impossible

11 6 0
                                        

Aku tidak tahu mengapa orang orang menatapku dengan tatapan kebencian. Bahkan ketika aku sampai dikelas mereka semua mengabaikanku, tak terkecuali Micha.

Aku hendak bertanya kepada Micha apa yang menyebabkan mereka benci kepadaku, tetapi Micha menghindariku. Sungguh aku sangat bingung sekarang.

Setelah mata kuliah terakhir selesai, aku pergi menuju ke gerbang utama dan ternyata mobil kak Suga sudah terpakir disana.

Aku masuk kedalam mobil tapi ternyata kak Suga tidak sendiri, dia bersama temannya yang duduk dibelakang.

"Kak!"

"Hmm,"

"Aku mau cerita boleh?"

"Cerita aja,"

"Jadi gini, masa tadi orang orang di kampus pada natap aku sinis, eh tapi bukan sinis juga sih, kayak lebih ke tatapan benci gitu!"

"Terus Micha juga kayak ngehindarin aku,"

"Kamu salah pake pakaian kali," ucap kak Suga.

"Ihh engga orang aku pake pakaian sopan begini, eh tapi tadi pas aku jalan ke gerbang, aku ga sengaja denger orang ngomong katanya ga nyangka kalo aku bisa tau semua keburukan orang-orang, padahal aku ga tau sama sekali,"

Kak suga menoleh kebelakang.

"Jim, kayaknya kejadian ini terulang lagi," ucap kak Suga.

"Hmm gue juga ngerasa begitu,"

"Apa dia orang yang sama?" tanya kak Suga.

"Kemungkinan besar iya,"

"Ra udah berapa lama kamu di gituin sama temen-temen kamu?" tanya Suga.

"Baru hari ini, emangnya kenapa kak?"

"Kejadian ini pernah terjadi 3 tahun yang lalu,"

"Hah serius? Sama kayak aku ditatap sinis, dikucilkan gitu di kampus?"

"Iya,"

"Siapa yang dikucilkannyan?"

Kak Suga menatap sekilas ke arah spion dan menatap kak Jimin. Tak lama kak Jimin mengganggukan kepalanya tanda memperbolehkan.

"Sooya. Adik Jimin,"

"Yang bener kak?"

Dijawab anggukan oleh Suga.

"Kak Jimin! Boleh aku ketemu sama adik kakak?"

"Ngga."

"Lho kenapa ga boleh? padahal aku mau tanya tanya gimana cara ngatasin masalah ini."

Kak Jimin pun tak menjawab ucapan Ara.

Akhirnya aku sampai juga dirumah dengan selamat.

"Sana kamu masuk kamar!" titah kak Suga.

"Iya iya, ini juga mau ke kamar."

Setelah aku selesai mandi, aku cek hp dan aku bingung kok ada pesan tapi ga ada namanya, aku pikir salah kirim atau pesan iseng mamah minta pulsa, tapi ternyata setelah aku buka pesan itu.

"AAAAAA!!"

Refleks aku melemparkan hpku.

"Kenapa Ra?" tanya kak Suga panik.

"Itu..." sambil nunjuk hp yang ada dilantai.

Kak Suga mengambilnya dan melihat isi pesan tersebut. Seketika raut wajah Suga berubah.

"Kak takut ihh,"

Aku lihat kak Jimin juga mengecek hpku.

"Shit! dia udah berani ngirim pesan gini,"

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 14, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

ImpossibleWhere stories live. Discover now