one.

51 5 0
                                        

warn; cerita ini mengandung unsur 🔞, boys love, harsh words, mental illness, self-injurious behaviour, etc.

◇

musim panas, 2020.

bagi beberapa orang tidak ada yang lebih menyebalkan selain bertarung dengan musim panas. begitu juga bagi pria bernama bae jinyoung yang saat ini tengah membaringkan tubuhnya begitu saja dilantai apartment murah miliknya.

entah bangunan yang ditinggalinya itu bisa disebut apartment atau tidak, karena demi apapun tak ada pendingin yang bekerja diruangan itu. jinyoung hampir mati kepanasan kalau ia tidak ingat memiliki mini fan yang ternyata disimpannya sebaik mungkin bersama peralatan musiknya. tapi musim panas adalah musim panas, jika tidak berhasil menyengat dengan panasnya, musim itu tak akan puas.

"argghh, sial!" jinyoung tak sanggup lagi menahan panas yang begitu menyengat. ia bangkit dari tidurnya dan melepas kaos tipis yang dipakainya tadi. lalu dengan cepat berlari kearah pintu dan membukanya dengan tergesa. berharap ada angin surga yang melewati pintunya dan membuat jinyoung sedikit bernafas lega.

namun ia terlalu tergesa hingga tak sempat melihat ada orang dilorong atau tidak. alhasil kini ia berhadapan dengan sosok pria berkacamata. pria yang kacamatanya turun himgga ujung hidungnya itu terlihat cukup kaget, ia menatap jinyoung yang kini tengah menampilkan bagian atas tubuhnya secara sukarela kepada sosok yang sepertinya tinggal bersebrangan dengannya.

tiiiit, ctek.

secara ajaib mesin pendingin ruangan jinyoung berbunyi. membuat kedua orang yang tengah beradu pandang itu akhirnya tersadar. jinyoung secara perlahan menutup pintunya dan membungkuk dalam tanpa mengatakan sepatah kata pun. pria yang berada dihadapannya ikut membungkuk dalam diam. lalu jinyoung menutup pintunya.

"itu sangat memalukan." jinyoung bergunam dan berjongkok sejenak, meratapi kebodohannya. namun sedetik kemudian ia tersadar pada pendinginnya dan dengan cepat pria itu berlari menuju pendingin dan berdiam didepannya. menikmati udara dingin yang dikeluarkan untuk menyelamatkan jinyoung dari panas sialan ini. dengan cepat jinyoung melupakan kejadian memalukan yang menimpanya tadi.

◇

"aku tak memiliki ide apapun." jinyoung menghembuskan asap dari rokok yang baru dihisapnya. asap itu mengepul didepan wajah jinyoung dan sejurus kemudian menyebar lalu menghilang begitu saja.

jinyoung tengah terhubung dengan byounggon melalu ponselnya.

"apa saja. aku hampir botak memikirkan lirik terus menerus." byounggon terdengar frustasi diseberang sana, namun jinyoung sama sekali tidak prihatin terhadap rekan satu bandnya itu.

"kau tau aku tak bagus menyusun kalimat." jinyoung berucap ringan sembari melirik ponselnya yang ia letakkan diatas meja dengan speaker menyala, byounggon mendengus. "itu sebabnya kau yang bertugas membuat lagu, karena kau itu melankolis dan dramatis." jinyoung menambahkan, byounggon semakin mendengus mendengarnya.

"setidaknya beri aku ide atau kita tak akan memiliki lagu baru." jinyoung menghisap rokoknya panjang sebelum menjawab. secara perlahan dihembuskannya dan diperhatikannya setiap pergerakan asap putih yang keluar dari mulutnya. seakan asap putih itu menyampaikan satu ide luar biasa sebelum menghilang sempurna.

【I】loner  |  yongbaeStories to obsess over. Discover now