King of Kings

544 72 55
                                        

Mengisahkan dua insan yang saling memiliki batas untuk ditakdirkan bersama, dua peran yang saling bertolak belakang bak kutub magnet yang saling menarik, mereka seperti itu dalam jangka waktu yang panjang tanpa kepastian.

Entah sejak kapan, dirinya mengalami ilusi penuh candu seperti ini, pada seseorang tanpa hasrat menunjang tinggi untuk memuji. Dirinya jatuh cinta pada orang itu, orang yang ia dambakan didalam ilusi nya sendiri.

Awalnya, ia berpikir bahwa dia terlalu lelah hidup sampai-sampai dirinya seperti itu, namun ternyata tidak. Dia menyadari bahwa ini bukan hanya sekadar ilusi tak nyata, ini nyata! Ini benar-benar membuatnya berharap pada orang itu!

Manusia biasa mempunyai batas akan indra nya, mempunyai batas akan dunia nya, dan terkhusus dirinya ditambah batas akan takdir cinta nya. Dan mengetahui hal itu, ia butuh seseorang untuk membantu nya kesana, menemui sang pujaan hati.

Jalanan sepi dijam-jam malam, remang nya lampu jalan tidak menyamarkan senyum nya yang tertahankan, ia berlari dengan cepat seakan ingin mengalahkan kupu-kupu yang terbang dengan sayap cantik nya itu.

Ada yang dirinya nantikan dirumah, membuat dirinya yang telah selesai bekerja langsung bergegas pulang tanpa menunggu hal lain lagi. Dirinya berpikir selama perjalanan, apa seseorang yang ia dengar suaranya akan ia temui nanti? Mendobrak batas takdir, dia akan berusaha sampai titik darah penghabisan hanya untuk itu.

Kedatangannya pun disambut oleh decitan engsel yang sudah berkarat, menghidupkan lampu lalu bergegas membersihkan badan nya yang lengket karena seharian bekerja.

Selesai itu, dia bersandar pada dinding kamar, melesehkan diri didekat kasur dengan sebuah radio lama berukuran sedang sudah berada diatas pangkuannya. Dia hidupkan radio itu, lalu munculah suara-suara asing namun begitu asik untuk didengarkan.

Bersedia menunggu sampai radio memutarkan sebuah instrumen yang sangat mendayun, dibunyikan melalui harpa yang apik, mereka memainkan nya dengan fantastik. Dirinya pun menunggu lagi ... sampai sebuah suara muncul.

"Hai?"

Senyum lima jari terbit dari nya kala dia mendengar suara yang indah itu, yang mampu menghantarkan jutaan volt listrik. Mengetahui hanya beberapa puluh jam dia bekerja dan tidak saling berinteraksi, dia sudah sangat merindu sampai rasanya seperti ingin mati kini.

Entah bagaimana, suara itu terdengar begitu saja di telinga nya, seperti merasakan bahwa ada orang lain di dekatnya dengan jarak radius lima meter atau bahkan satu meter, padahal nyatanya hanya ia lah seorang diri disini.

Suara itu yang memberi efek luar biasa terhadap dirinya, jiwa raga yang seketika langsung bangkit semangat seolah lelah yang sehabis bekerja itu tiada pengaruh nya.

"Hai ... lagi-lagi mengobrol seperti ini, ya." sapanya balik.

Dia sudah seperti ini dalam jangka waktu beberapa tahun ini, berawal dari dia yang merasa semua terasa tidak masuk akal, tapi justru kini dirinya lah yang lebih tidak masuk akal; Mencintai seseorang yang bahkan ia tidak tahu dimana atau bagaimana nya sosok itu.

Melalui radio yang memutarkan permainan instrumental, mereka bisa berkomunikasi seperti ini, yang tadinya hanya dilakukan ketika ingin saja, sampai menjadi rutinitas diantara mereka berdua. Entah bagaimana kemauannya, dirinya tidak ingin berpikir perihal bagaimana mereka mampu bertemu, yang dia pikirkan hanyalah bagaimana cara untuk saling bertemu.

"Sunghoon ... kau sudah pulang bekerja?" tanya nya dengan halus.

"Aku sudah. Kau sendiri? Tidak sedang berada di pack mu?"

"Sedang tidak, aku ingin ke hutan sekadar untuk menyegarkan pikiran dan hati." katanya.

Ya, dari sini mereka tahu bahwa mereka menginjak planet yang sama, di bumi. Tapi perbedaan yang ada sangat kontras bagi mereka berdua, mereka jelas berbeda. Sunghoon percaya bahwa sang kekasih adalah seorang shifter, alias manusia serigala. Dan mulai sejak itu, ia percaya apapun yang dikatakan oleh pujaan hatinya, meski pada awalnya dia tidak.

MATRIKWhere stories live. Discover now