK!”

Lagi-lagi Rama sontak melompat berlindung kebelakang Geby untuk meminta perlindungan.

“Udah tau anjingnya galak, masih aja dijailin.” Ucap Geby sambil tertawa lucu melihat pemuda yang kini malah menatap tajam kearah anjing penjaga rumahnya, tapi posisi Rama tetap bersembunyi dibalik tubuh gadis itu.

“Oke, makasih yaa minumnya tadi.” Ucap Rama yang kini sudah berada diluar.

“Iya, sama-sama. Lain kali kalo mau lomba lari sama Bogi, kasih tau aku ya.”

“Buat?” tanya Rama heran.

“Biar aku bisa nonton orang bodoh balapan lari sama anjing.” Mendengar itu membuat Rama memiringkan bibirnya.

Merasa tak ada yang diperbuat lagi, Rama membalikan tubuhnya dan melangkahkan kakinya sambil melambaikan tanganny kearah Geby.

“Kak, hati-hati yaa.” Ucap Geby kearh Rama dan hanya mendapat balasan anggukan dari Rama.

Baru beberapa langkah ia dari depan rumah Geby, tiba-tiba ada yng memanggilnya lagi.

“Kak...”

Mendengar itu membuat Rama menoleh kebelakang. “Ng?” Rama tampak kebingungan karena tidak mendapati siapapun disekitarnya.

“Kak...” terdengar lagi oleh kedua telinga Rama suara dengan khas anak kecil.

“Aku disini.”

Rama yang mendengar itu memutar tubuhnya untuk mencari asal suara tersebut, tapi ia tak mendapati siapapun didekatnya.

“Ngapain noleh kanan kiri? Aku diatas.” Mendengar itu Rama mulai merasakan hawa tidak enak. Dengan perlahan Rama mendongakan kepalanya.

“Astaga!” kaget Rama ketika melihat sesosok anak kecil tengah duduk dengan santainya didahan pohon malam-malam. “Kamu ngapain duduk diatas sana?” tanya Rama kebingungan karena anak kecil itu terlihat tersenyum kearahnya.

“Kok ngeri ya.” Batin Rama setelah melihat senyuman anak kecil tersebut.

Rama kembali mendongakan kepalanya keatas tempat anak kecil tadi duduk, “Loh?” Rama tertegun ketika tak mendapati anak kecil tadi.

“Kak.”

“Wasu!” Rama melompat kesamping karena terkejut oleh suara anak kecil tadi yang tiba-tiba bisa berada disampingnya.

“Hihihi....” gadis itu tertawa cekikikan melihat ekspresi Rama tadi.

“Bentar-bentar....” ucap Rama sambil mengelus dadanya untuk menenangkan jantungnya akibat terkejut tadi sampai akhirnya ia tersadar akan sesuatu.

“K-ka-kamu...?” Rama tergagap sambil menatap anak kecil didepannya dengan seksama, sampai tatapannya berhenti di kaki anak kecil itu. “H-ha-hantu....” Rama tak dapat menggerakan kakinya karena rasa terkejutnya yang sudah mencapai ubun-ubun.

“Hihihi...” anak kecil ini kembali cekikikan melihat tingkah Rama. “Kak, aku boleh minta tolong?” sambung hantu anak kecil tersebut dan itu berhasil menyadarkan Rama dari rasa kagetnya. Pemuda ini mencoba memberanikan diri menatap sosok yang didepannya itu.

“To-tolong a-apa?” tanya Rama gagap.

“Aku mau....”

“Tolong, jangan makan gue. Daging gue pait, tolong lepasin gueee....” potong Rama tiba-tiba sambil memelas, karena rasa takutnya sudah memuncak membuat pikirannya tidak logis dan mengira hantu tersebut ingin memakannya.

“Siapa yang mau makan kakak? Aku mau minta tolong, bantu cari mama aku.”

“Hah?” Rama kebingungan dan langsung melupakan rasa takutnya tadi.

“Bantu cari mama aku.”

“Ja-jadi gue gak jadi dimakan?” tanya Rama polos.

“Siapa yang mau makan kakak.” Mendengar itu membuat Rama menghela nafasnya dan menatap anak kecil itu kembali.

“Kamu gak jahat, kan?” tanya Rama dan hanya dibalas anggukan kecil.

“Bantu aku....” ucap anak kecil tersebut dengan suara lirih dan itu membuat Rama kasihan.

“Memangnya rumah kamu dimana?”

“Gak tau.”

“Lah?” pemuda ini dengan polosnya tiba-tiba melupakan rasa takutnya terhadap hantu anak kecil didepannya. “Terus gimana nyari nya?” tanya Rama lagi dan hanya dibalas gelengan kepala lemah dari anak kecil itu.

“Hmm...” Rama berpikir sejenak sambil menatap kearah kaki keci yang tak menyentuh tanah tersebut. “Hantu aneh.” Batin Rama yang tak sadar diri akan keanehannya sedari tadi.

“Nama kamu siapa?”

“Nanda.” Sahut anak kecil itu dengan semangat.

“Oke, Nanda. Nanda tinggalnya dimana?”

“Disitu.” Jawab Nanda sambil menunjuk kearah pohon tempat dia mengerjai Rama sebelumnya.

“Emang berani sendirian disana? Gak takut hantu?”

“Nanda kan hantu.”

“Oiya.” Rama menepuk jidatnya. “Gimana kalau Nanda ikut ke rumah kakak, mau?”

Mendengar itu membuat Nanda menoleh dengan senyum semangat. “Mau!”

Dari sinilah awal cerita pemuda bernama Rama membantu sosok hantu anak kecil bernama Nanda untuk mencari ibunya. Banyak kejadian menegangkan yang akan terjadi selama Rama membantu Nanda, baik itu kejadian horor ataupun misteri lainnya akan mereka hadapi.

Bagaimanakah cerita mereka selanjutnya? Apakah mereka berhasil bertemu dengan ibu Nanda?
Misteri apakah yang akan mereka lalui nanti?

#BERSAMBUNG....

#SanKyu

THE GHOST OF a CHILD & MASK KILLERCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang