"Ngeseliinn deeh aahhh!!"
"Ehh!!!, bayar doongg yang beluumm!!" Sungut gadis itu marah.
Nissa - ya nama gadis yang marah itu - menghela napas kasar, jika sudah begini ia akan kena semprot lagi karena belum ada yang bayar uang kas.
Ia akan memahami untuk yang belum ada uang, tapi tidak akan memahami untuk anak - anak yang nakal.
Gadis itu sedikit menyesal menerima tawaran untuk jadi bendahara.
Memang penyesalan datang terakhir, kalo awal namanya pendaftaran.
***
Waktu menunjukan pukul 09.30, pertanda jam istirahat di mulai.
Nissa dan Vida tidak segera ke kantin, karena kantin akan sangat ramai sekali.
Vida memerhatikan Nissa yang tampak murung, berucap. "Jangan di pikirin." dan menepuk pundak nya.
Nissa hanya mengangguk pasrah, "Biarin dah, masa bodo." Melipat kedua tangan nya di atas meja dan menelengkup kan kepala nya.
Mencolek lengan Nissa, "Perasaan gua aja atau engga, tapi dari tadi Max anak baru itu merhatiin lo mulu." Lanjut nya berbisik.
Mengangkat kepala, menoleh sedikit ke arah bangku nya berada. "Perasaan lo aja kali." Lalu menjatuh kan kembali kepala nya.
Vida mengangkat kepala acuh, "Yuk ah kantin, laper."
Mereka berdiri dan berjalan bersama menuju kantin.
TBC
Publish
Selasa 6 April 2021
ESTÁS LEYENDO
EXTRAORDINARY YOU
Romance[FOLLOW DAHULU SEBELUM MEMBACA] Hanya kisah klasik, cinta yang tumbuh perlahan tanpa di sadari. " Katamu bayangan itu nyata. Itu berarti perasaanku padamu adalah nyata." -------------------- Cerita ringan konflik, karena aku sendiri ga suka yang ba...
