Dua tahun silam, (y/n) hanya dipersilakan memandang matanya dari kejauhan. Tanpa mengetahui (y/n) yang terkagum, pria itu pergi.
Pada hari ini mata biru itu dipersilakan bertemu tatap pada manik (e/c) (y/n). Ditambah sebuah senyum hangat yang disuguhi olehnya, membuat perasaan (y/n) semakin mendemo didalam sana.
"Kamu? Yang berhasil menimbulkan eunoia serta candu pada malam itu bukan?"
____________________
Perasaan senang hancur seketika. Melihat kedekatan dua sejoli itu, membuat sebuah torehan pada hati (y/n).
"Hati ini berkata, juga ingin." Batin (y/n).
Tentu tidak pantas mengutarakan keegoisan terhadap orang yang tampak kenal lebih lama padanya.
Tapi salahkah dia cemburu? Tentu tidak. Wajar saja, melihat cinta pandangan pertamanya akrab dengan wanita lain, sungguh hal yang menyakitkan.
Hatinya tergores, namun wajahnya mengukir senyum.
"Makanan ini lezat. Kayano-chan yang membuat?" Nagisa terkagum bertanya.
"Tentu saja, itu adalah resep yang diturunkan turun-temurun dari keluargaku," jawab Kayano seraya menyodorkan tissue mengelap makanan dipipi Nagisa.
"Aku bisa sendiri,"
"Ahahaha, gomen."
(Y/n) berlalu keluar kelas meninggalkan bekal makan dan segala yang membuat moodnya turun. Mendekati saja tidak berani, apalagi memiliki.
Dihari pertama (y/n) pasrah pasal cinta. Mau seperti apa jadinya dia tidak mood memikirkannya.
"Bukannya disini ada sungai kecil? Lebih baik aku menenangkan diri disana. Ya, pilihan yang tepat untuk saat ini." (Y/n) membatin.
Semakin dia melangkah, hawa sungai semakin kuat rasanya. Air jernih mengalir mengikuti arus dengan pantulan burung melintas diudara. Aroma ketenangan mengalir dalam dirinya.
(Y/n) duduk disalah satu batu pinggiran sungai. Menatap cerminan dirinya diatas air.
"Orang-orang mengatakanku beruntung. Beruntung apanya huh?" gumam (y/n) seraya melempar batu kesungai.
Mempunyai mata bulat yang indah menawan dengan manik (e/c), bulu mata lentik sebagai penyempurna keteduhan pandang, parasnya cantik sempurna dengan sedikit kesan manis, tubuhnya sesuai standar yang diinginkan wanita pada umumnya, kulit putih halus elegan dilengkapi aroma awet sabun mandi, murni tanpa sentuhan parfum. Sebab itu orang-orang mengatakan dirinya beruntung.
Bahkan ketika pindah kesini pun dia dilirik oleh banyak pasang mata sepanjang perjalanannya memasuki dan keluar ruang kepala sekolah.
(Y/n) ahli disegala bidang pelajaran, hanya saja ... matematika membawanya jatuh kedalam kelas 3-E.
(Y/n) melempar tatapan benci pada pantulannya. "Cih."
Kecewa pada awal perjuangan. Melarikan diri dengan pikiran bahwa kau tidak bisa mendapatkannya, hal yang bodoh.
"Aku memang kesal. Tapi aku percaya kekuatan cinta pertama."
Mempercayai suatu yang berlebihan tanpa keyakinan yang mendasar juga merupakan hal bodoh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fireworks :: KARMA-READERS-NAGISA ✔
FanfictionMata biru indah miliknya seakan membawa hipnotis menarik candu. Rasa eunoia singgah bersamaan saat detik kembang api meledakkan warna menghiasi langit malam penuh pesona. Hidup tanpa kenal cinta, membuat perasaan ini baik-baik saja. Hidup setelah me...
