Ting tong
Mendengar suara bel dorm berbunyi, Arachel beranjak dari depan layar komputernya dan berjalan membukakan pintu. "Oh Pak Quantum. Ada apa pak?" tanya wanita muda itu sambil mempersilahkan masuk pria jangkung tersebut ke dalam, yang diikuti seorang lelaki bermata rubah di belakangnya.
"Anak-anak ada?" tanyanya yang dijawab anggukan Arachel.
"Saya panggilkan dulu, pak," Arachel masuk ke ruangan yang ada di dalam lalu kembali dengan 4 pria di belakangnya.
Quantum tersenyum, "Akhirnya kalian mendapat pelengkap band kalian. Saya cuman mau nganterin teman baru kalian. Kenalan sendiri di dalam sambil latihan ya."
Pandangannya beralih ke Arachel, "Kamu nanti bagi ulang kamar mereka ya Chel." Arachel mengangguk.
"Kalau begitu, saya permisi," mereka membungkuk 45˚ sebelum pria bermarga Cha itu meninggalkan ruangan.
"Nama?"
"Umur?"
"Asal?"
"Keahlian?"
"Merk pon--"
"Kalian ini. Biar dia ngenalin diri dulu. Kasian langsung diserbu pertanyaan gitu." omel Arachel kepada 4 anak asuhnya; Jastra, Saddam, Willa, dan Liant.
"Introduce yourself." kata Jastra, pria berkacamata yang mirip ayam.
"Gue Keanu J. Pahlevi, panggil aja Kean, kelahiran tahun 93. Gue bisa main bass, nyanyi sama ngerap. Suka nulis lagu juga. I think that's all, nice to meet you brother n sist," pria rubah bernama Kean ini tersenyum.
"Okay. Gue hyungnya kalian, Jastra. Yang wajahnya tua ini Saddam, yang cantik Willa, terus yang kumisan itu maknae kita, Liant," Jastra menarik nafas sebelum melanjutkan penjelasannya.
"Ini Bu Arachel, managernim. Ada satu lagi yang bakal jadi MC sekaligus asistennya Bu Achel, Rian. Lebih muda dari kita semua."
"Kean, langsung ikut mereka ke ruang musik aja ya. Barangmu biar saya yang bawain. Nanti saya bagi kamarnya ulang." Kean mengangguk langsung mengikuti Jastra dkk.
˓ १˖ ࣪ 𒀭 ˖ ࣪ ७
"Kean tadi bilang bass kan?" tanya Liant diangguki Kean sendiri.
"Pantes aja kemarin staff ngasih bass, padahal di pembagian sebelumnya ga ada bass. Ada lo ternyata," timpal Saddam.
"Ah gitu ya, terus trainee ini kita ngapain aja hyung?" tanya Kean lagi lalu dijelaskan oleh teman-teman barunya.
Setelah berbincang lama, mereka mencoba bermain solo bergantian sampai Kean membuka suara, "Guys, aku kepikiran lagu. Ada kertas sama pulpen?"
Willa langsung memberikan secarik kertas dan pulpen yang selalu dibawanya kepada Kean.
"Judulnya 'Beautiful Feeling.' Gue kepikiran liriknya itu tentang cinta, lagu cinta lebih tepatnya. Tapi bukan lagu cinta biasa. Dengerin gue ya," Kean mulai bersenandung nada yang ada di pikirannya.
"Bagian yang 'This beautiful feeling' itu pakai bahasa Korea aja gimana?" tanya Saddam menatap Kean. "Ah, mungkin maksud Saddam hyung gini, 'I areumdaum neukkim'" sambung Willa.
Kean mengangguk, "Hmmm majayo. Lebih enak didenger, well berarti part ini terus ini...,"
"Hyung, i'm sorry but can I have some line in this song?" Liant bertanya dengan suara sedikit pelan karena ragu. Pasalnya, walaupun Liant adalah maknae, tapi dia memiliki suara yang cukup berat. Apalagi pasti akan susah bermain drum sambil bernyanyi. Yap, Liant memegang drum di grup ini.
"Ah iya, Liant...," Kean menjelajahi setiap lirik yang sudah ditulis bersama teman-temannya untuk menemukan lirik yang cocok dengan suara Liant.
"Part sebelum reff terakhir. That 'Neowa gateun haneul arae' tapi pake lowkey dan ga ada instrumen bunyi. Coba Liant ikutin gue," ucap Jastra mengambil pulpen dari tangan Kean lalu merubah tulisan di kertas tadi.
Perlu beberapa kali percobaan sampai Liant bisa bernyanyi seperti yang dicontohkan Jastra. Mereka tersenyum karena berhasil membuat satu lagu dalam satu hari. Tentu saja itu karena teamwork.
Tapi yang perlu diingat, lagu ini belum sempurna. Besok mereka akan berkonsultasi dengan Quantum tentang lagu ini sampai persiapan benar-benar matang dan siap debut.
˓ १˖ ࣪ 𒀭 ˖ ࣪ ७
"Kean baru masuk udah bantu banyak ya, proud of you big bro," ucap Rian saat sedang makan malam bersama.
Kean tersenyum, "Gomawo Yan. Gue juga ga bisa selesai cepet kalo ga ada temen-temen yang bantu benerin lirik sama nada."
"Besok habis konsul sama Pak Quantum langsung kumpul di ruang tamu. Revisi lagu sama diskusi buat nama grup. Fandom dan official lightstick nyusul aja, jangan cepet-cepet. Masih punya waktu lama."
"Ne sajangnim. Thank you for the food, let's eat!!"
˓ १˖ ࣪ 𒀭 ˖ ࣪ ७
Setelah makan malam, mereka berkumpul di ruang tamu untuk pembagian kamar.
"Jastra sama Willa di kamar Jastra sebelumnya. Terus Saddam sama Liant di kamarnya Saddam. Kean sama Rian di kamarnya Rian. Ada yang mau protes?" Arachel menatap keenam pria di depannya.
Mereka semua menggeleng yang berarti setuju dengannya. "Ok, selamat tidur. Semoga mimpi indah. See you tomorrow."
"Malem juga Buk Chel."
⋆. ༝ 𝘁𖦹 𝗯ɘׄ 𓄷 𖥦 ٭࣭ ، cᦅ͞𝕟tɩׅᵰᜒu̲ᥱd ⸼ ،
Ssup! Gimana first chapternya? GRAVI6 n team butuh kritik sama saran biar lebih baik dalam ngelanjutin book ini.
Jangan lupa buat mencet bintang kecil di bawah ini ya! Lubyu ♡
YOU ARE READING
The Book Of Us; GRAVI6
HumorJadi anak band disini nggak mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Terkhusus member GRAVI6, nama band ini. Karena band ini isinya penghuni hutan Amazon yang kabur. "Mumpung lagi pemilihan osis, pertama kita adu visi dan misi dulu ya," ucap sal...
