halo halo halo haloooo
Zaun come backkkkk
siapa yang kesel sama season 1 Gulf to be happy?
buahaha author minta maaf bikin kalian emosi selama satu season
Yo let's reading my new story'!!!🌻🌻
7 years later
Seorang pria tegap dengan rahang yang tegas dan ketampanan yang dinilai di atas rata rata berjalan dengan langkah yang pasti ke ruangannya.Wajah dinginnya selalu ia pasang,namun tetap saja banyak yang tertarik padanya,siapa yang tidak tertarik pada pria tampan dan mapan
"Pak,ada rapat penting bersama perusahaan Pak Off jam 10"
Sosok itu mengangguk, "Ya"
Setelah kepergian sekretarisnya, sosok tersebut melirik ke arah foto yang terpasang rapi di meja kerja mewahnya.Ia tersenyum, mengusap foto yang selalu ia jaga hingga tak boleh ada satu pun yang menyentuhnya
"Hei Gulf..apa kabar?" Mew menyentuh bagian wajah Gulf, foto tersebut diambil 7 tahun yang lalu ketika mereka di pantai bersama yang lainnya,tawa pria itu bahkan masih tersimpan rapat di memorinya
"Aku engga bahagia.." lirihnya
Mew Suppasit, pemilik perusahaan ternama yang sudah pasti cabangnya di mancanegara.Jika ada award CEO tertampan,sudah dipastikan pria dewasa itu akan memenangkan penghargaan.Rambut hitam dengan sedikit polesan berwarna hijau di ujungnya,rahang yang menyiku ditambah lagi dengan alis yang tebal dan menukik,tubuh yang atletis sempurna seakan menambah ketidak percayaan orang orang bahwa Mew adalah sosok manusia,bahkan aura Mew lebih cocok menjadi seorang mafia daripada CEO perusahaan
Dia se sempurna itu!
Paras tersebut banyak memikat hati orang orang,definisi sempurna untuk seorang manusia.Namun tetap saja, siapapun yang memiliki niat untuk mendekatinya,mereka akan dihantam kenyataan bahwa Mew memiliki sosok yang selama ini mengisi hatinya,dan orang orang tahu akan itu
Di perusahaannya,hal yang pertama kamu lihat ketika kamu masuk adalah foto Gulf yang tengah tersenyum, pria itu begitu tampan dan cantik secara bersamaan,tak dapat dipungkiri bahwa orang yang hendak mendekati Mew pun akan mundur dengan teratur
"Happy anniversary 7 tahun,aku harap ada keajaiban di tahun ini" gumamnya,ia mengusap liquid bening yang menetes tiba tiba
Seseorang membuka pintu ruangannya tanpa permisi,Mew sudah terbiasa akan itu.Off berjalan mendekat ke arah Mew, mengusap pundak pria tersebut sembari menatap foto Gulf.Tak dapat dipungkiri ia juga teramat sedih dengan kepergian salah satu sahabatnya,mengapa kisah mereka seperti ini?
"7 tahun Mew,Lo belum ngeikhlasin dia?" Tanya Off hati hati tak ingin menyakiti perasaan sahabatnya tersebut
Mew menggeleng pelan, "Kalo ikhlas itu mudah,seharusnya dulu gue engga perlu takut sama yang namanya perpisahan" jawabnya,dadanya sedikit nyeri ketika ia membuka cerita lama yang Mew tutup rapat
"Gue engga tau se kehilangan apa Lo saat ini.Tapi gue tau Lo kuat" Off menepuk nepuk pundak Mew kemudian berjalan menjauh dan menghilang dari balik pintu
Mew membanting punggungnya pada kursi kerjanya,ia menutup matanya dengan lengan lalu bernafas dengan teratur meski sesak di hatinya tak kunjung hilang
"Aku tau kamu masih ada Gulf...sebentar lagi"
Washington DC, Amerika
"DADDY! AYO TANGKAP PAPA HAHAHA" bocah berumur 6 tahun tersebut tertawa terpingkal-pingkal saat sang Daddy dengan mudahnya menangkap papanya
"OW BOY,KAU CURANG MEMINTA PADA DADDY MU" gerutu pria cantik tersebut
"HAHAHAHA" mereka tertawa bersama
Sosok yang dipanggil Daddy tersebut mendekat ke arah bocah itu,memberinya banyak kecupan di wajahnya membuat gelak tawa lagi lagi terdengar oleh mereka
"Daddy haha stop!! Haha"
Pria cantik tersebut menggelengkan kepalanya,ia sudah biasa melihat tingkah anak dan ayah tersebut, "Phi Lee stop"
Lee melihat jam yang menempel di pergelangan tangannya,ia duduk kemudian memangku Sean, "Sean waktunya makan,nanti Om Arm sama Om Bright dateng buat main sama Sean"
Bocah bernama Sean tersebut menatap ayahnya berkaca kaca, "Daddy udah mau pergi lagi?" Tanya nya khas anak kecil.Lee menganggukkan kepalanya, "Sebentar,2 Minggu Daddy janji" ucapnya sembari mengacungkan jari kelingkingnya
Sean menatap jari ayahnya ragu, "Janji ya dad?"
Lee mengangguk,hingga satu jari kelingking kecil terkait dengan kelingking Lee
Sosok yang tadi melihat interaksi ayah dan anak tersebut tersenyum,ia membantu Sean bangkit kemudian menggendongnya
"Sean mau disuapi papa!" Ucapnya girang,kedua tangannya dilingkarkan pada leher sosok tersebut
"Haha oke oke,ayo ikut papa"
Lee berjalan mengikuti sosok cantik tersebut, merangkul pundaknya kemudian mengelusnya sayang, "Phi mau mie instan..boleh na??" Ia memajukan bibirnya beberapa cm
Sangat bertolak belakang dengan sifatnya ketika bersama sang anak!
"No phi,Kakek bakalan marah marah kalo kalian makan mie instan terus.Lagian mie punya Phi habis,boros banget heran." Lee mendelik kesal,ia berjalan lebih cepat kemudian berteriak sembari tertawa, "AKU MAKAN MIE PUNYA MU YA GULF!"
"YAKK!! JANGAN MENCURI PUNYAKU! HEY PHI!!!"
"PAPA AKU JUGA MAU MIE INSTAN!!"
"NO SEAN!!!"
Begitulah, teriakan- teriakan nyaring tersebut bahkan sering terdengar oleh anggota keluarga di mansion megah tersebut
-
-
-
"Papa Sean engga mau sayurnya" bocah berumur 6 tahun tersebut menatap harap Gulf,namun yang ia dapat hanya gelengan beserta senyuman khas yang menjadi favoritnya, "No boy,Ironman harus memakan sayur! Ayo buka mulutnya aaa"
Satu suapan mendarat pada mulut Sean
"Good boy!" Gulf mengacungkan kedua jempolnya
Lee berjalan ke arah Sean dan Gulf,ia mengusap rambut Gulf, rutinitas setiap hari kemudian mengecup kepala Sean sayang, "Morning boy,Daddy minta maaf engga bisa anterin kamu,engga papa kan?"
Sean mengangguk, "Oke,1 Ironman harus sudah terpasang di lemari Sean"
Baiklah demi anaknya!
"Oke oke,see U boy! Jangan susahkan papa sama kakek buyut na"
"Oke Daddy!"
Gulf menggelengkan kepalanya,ia menatap Lee, "Hati hati na Phi,jangan ngebut" Pesannya.Lee mengangguk,ia perlahan berjalan menjauhi Gulf dan Sean
"Sean udah gede,harus makan sendiri.Papa mau beres beres kamar Sean" ucap Gulf sembari memberikan mangkuk tersebut
"Sean udah gede berarti boleh sekolah?" Tanya nya,Gulf berpikir sebentar kemudian mengangguk, "Betul! Makanya Sean harus bisa makan sendiri"
Bocah tersebut tersenyum sumringah, "SEAN MAU SEKOLAH DI INDONESIA!!"
"HAH?!!!"
YOU ARE READING
Gulf To Be Happy 2 [Completed✓]
Teen Fiction7 tahun kemudian,2 manusia kembali di pertemukan oleh takdir
![Gulf To Be Happy 2 [Completed✓]](https://img.wattpad.com/cover/254878103-64-k538015.jpg)