Ketua kelas akhlakis

5 2 7
                                        

Kalam Farida
Kalau orang lain tidak bisa, mengapa harus mereka. Kan ada saya.....

Farida bersama Nufus dan Rahmi memasuki kelas, sembari menyapa teman sekelas mereka. Tidak, hanya Rahmi dan Nufus yang menyapa, Farida sama sekali tidak tertarik menebar kebahagian dipagi hari yang dingin ini.

"Eh ngapain lo?" tanya Rahmi heboh.

"Duduk Mi..." jawab Farida lemah.

"Lah bukannya itu tempat duduk gue yah, lu kan dibelakang ama Nufus" titah Rahmi bingung.

Farida memutar bola matanya jengah, lalu mengambil kasar tasnya yang sudah ia letakan diatas meja.

"Tadi dijalan katanya mau duduk dibelakang, ini mau duduk didepan, disuruh kebelakang pulak. Setres memang" dumel Farida dengan wajah nampak tak ikhlas.

"Ini ceritanya lu ngomel?" tanya Rahmi polos.

"Menurut ngana?" tanya Farida balik.

"Ngomel" spontan Rahmi.

"Tu tau" jawab Fida malas, lalu meletakkan tasnya dibawah kolong meja.

Baru saja Nufus menurunkan kursi, Farida sudah mengeluarkan suara.

"Fus jangan diturunkan kursinya, lihat toh Lukman piket sendiri, ngepel aja belum selesai. Naikin lagi asw"

"Lu ngomong dihalusin, bahasa kasar, noh malaikat kanan kiri lo online nyatat lu tiap waktu. Berdosa kalii...."sindir Nufus kasar.

"Iya iya Fus, sorry. Oh ya btw, iuran belum bayar lo kemarin Mi, bayar sini" pinta Farida sambil menjulurkan tangannya.

Rahmi menepis tangan Farida, lalu melotot.

"Sabar!"

"Thidak bhisa" jawab Farida datar.

"Utang adalah utang" tegas Farida lagi.

"Iuran Da bukan utang" sambung Nufus membenarkan kosa kata Farida yang salah.

Farida menatap tajam Nufus.

"Diem, gue tonjok nih!"

"Berani?" tantang Nufus menyeringai jahat.

Farida menggeleng cepat "Enggak"

"Nah gitu pinter..."

...........

Pak Wahyu masuk kedalam kelas, sedikit memberi nasihat mengenai anak XI IPA yang harus sedikit lebih aktif. Kalau berdoa jangan nunggu disuruh, dan pastinya kalau habis berdoa jangan lupa bershalawat. Setelah selesai memberi siratul qolbu pagi yang masyaallah bermanfaat bagi yang dengerin.

Farida menoleh kearah Alvin sang ketua kelas yang sok jutek.

"Alvin...." panggil Farida pelan.

Alvin menoleh, namun diam lalu menunduk dan tidur lagi.

"Alvin... Psssttt" panggil Farida lagi.

"Alvin!"

"Alvin...."

"Anak pungut bangsat, bangun gak lu!" teriak Nufus kasar. Mengundang banyak pasang mata, untung pak Wahyu sudah keluar.

"Apa?" tanya nya sok datar.

Menyebalkan.

"Tu Farida dari tadi manggil lo, tuli" setelah menghina Alvin dengan kasar, Nufus kembali ke posisi awal dan menyantap gulale yang dibawa Farida.

"Apa?" tanya Alvin beralih menatap Farida.

Malas sekali ketika harus berbicara dengan Alvin, namun Farida terpaksa karna ia sekretaris kelas.

"Tadi Pak Wahyu bilang absen kan, kebawah?" tanya Farida santai.

Alvin mengangguk kalem, apa an tuh, kok gitu doang responnya.

"Yang absen turun kebawah nanti siapa? gue apa lu"

Bukannya menjawab dengan benar, Alvin malah mengangguk lagi.

Maksud ngana apa?

"Vin! betul betul!" titah Farida mencoba sabar.

Alvin mengangguk kalem lagi.

"Alvin serius!"

Alvin mengangguk kalem lagi.

"Apa gue aja yang absen kebawah Vin?" tanya Farida lagi, meredam emosinya. Ia tahu bahwa Alvin hanya menele-nelekan waktu.

Dasar, bangsat

Alvin hanya mengangguk, memejam mata singkat.

"Serius gue?" tanya Farida memastikan.

"Udahlah Da, turun sono lo!" usir Rahmi.

Farida berbalik menghadap Rahmi.

"Lo ngusir gue?"

"Enggak, gue cuma nyuruh"

"Tapi lo ngusirkan?"

"Enggak ko..."

"Ngaku lu! sariawan pantat kau kalau bohong..."

"Ya Allah Da, turun sono lo!" titah Nufus malas.

"Fus.. Kok ngusir juga?"

"Tau ah bodo!"

"Sama, bodo!" sambung Rahmi lagi.

"Ko kalian berdua mojokin gue?" tanya Farida lagi.

"Ga tau Da, turun aja sono entar keburu gak ke absen.." ucap Rahmi pelan.

"Iya deh" jawab Farida lemah.

Mau tak mau, ia pun keluar kelas dengan langkah guntai.

Bersambung.....

28 januari 2021 [kamis]



Antonim BaikStories to obsess over. Discover now