BENANG YANG KU LIHAT

3 0 0
                                        

Kejadian aneh ini sudah ku alami sejak berumur 5 tahun. Saat itu aku hanya duduk di ruang tunggu rumah sakit bersama ibu ku,  ketika aku melihat pasien gawat darurat, aku melihat benang merah di atas kepala pasien tersebut, lalu aku bertanya pada ibu ku

"Bu, aku melihat benang merah di atas kepala orang itu"

Jawab ibu, "kamu bicara apa sih, ibu tidak lihat apa apa".

Aku yang heran dan penasaran bertanya pada diriku
"apa benang merah yang ku lihat itu?",
lalu pasien tersebut di bawa keluar dengan wajah sudah tertutup kain.
Pada saat itu aku tidak melihat benang merah itu lagi.

Kejadian itu sudah berlalu 12 tahun lamanya, sekarang aku murid di SMA Swasta, dan aku masih bisa melihat benang merah itu, dan aku sadari, benang merah yang ku lihat itu pertanda orang yang akan mati. Entah karena kecelakaan, penyakit, atau pembunuhan.

Yang tau kekuatan ini hanya aku, karena orang tua ku tidak akan mempercayainya jika ku ceritakan.

Aku tidak tahu ini kekuatan yang harus ku syukuri atau apa, tapi mendapat kekuatan ini sangat membebani ku. Berkali kali sudah kulihat orang yang akan mati dan tidak dapat ku cegah, membuat aku takut. Karena itu, aku tidak berani melihat ke orang sekitar, karena aku tau siapa yang akan mati.

Karena kejadian ini, aku di kucilkan di kelas karena aku tidak berani melihat mereka. Setiap kali mereka mengajak tuk' ke kantin bersama aku selalu menolak dan memilih tuk' makan sendiri saja.

Pulang sekolah aku selalu memilih jalan pulang yang sedikit atu hampir tidak ada orang sama sekali, karena aku lelah menunduk terus. Hanya pada saat itu saja aku bisa melihat sekitar tanpa rasa takut.

Pagi hari seperti biasa, aku berangkat sekolah melewati jalan kecil ,karena di sana tidak banyak orang, lalu melewati jalan besar dan untuk pertama kalinya, setelah 12 tahun menunduk, aku melihat ke semua orang, dan aku melihat banyak benang merah diatas kepala mereka.

Saking banyaknya aku mulai mual dan menunjukan muka pucat, saat itu aku menyesali perbuatanku

"AAAAAAAAAAAAKH!!!!!"

Aku mulai berteriak, dan orang sekitarku menghampiri ku, aku melihat wajah merka dan ya, diatas kepala mereka adalah benang yang sama, benang yang berwarna merah akan pertanda kematian orang itu.

Aku berlari tanpa melihat lampu merah, berlari menyebrangi zebra cross tanpa ku lihat kanan kiriku, tanpa ku sadari ada mobil yang melaju kencang

*WHOOOOSH
*BRUK

Aku terdorong dan jatuh, setelah mendengar suara itu aku melihat, ternyata aku diselamatkan oleh pejalan kaki, saat itu kulihat di atas kepalanya, benang tersebut hilang.

Lalu, ambulans datang dan membawa pejalan kaki tersebut dan aku ke rumah sakit terdekat. Setelah diobati aku hanya bisa duduk di ruang tunggu tuk' melihat kondisi orang itu, walaupun aku tau bahwa orang itu sudah tak ada.

*DRAP DRAP DRAP

Suara langkah kaki yang kencang datang dari koridor yang ternyata keluarga dari korban, wajah mereka yang khawatir membuat ku tak tega melihat wajahnya, aku ingin sekali meminta maaf pada mereka tapi aku tak punya keberanian.

Dokter pun keluar dan memberi tahu pada kami bahwa korban sudah tak tertolong, sang Ibu menangis dengan histeris dan sang Ayah yang tak rela anaknya 'pergi' menunjukan keputu asaan.

"HEI, DASAR KAU SIALAN, KAU APAKAN ANAK KU ITU!! KENAPA HARUS DIA YANG TERTABRAK!! KENAPA BUKAN KAU SAJA!!", Sang Ibu

Aku yang memikirkan kalimat itu dan dalam hati "ya, kenapa bukan aku saja yang tertabrak".

Sang Ibu yang hanya bisa memarahiku dan mencaci maki ku, sang Ayah yang hanya terdiam, Dokter yang tak bisa bebuat apa apa, dan aku yang hanya bisa menyesali lalu minta maaf pada keluarga.

Kejadian tersebut membuat ku sadar dan memberiku peringatan, bahwa jangan lagi menatap ke orang orang.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 17, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

RED STRINGWhere stories live. Discover now