Intro

364 42 46
                                        

Eunhyuk tidak pernah menduga jika dia akan menjadi seorang ayah diusianya yang masih semuda ini. Well, 30 tahun masih cukup muda bagi Eunhyuk -yang masih ingin hidup bebas dan menggapai cita-citanya menjadi seorang dancer ternama- untuk menjadi seorang ayah.

Eunhyuk belum menikah, ngomong-ngomong. Dan cerita bagaimana dia bisa menjadi seorang ayah adalah karena kehadiran seorang anak remaja yang tidak sengaja ia temukan sedang menangis dibelakang mobilnya yang ia parkir di basement gedung apartemennya.

Seorang anak remaja, yang sialnya saat Eunhyuk menyapanya dan bermaksud untuk menanyakan kenapa ia menangis disana, justru tiba-tiba memekik senang dan langsung memeluk Eunhyuk dan memanggilnya Appa.

Bocah itu mengklaim secara sepihak kalau Eunhyuk adalah ayahnya. Sepertinya kepala anak remaja itu baru saja terbentur sampai membuat otaknya tidak berfungsi dengan baik, pikir Eunhyuk.

Eunhyuk mungkin bisa saja meninggalkan anak lelaki itu begitu saja, tapi dia sangat tidak tega saat anak itu kembali menangis dan menatapnya dengan tatapan seperti anak kucing terbuang sambil terus memegang pergelangan tangan Eunhyuk. Akhirnya Eunhyuk memutuskan membawa anak itu ke apartemennya.

"Sepertinya dia lupa ingatan dan tersesat."

Eunhyuk menghela napas dan melirik bocah remaja yang dibawanya tadi, yang saat ini dengan menikmati makan malam dengan sangat bersemangat. Seperti tidak makan berhari-hari.

"Kurang tepat menurutku kalau hanya lupa ingatan atau tersesat, sepertinya dia gila." Komentar Eunhyuk, yang sontak membuat lelaki dihadapannya yang tidak lain adalah sahabat -sehidup sematinya-, Lee Donghae, mendelik protes karena ucapannya.

"Kau terlalu kejam, Hyuk-ah. Anak itu tidak terlihat seperti orang gila. Lihat saja, penampilannya rapih, kulitnya bersih, dan tampan. Dia terlihat seperti anak orang kaya. Dia memanggilmu Appa, itu berarti dia memanggil ayahnya Appa." Donghae mengoceh panjang lebar, sementara Eunhyuk terlihat tidak mendengarkannya sama sekali. Lelaki itu justru sibuk dengan ponselnya.

"Hyuk ah!" Panggil Donghae kesal karena Eunhyuk mengabaikannya, membuat temannya itu akhirnya menoleh. "Menurutmu, apa mungkin dia orang luar?"

Alis Eunhyuk terangkat dramatis mendengar ucapan random Donghae. "Ya, mungkin." Sahutnya tidak perduli, disambut anggukan kepala oleh Donghae. "Luar angkasa."

"Pabo!" Donghae memukul kepala Eunhyuk kesal. Dia pikir, Eunhyuk serius dengan ucapannya.

Beberapa saat kemudian, Eunhyuk terdiam dan berpikir begitu mengingat ucapan Donghae. Yang katakan temannya itu ada benarnya. Eunhyuk juga tidak benar-benar berpikir kalau anak itu gila, hanya saja-, Well, anak itu terus memanggilnya Appa, dan Eunhyuk benar-benar geli mendengarnya. Apa dia terlihat setua itu untuk menjadi ayah dari seorang anak remaja?

"Kita bisa membuat berita orang hilang." Usul Donghae tersenyum lebar.

"Kau pikir mudah." Sahut Eunhyuk lalu berdecak pelan. "Itu membutuhkan uang, Hae. Aku baru saja dipecat, dan tabunganku sudah habis. Kalau kau bersedia menggunakan uangmu, aku tidak keberatan."

Donghae mencebikan bibirnya. "Kenapa aku? 'Kan kau yang keberatan dengan kehadiran anak itu. Aku tidak masalah." Katanya lalu tersenyum lebar menatap bocah lelaki tadi yang sedang berjalan menghampiri mereka disofa ruang tengah. "Dia menggemaskan. Aku tidak keberatan dia menjadi anak angkatku. Tidak usah dikembalikan saja ya? Ya?" Usul Donghae sedikit berharap, lalu menepuk sofa yang didudukinya begitu bocah remaja tersebut sampai didepannya, mengisyaratkan anak itu untuk duduk disebelahnya, yang langsung dituruti anak itu.

"Kau sudah selesai makan?" Tanya Donghae ramah sambil mengusap sisa makanan yang menempel diujung bibir anak remaja tersebut. Anak itu mengangguk kecil sambil tersenyum lebar. Benar-benar menggemaskan menurut Donghae. Dia menyesal kenapa bukan ia saja yang menemukan bocah itu lebih dulu.

"Appa, aku ingin mandi. Badanku lengket sekali. Ini karena Appa terlalu lama menjemputku tadi." Gerutu bocah remaja tersebut, yang langsung membuat Eunhyuk mendengus dan mengacak rambutnya frustasi.

"Appa! Appa! Astaga! Aku bukan Appamu! Apa aku terlihat sangat tua sampai kau memanggilku Appa, eoh?" Racau Eunhyuk dramatis seraya meratapi nasibnya yang mempunyai wajah boros itu.

"Appa.." bocah remaja tersebut mencicit lirih dengan mata yang terlihat berkaca-kaca. "Kenapa Appa tega sekali tidak mengakuiku? Hiks.." katanya sambil menyeka air mata yang tiba-tiba jatuh dipipi putihnya.

Donghae segera memeluk anak tersebut dan mengusap punggungnya lembut. "Kau keterlaluan Hyukie! Kau membuatnya menangis! Appamu memang tega, sudah dengan Abeoji saja."

MWO?! Eunhyuk melebarkan matanya tidak percaya. Donghae yang melihatnya sedikit meringis, takut kalau-kalau bola mata temannya itu keluar dari tempatnya.

"Abeoji?" Bocah tersebut menggaruk pipinya bingung sambil menatap Donghae dan Eunhyuk bergantian.

Donghae mengangguk. "Dia Appamu. Aku Abeoji mu. Bagaimana? Keren kan?! Kau punya dua ayah sekarang." Ujarnya dengan senyuman yang kelewat antusias.

"Wow, aku punya dua ayah!" Bocah remaja tersebut bertepuk tangan riang. Donghae langsung memeluknya dan menggoyangkan tubuh mereka berdua seakan-akan baru saja melakukan selebrasi.

Sedangkan Eunhyuk yang melihatnya, hanya bisa menghembuskan napas panjang seraya memijat pelipisnya. Lee Donghae, sialan!

-

Lost Boy?

Lost Boy?Stories to obsess over. Discover now