1. Sang Anak dan Rembulan

42 5 0
                                        

#diamdandengarkan
Ready on Instagram @sang.dongeng
Selamat membaca dan memahami
.

Hari ini terjadi lagi. Setiap kali mentari memancarkan cahayanya, selalu terdengar tawa riang dari sang anak.

Hingga akhirnya mentari pagi telah beranjak untuk berlalu, namun malam kembali menyongsong untuk datang menunjukkan indahnya sinar rembulan.

Ah ternyata bukan ...

Tawa riang yang ditunjukkannya tadi bukanlah diri sang anak yang sebenarnya.

Dirinya yang sebenarnya selalu berada dalam rengkuhan sang rembulan.

Semesta malam tak harus paham bahwa dibalik sinar rembulannya, tersembunyi hati kecil yang selalu menangis.

Menangis begitu keras, mengadu merasa sakit dalam pencahariannya menuju kebebasan. Dia membutuhkan obat untuk pulih. Dia benar-benar ingin pulih.

Teringat sesuatu. Kata seseorang padanya "jika dirimu merasakan sakit pada bagian tubuh, maka dirimu akan pucat lemah tidak berdaya. Namun, jika dirimu merasakan sakit pada bagian dalam perasaanmu, maka tubuhmu akan merengek dan menangis dalam tidurmu."

Anak kecil itu, seorang anak yang merasa kesakitan. Apakah itu dirimu?

Anak kecil yang selalu menipu mentari pagi kemudian merajuk dalam lelap.

Selalu terbesit pada fikiran sang anak, jika saja rengekan nya terdengar oleh sang mentari dan pengagumnya akankah hal tersebut menjadi badai topan yang merusak cuaca cerah pada hari itu? Maka karena itulah dia selalu pintar untuk bersembunyi.

Bersembunyi dari semesta pagi, kemudian mengadu pada rembulan sahabat setianya menangis dalam tidur.

Sang Dongeng • Sang PendongengHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora