Menjadi target pembalasan dari budak yang pernah ia siksa, mungkin maaf pun tak mampu menghapus kemarahan mereka.
Lucian, pangeran cantik dengan hati sekeras batu, seringkali menyiksa budak dan memandang rendah manusia.
Tiga budak dengan luka dan m...
Di ruangan besar yang gelap dengan banyak nya sel jeruji. suara teriakan yang memekikkan telinga terdengar di penjuru lorong bawah tanah. puluhan budak tengah berkumpul menyaksikan beberapa budak yang tengah dicambuk tanpa henti.
Ctas!
Ctas!
"AKKHHH!"
Para budak berteriak kesakitan, tubuh mereka bergetar ketika pecut melukai kulit mereka.
Ctas!
Ctas!
Pangeran Lucian, dengan jubah mewah yang menutupi tubuhnya, melibas tubuh para budak hingga mereka terjatuh bersimbah darah. Siksaan yang tak kenal ampun, namun baginya itu adalah takdir mereka sebagai budak.
Ctas!
"AKKKHHHHHHHH!"
Teriakan itu bergema di ruangan bawah tanah, menandakan berakhirnya siksaan mereka untuk hari ini.
"Huh, membosankan, lain kali jangan malas lagi untuk bekerja. Karena aku masih berbelas kasihan akan ku akhiri hukuman kalian kali ini." Pangeran Lucian berkata sambil menyeringai.
"Pelayan, obati luka mereka dan masukkan kembali ke sel!"
"Baik, Pangeran Lucian." ucap para pelayan khusus yang menangani para budak.
Lucian lalu membalikkan tubuhnya dan menatap puluhan budak yang menunduk takut. mereka menghindari tatapan Lucian agar tak menjadi salah satu target kebengisannya.
"Dengar ini! jika kalian tidak ingin berakhir seperti yang lainnya, jangan berani-berani untuk bersikap malas dan tak patuh. MENGERTI?!"
"Baik Pangeran!" serempak para budak ketakutan.
Namun diantara budak yang tengah ketakutan, ada salah satu budak yang menatap Lucian dengan penuh rasa dendam di mata nya.
Lucian kemudian meninggalkan ruang bawah tanah, diikuti oleh para pengawalnya.
Masyarakat tak pernah tahu kebengisan yang dia lakukan. Bagi mereka, Pangeran Kerajaan Arvenia ini adalah sosok yang anggun dan sempurna.
Lucian Valerius dikenal sebagai "The Fallen Angel" dengan rambut silver perak yang panjang, kulit seputih susu, hidung mancung dan bibir merekah yang menggoda. Matanya bak ruby yang tajam dan memikat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tapi itu semua hanyalah tampilan luar. Tak ada yang menyangka bahwa di balik paras malaikat itu, terpendam sifat iblis yang haus akan penderitaan manusia. Tak segan-segan ia menyiksa para budak setiap hari.
Ayahnya, Raja Victor Valerius, tidak ambil pusing dengan perilaku Lucian. Karena di zaman itu budak seperti barang yang bisa jadi alat transaksi untuk dieksploitasi tenaganya. Terutama para bangsawan, biasanya mereka akan memiliki banyak budak.