Part 1

22 4 1
                                        

Sorotan lampu dari dalam kamar

Suara air yang mengalir

Dan pantulan sinar matahari pagi menembus sela sela jendela kamar

Di tambah alarm yg bergetar tepat di samping bantal nya, membuat dyla terbangun dari tidur nya.

" udah bangun nak?" Tanya ibunya yang sedang mencuci piring di dapur, dan berjalan menuju meja makan.

"Udah bu, biar aku aja yang cuci piring nanti pulang dari kuliah", sambung dyla yg keluar dari dapur mengambil handuk mandi.

"Gpp, ini udah mau beres kok, kamu mandi aja cepat, ntar telat lo", saut ibunya dari luar ruangan.

Tak berselang lama prili yang juga adalah sahabat dyla sejak kecil datang dengan girang nya kerumah dengan logat suara nya yang cempreng menanyai dyla pada ibu dyla di halaman taman depan

"Tante... dyla mana" duduk di kursi dekat taman sambil memain kan rambut ikal nya dan menarik nafas setelah berlari menuju rumah dyla.

"Dyla baru aja mandi, bentar lagi selesai kok, kamu ga masuk dulu, biar tante buatin minum buat kamu, kaya nya kamu capek banget habis lari lari an yaa?".kata ibu dyla yang berjalan menuju arah prili duduk dengan suara lembut menertawakan prili yang ngos ngosan di pagi hari seperti itu.

"Duh dyla kebiasaan banget deh ah, jam segini baru mandi, begadang terus si", ujarnya menarik nafas, menatap ke dalam rumah dyla. "Nggak tante, nggak perlu ini cuma pemanasan pagi aja makanya agak ngos ngos an dikit". Sambung nya lagi ngeles.

"Hahaha, yaudah tante panggil dyla bentar yaa". Jawab ibu dyla dengan tertawa sembari berjalan masuk kerumah memanggil dyla.

"Dyl..., itu prili tuh nungguin kamu di luar"

"Iya bu, ini udah siap kok". Saut dyla dari dalam kamar.

"Yaudah cepat yaa, kasihan prili nunggu nya lama". Sambung ibunya dari luar, menuju dapur.

Di taman.

"Ya ampun dyl, lo mandi atau apa sih, lo tau nggak gue nungguin lo dari tadi, gue sampai lari lari an ke rumah, lo ada masalah apa sih dyl, ya ampun, pusing gue sama lo, ga mandi, ga makan, ga jalan, lama teruss, aduh gimana sih lo dyl". Seketika prili ngoceh saat dyla keluar rumah menuju taman tempat dia duduk menunggu.

"Iyaa maaf, apasih lo, lebay banget, baru juga jam 8". Saut dyla tertawa.

"Ehhh.. lo tau nggak sih kita ada praktek dyl, masa lo lupa, ini kita berangkat aja udah mau habis setengah jam".

"Ya ampun iyaa, gue lupa, yaudah yuk jalan".sambung dyla terkejut memegang kening nya dan menatap prili yang ada di depan nya.

Di kampus.

Seperti biasa, dyla duduk di bawah pohon sambil memainkan handphone nya, dia memang lebih suka sendiri, menurutnya sendiri itu tenang, sendiri dapat membuat di mendeskripsikan seperti apa jati dirinya yang sebenarnya. Dengan kibaran angin di tambah ayunan ranting pohon mengibarkan sehelai demi sehelai rambutnya, di tambah wajah yang cantik, alis tebal, bibir yang seksi, senyum manis, dan gigi gingsul nya, serta jangan lupa, postur tubuh yang kecil dan bagus itu, dan tak terkecualikan mata indah bak bulan purnama di tambah bulu mata yang lentik, kulit yang putih, adalah kelebihan nya.

patahWhere stories live. Discover now