01. Impian Yang Hilang.

552 19 17
                                        

Happy Reading
-
Untuk kesekian kali aku dibuat kagum oleh takdir yang terus menerus menghantamku.

•Viola Grazella_

***

Minggu adalah hari yang dinanti-nanti seluruh umat, karena di hari minggu seluruh aktivitas dihentikan, begitu juga dengan gadis yang sudah berkutat dengan selang yang berada di tangannya, Viola Grazella. Nama yang bagus bukan? Viola, gadis yang baik selalu berbakti kepada kedua orang tuanya, bahkan tidak pernah sedikitpun dia mengeluarkan bahasa kasar dia selalu menjaga ucapan yang keluar dari mulutnya.

Saat sedang asik menyiram tanaman dengan selang air, bunda memanggilnya dengan suara yang lembut, terdengar sopan saat memasuki indra pendengaran.

"Vio," panggil bundanya lembut, Viola hanya menatap bundanya sambil tersenyum dan menghampiri bundanya. Seolah mengerti bundanya melanjutkan ucapannya.

"Vio udah besar kan?" Tanya bundanya sambil mengelus surai lembut sang anak.

"Iya kenapa bun?" Jawab Vio balik bertanya.

"Vio sayang sama bunda?" Tanya bunda kembali membuat Vio bingung lantaran yang diucapkan bunda terlalu terbelit-belit.

"Vio pasti sayang sama bunda, bunda kenapa sih?" Herannya tidak biasanya bunda seperti ini.

"Vio mau turutin permintaan bunda?"

"Selagi Vio bisa, Vio bakal turutin kemauan bunda," jawab Vio sedikit ragu.

"Vio mau kan bunda jodohin sama anak temen bunda?" Tanya bunda hati-hati.

Vio terdiam mencerna ucapan bundanya, dijodohkan? Bahkan dirinya tidak berpikir ingin menikah muda tapi apa ini, Bundanya menjodohkannya? Ingin menolak tapi Vio tidak mau mengecewakan sang bunda.

"T-tapi bun, Vio udah ada Zigo," lirih Vio pelan.

"Bunda tau sayang, tapi kalian beda keyakinan," ucap bunda mencoba memberi Vio pengertian.

"Tapi Zigo bilang dia bakalan masuk agama Vio bunda," ujar Vio meyakinkan sang bunda.

"Vio dengerin bunda nak," menghela nafas sebentar sambil menatap lekat mata Vio, kemudian melanjutkan ucapannya "Zigo gak mungkin meninggalkan kepercayaan yang dianutnya sejak kecil, bunda tau karena bunda juga pernah mencintai seseorang yang berbeda keyakinan dengan bunda. Jadi bunda harap Vio mau yah ninggalin Zigo?" Ucap bunda dengan hati-hati.

Vio merenung mendengarkan tutur kata yang diucapkan bundanya, meninggalkan Zigo? Tidak bisa Vio terlanjur mencintai Zigonya, jika bisa memilih Vio tidak akan pernah mengenal Zigo bahkan mencintai Zigo yang berbeda keyakinan dengannya. Tapi ini kata hati tidak ada yang tau kemana hati kita akan berlabuh.

"Vio pikirin dulu bun," ucapnya lalu segera berlalu meninggalkan halaman rumahnya.

Bunda Elisa menatap sendu kearah putrinya, bukan maksut ingin menghancurkan masa depan anaknya tapi dirinya takut jika nanti Viola akan mendapatkan lelaki yang tidak baik, sebagai orang tua dirinya mengutamakan kebahagiaan sang anak.

"Maafin bunda nak," batinnya.

***

Viola menatap dirinya dipantulan cermin kamarnya, menatap sendu dirinya sendiri. Bagaimana bisa dia meninggalkan Zigo yang senantiasa selalu ada untuk dirinya? Tidak bisa dipungkiri rasanya sakit sekali.

Kenapa harus dirinya yang berada di titik menyakitkan ini? Manusia selalu disulitkan dalam hal memilih, dan sekarang Viola sedang berada di titik itu.

"Kenapa harus aku?" Hanya kata itu yang mampu dia ucapkan.

Menarik napas dalam-dalam guna menghilangkan sesak yang semakin lama semakin meluap dan mendesak ingin keluar.

"Jahat," ucapnya lirih kemudian menangis terisak.

Hiks..hiks.

Saat sedang menangis sambil menatap kosong kedepan cermin sebuah notifikasi masuk ke dalam ponselnya.

Ting.

Meraih handphone yang berada di sampingnya kemudian membuka roomchat whatsApp, menekan sebuah nama yang tersemat di atas sendiri.

Zigo♡
Sayang aku mau ibadah dulu, abis itu pulangnya mampir ke rumah kamu, kamu mau dibawain apa?

ViolaGrace_
Gak usah, kamu langsung pulang aja aku tau kamu capek kan.

Zigo♡
Yaudah, tapi nanti aku pesenin kamu makanan yah biar dianter mas-mas gofood.

ViolaGrace_
Emang kamu gak cemburu?

Zigo♡
Nanti aku suruh mas-masnya buat tutup mata biar gak lihat kecantikan kamu.

Vio sedikit tertawa melihat balasan Zigo, dia sedikit terhibur.

ViolaGrace_
Hahaha terserah pangeran aja.

Zigo♡
Baiklah yang mulia ratu, jangan lupa sholat yah.

ViolaGrace_
Makasih babu, baiklah hati-hati dijalan❤

Zigo♡
Sama-sama babi, bye❤
Read

Hanya dengan Zigo dirinya bisa tertawa dengan lepas, Zigo adalah sumber kebahagiaannya tapi kenapa seolah takdir tidak menyetujui hubungannya? Jika dari awal tidak bisa bersama kenapa harus dipertemukan dengan ikatan yang mengatasnamakan cinta? Sebercanda itu dunia.

Mengingat ucapan bundanya tadi benar-benar menusuk ulu hati Vio, tidak ada yang bisa dipertahankan dari hubungannya dengan Zigo, selain perbedaan agama restu orang tua juga penting tidak mungkin dirinya membantah apa yang diucapkan kedua orang tuanya, akan menjadi dosa besar jika ia membantahnya.

Jika pilihan bundanya memang baik maka dirinya bisa apa? Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, bahkan orang yang sudah meninggal saja bisa hidup kembali atau bisa disebut mati suri. Jodoh maut rejeki sudah ada yang mengatur, jika jodohnya adalah pilihan sang bunda maka ia akan menjalankannya dan mengabdi kepada suaminya seumur hidur karena pernikahan adalah hal sakral, setidaknya dirinya harus belajar dewasa untuk mengahadapi takdir.

***

TBC

MY HUSBAND IS BAD BOY [ON GOING] (REVISI BERJALAN)Des histoires addictives. Découvrez maintenant