Perempuan cantik bermata indah sedang berkutat dengan cermin yang ada di meja riasnya. Ia bersiap melakukan rutinitas yang biasa para pelajar lakukan yaitu bersekolah. Setelah selesai dan dirasa sudah cukup rapih ia pun bergegas menaiki mobil yang telah dibukakan oleh Pak Mardi yakni supir pribadinya.
Saat sudah sampai di sekolah, ia menghela nafas dan tersenyum.
Anara Rakalila. Nama perempuan yang memiliki senyum yang sangat indah itu.
Cantik
Pintar.
Memiliki bentuk tubuh yang proposional..
Kaya raya
Itulah pandangan orang lain terhadap sosok Anara. Mungkin Tuhan sedang tersenyum saat menciptakan dirinya.
Semua mata tak henti-hentinya melihat ke arah Anara. Ini sudah menjadi salah satu rutinitas yang dihadapi olehnya. Ia sudah terbiasa dengan pandangan kagum terhadapnya setiap hari. Mungkin jika menggambarkan kehidupan sempurna yang dimiliki Anara akan menganggap dirinya angkuh dan sombong. Itu tidak berlaku untuk Anara. Ia adalah sosok perempuan yang memiliki hati yang baik dan selalu tersenyum manis.
"ANARA..!!" Panggil perempuan yang sudah menjadi sahabat dan tameng untuk Anara. Sebut saja Nada.
"Ra.. boleh liat tugas yang kemaren gak? Mampus banget gua belom ngerjain nih" Ucap Nada dengan tatapan bagaikan kucing yang sedang meminta makanan ke majikannya.
Anara pun terkekeh dan ia mengambil buku didalam tasnya.
"Nih .. kebiasaan banget sih lu" Ucap Anara sambal memberikan bukunya untuk di lihat Nada.
"Ah jadi sayang sama lu ra" Nada memeluk jahil Anara
"Ewh.. begini ada maunya doang" Ucap Anara sambil menyentil kecil telinga Nada dan tertawa.
Hal seperti ini sudah biasa bagi Nada dan Anara. Menurut Anara, memberi tugasnya untuk di perlihatkan Nada itu tidak ada apa-apanya dibandingkan Nada yang selalu ada untuk Anara dan menemani sampai Anara bias sedikit melepaskan trauma yang dimilikinya.
***
"Kriingg."
Bel Istirahat sudah menggema ke seluruh sekolah pertanda jam istirahat telah tiba. Anara pun menghampiri Nada untuk mengajaknya ke kantin.
"Nad. Ayo ih laper banget niiii" Rengek Anara sambal menarik kecil tangan Nada.
"Hoam.Sabar woi ngumpulin nyawa dulu gua" Ucap Nada sambal menguap.
Nada pun langsung menggandeng tangan Anara agar bergegas menuju kantin sekolah. Saat mereka berdua melewati Lorong sekolah banyak sekali sepasang mata mengarah ke mereka. Lebih tepatnya ke arah Anara. Nada pun sama sekali tidak heran dan merasa iri karena menurutnya Anara sangat pantas mendapat banyak kekaguman dari semua orang.
"Hai Anara..." Sapa salah satu siswa yang tidak lain adalah sebagian dari orang yang mengagumi Anara.
"Haii" Balas Anara sambal tersenyum manis dan ramah.
"Hadeuhh gini nih jalan sama siswi populer" gerutu Nada.
Anara pun mencubit kecil Nada sembari tertawa. Nada meringis dan ikut tertawa.
"Idih Populer gua kemana-mana kali" Sindir perempuan yang baru saja melewati Nada dan Anara. Ia bernama Mawar.
"Iri aja lu cabee!" Bentak Nada.
"Hushhh udah Nad jangan di ladenin" Ucap Anara menenangkan Nada.
Mawar termasuk siswi populer di sekolah ini. Ia cantik dan Pintar namun minus akhlak. Terkadang Mawar dan Anara bersaing peringkat di kelasnya. Mereka selalu berbeda tipis dalam nilai dan prestasinya. Sebab itu Mawar membenci Anara. Menurutnya Anara telah merebut semua perhatian dan kepopulerannya di sekolah ini. Tetapi Anara tidak pernah menganggap sebaliknya.
YOU ARE READING
ANARA
RomanceAnara adalah potret yang nyaris sempurna. Beberapa orang bahkan tahu bahwa dia adalah orang yang sangat sempurna. bagaimana bisa? Kehidupan Anara sepertinya tanpa cela. Cantik.. kaya.. pintar.. Ia memiliki semua yang diinginkan setiap orang. Namu...
