Pagi hari dengan germicik suara hujan melengkapi iringan. Berjalan pelan sepelan mungkin, menikmati tetesan air mata langit dan merasakan kehangatan saat langit bersedih.
"Kamu tau Rey, dunia ini tidak baik semenjak kamu dan aku bersama. Kita sama-sama egois." Ujar Baline
Entah bagaimana semua ini berakhir, tapi Baline tidak menampik bahwa dia tidak baik-baik saja. Semua hancur! Ya semua sudah hancur setelah dia memutuskan untuk memulai.
Dan bodohnya laki-laki yang membuat ia memutuskan untuk memulai tidak pernah menunjukkan perjuangannya selama ini, apakah ia bodoh? Apakah semua perempuan seperti dia? Bertindak bodoh dengan mengatasnamakan "CINTA".. Shit!!
"Lihat Rey, kamu berhasil!!!."
Zctakkkkkkkkkkk
Tubuh Baline terlempar ke aspal sejauh 5m dan ...
Brukkkk
"Ahh, inikah akhir hidup ku" Ssstt rasa sakit teramat dari kepalanya.
Banyak orang yang mengerumuni Baline dengan teriakan minta tolong untuk di panggilkan ambulans. Sejak saat itu "Kegelapan" datang menyelimuti Baline.
.............
"Ssstt" Baline mencoba membuka matanya.
"Oh ya ampun, nona Lena.. nona Lena udah bangun non, sebentar saya panggilkan tabib dahulu" Ujar seseorang yang entah aku belum pernah melihatnya.
Buk..Bukk..Bukk..
Bunyi berisik datang dari luar pintu dan Brakk ..
"Tabib, silahkan periksa nona saya"
"Maaf nona, saya periksa lebih dahulu ya"
Entah apa yang dilakukan tabib ini, dan dimana aku sekarang. Suasana asing ini tidak pernah aku tahu, yang aku ingat aku tertabrak mobil. Kalaupun aku dibawa rumah sakit, bukan seperti ini suasana rumah sakit.
"Nona Lena butuh istirahat cukup untuk masa pemulihan nya saja. Tolong kasih ramuan ini setelah melakukan sarapannya" ucap Tabib
"Baik tabib, Terimakasih"
Perempuan itu mengantar seorang tabib keluar dari ruangan ini.
"Maaf, boleh saya tahu ini dimana" Ujar baline kepada perempuan itu.
"Nona Lena, anda kenapa? Ini adalah kediaman anda? Anda sungguh tidak ingat?" Perempuan itu terlihat panik dengan alis yang mengkerut.
"Saya tidak tau ini dimana dan kamu juga siapa? Sungguh saya tidak tahu ini dimana? Dan aku bukan Lena yang kamu panggil tadi"
"Ya ampun Nona. Nona tidak ingat saya? Saya yunki dayang nona sedari kecil dan disini adalah kamar anda nona. Nona juga seorang putri satu-satunya dari Duke Allard Fransisco Nabire dan Duchess Saphira Fonabino Aek. Nama nona Allena Enthusiast Nabire..".
"Tunggu .. tunggu .. kamu bilang aku Allena? Allena anak dari Duke Nabire dan Duchess Nabire?". Aku terkejut sampai bola mata ku yang hampir keluar.
"Benar nona". Tegas Dayang yunki
Hah!!
Shit! Ini didalam novel! Novel yang sebelumnya aku baca yang kisahnya hampir mirip dengan ku! Tidak ... Tidak ...
Sial, aku kembali hidup tapi nanti mati dengan tragis juga?
Kenapa aku dihidupkan lagi?
Aghhhhhhhhh!!
Baline mengacak-acak rambutnya karena sudah frustasi entah apa yang harus dilakukan untuk bertahan hidup disini.
Dayang yunki yang melihat kelakukan Nonanya, sedikit demi sedikit keluar dari kamar tersebut.
"Hah!! Aku harus bertahan hidup. Karena Tuhan udah buat aku hidup lagi berarti aku di kasih kesempatan.
Tinggalkan jejak kalau kalian telah membaca ceritaku ya:* see chapter selanjutnya
YOU ARE READING
My Weakness
FantasyHah!! Shit! Ini didalam novel! Novel yang sebelumnya aku baca yang kisahnya hampir mirip dengan ku! Tidak ... Tidak ... Sial, aku kembali hidup tapi nanti mati dengan tragis juga? Kenapa aku dihidupkan lagi? Aghhhhhhhhh!! Baline mengacak-acak ramb...
