Part 1#

58 9 13
                                        

Kau bagaikan air yang menenangkan
namun bahaya
~Maura~

Butiran air hujan yang turun membasahi
jalanan menghapus jejak seorang gadis yang meratapi kehidupan dengan air matanya.Ya٫hujan adalah hal yang paling ia sukai karena dengan hujan ia dapat menyembunyikan air matanya. Baginya hujan adalah ketenangan.

Maura Aqeela Anastasya seorang siswi yang duduk di bangku SMA tepatnya kelas X yang sering disapa dengan sebutan maura. Dia adalah seorang gadis cantik yang tidak terlalu tinggi dan mempunyai pipi yang berisi membuat ia kelihatan sangat menggemaskan٫rambut nya yang tidak begitu panjang terurai ke bawah٫dengan senyum palsu yang senantiasa menambah kesan cantik nya.

Dia sedang berada di depan sebuah rumah yang sederhana berlantai dua٫dengan berusaha merapikan rambut dan bajunya yang berantakan dan memastikan kalau matanya tidak sembab sehabis menangis tadi. Ia melangkah masuk ke dalam rumah.

Ya٫tentu saya hal yang ia khawatirkan sedari tadi kalau mama nya akan memarahinya.

"MAURA!!!" teriak Elisa mama Maura.

"Ma-ma٫ma-maaf " cicit maura.

"Dari mana aja kamu?mengapa jam segini baru pulang?kan sudah sering mama bilang jangan pulang larut malam!!kamu ini cwek macam apa sih?!"tegas Elisa.

"Maaf ma٫maura tau maura salah٫tapi maura begini juga mama yang ajarkan٫mama yang memberi contoh pada maura٫mama yang selalu pulang malam bahkan tidak pulang hingga esok hari."sarkas maura.

Segera ia meninggalkan Elisa di lantai bawah٫maura naik keatas dan masuk ke kamarnya dengan setengah berlari dengan membanting pintu kamarnya.

Maura menangis sepanjang malam٫karena hari ini adalah hari yang begitu sial baginya dimana teman-teman sekolahnya yang membully dia akibat kelakuan mamanya٫belum lagi masalah di rumah nya٫membuat batin nya tersiksa.

\ \ \

Surat pindah sekolah

Dipandangnya surat itu dengan yakin selagi ia berjalan di koridor sekolahnya. Yap٫ia ingin pindah sekolah karna ia tidak tahan lagi dengan teman-teman nya.

Ruang kepala sekolah
Tok....tok....tok...

"Ya٫masuk"ucap kepala sekolah.

"per-permisi pak... Apa saya bisa masuk?"tanya Maura ragu.

"Ya silahkan٫ ada apa?"

"Ini pak saya mau memberi ini"ucap Maura sembari menyodorkan surat itu.

"Ha?... Apa? kamu mau pindah? tapi kenapa?"kaget kepala sekolah itu setelah membaca surat itu.

"hmmm anu pak..."

\ \ \

Maura berjalan menyusuri sungai karna ia sangat lelah prihal surat pindahnya. Ia duduk di tepi sungai sambil menenggelamkan kedua kakinya setengah ke dalam air.

"Hmmm... Akhirnya aku bisa terbebas dari neraka itu...tapi bagaimana sekolah baru ku nanti? apakah akan lebih baik? atau bahkan lebih buruk?ahkk aku pusing" batin maura sambil melempar kerikil asal.

"Aduh......"

Hai reders👋👋٫bantu aku ya
Lagi belajar nulis sih tapi y mudah-mudahan
Bisa menghibur kalian
Jangan lupa di vote and komen ya
Sekalian di share xixixixixi
Promo sedikit gapapa kali ya?
Mampir juga di aku ig nya aku @tambunanpoppy
Kalian bisa lihat-lihat aku disana
Ya walaupun gak banyak isi nya tapi bisa lah
Menghibur sedikit dan jangan lupa mampir ke
Akun wattpad nya komun aku literacyff
Dan akun ig nya @literacyfighterfamily
See you guys
Tunggu cerita selanjut nya ya
Bye bye😘

Story Of MauraHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora