Bab 1

27 9 8
                                        

"Tidak akan ada akhir jika tidak ada awal. Namun setiap awal pasti harus berakhir entah dengan bahagia atau tidak." SN~
🍂•••••••🍂

"Kenapa sih, guru-guru tu kalau bikin soal susah-susah banget? Kan kasihan otak mungil gue di paksa buat mikir berat gini. Nanti kalau dia ngambek kan gue juga yang ribet." Dumel cewek yang duduk di pojok belakang tidak jelas.

"Lo bisa diam ga?" Sinis cowok di sebelahnya merasa terganggu dengan rancauan tidak jelas cewek itu.

"Gak, kenapa?" Tantang cewek itu membuat cowok di sebelahnya mendengus sebal. Iya pun memilih kembali melanjutkan ulangannya dengan tenang. Buang-buang waktu saja jika harus meladeni cewek ga jelas di sampingnya ini.

Sementara cewek tadi, masih saja mendumel tidak jelas. Dia terus menyalahkan soal ulangan itu. Hingga akhirnya, senyum manis pun tiba-tiba terukir di bibirnya. Entah apa yang ada di pikiran cewek itu hingga dia terlihat begitu bahagia.


"Lo mau curang?" Tanya cowok di sebelahnya sarkas secara tiba-tiba membuat cewek itu tersentak kaget dan menghentikan aktivitasnya.

Bertanya kepada mbah google, itulah yang terlintas di pikiran cewek tersebut tadi hingga membuat dia tersenyum senang. Toh ada yang mudah kenapa harus melakukan hal sulit pikirnya. Namun pertanyaan rese cowok di sebelahnya membuat dia jadi sebel karena telah mengganggu dirinya.

"Apaan sih Al, ga usah heboh ya lo. Awas kalau sampai cepu, gue botakin lo" ancam cewek itu dengan mata melotot galak. Sementara cowok yang di panggil Al tadi hanya memutar bola mata malas melihat cewek aneh di sampingnya ini.

"Punya otak itu di upgrade, jangan hp aja yang di upgrade." Sindirnya pedas membuat hati mungil cewek itu tersentil.

Jika saja ini sedang tidak ulangan, maka dia pastikan mulut bon cabe nih cowok akan dia beri pelajaran. Males meladeni manusia bon cabe di sampingnya, cewek itu segera melanjutkan aktivitasnya yang tertunda tadi.

Wajahnya kini berbinar bahagia, sebab sebentar lagi semua soal-soal menyebal di depannya ini akan terisi dengan jawaban. Namun di detik-detik per loading, suara yang tidak asing khas Mbah google tiba-tiba terdengar membuat dia panik bukan kepayang.

"Shit, lupa gue silent njir" umpatnya panik, sebab semua mata kini menoleh ke arah bangku mereka.

Karena panik telah menyelimuti, cewek tersebut langsung mematikan hp nya dan melempar benda tersebut kedalam laci cowok di sebelahnya membuat cowok tersebut mendelik tajam.

"Lo gi,,," belum sempat cowok itu menyelesaikan ucapannya, guru yang mengawas di depan sudah memotong nya membuat mereka berdua kini menahan gugup.

"Aldi, Iki suara apa itu tadi?" Tanya buk Ismi karena dia tidak terlalu jelas mendengar suara Mbah google tadi sebab langsung mematikannya.

"Alfin Aldison Renanda, Safiana Riski Ananta?" Ulang buk Ismi kini malah menyebutkan nama lengkap keduanya, membuat jantung mereka kini berpacu tidak normal. Bahkan Iki sedari tadi sudah berkeringat dingin karenanya.

"Mmmm anu b,,,buk. Itu motif hp Aldi buk, dia lupa silent tadi, iya kan Al? Fitnah Iki lalu berlagak bertanya memastikan membuat Aldi mendelik tidak terima. Huhhh licik sekali cewek ini pikirnya.

Melihat Aldi yang henda memprotes, membuat Iki buru-buru mengeluarkan muka melasnya agar Aldi mau membantunya kali ini. Jangan lupakan tangannya yang sudah menggoyang kecil lengan Aldi dan puppy eyes andalannya agar Aldi luluh.

I K I • I D OWhere stories live. Discover now